Perselingkuhan

Perselingkuhan
Episode 31


__ADS_3

"Hai Al..." sapa seorang gadis yang tiba-tiba duduk di kursi depannya, saat jam makan siang kantor. Mereka sama-sama anak magang, tapi beda kampus.


"Hai..." balas Al acuh, meneruskan makannya.


"Namaku Dilla, kau siapa?" kata gadis itu yang ternyata bernama Dilla, sok imut memperkenalkan diri.


Al menatap Dilla tak suka, dia menatap dengan wajah dingin dan tajam. Lanjut meneruskan makannya tanpa menjawab pertanyaan Dilla. Cih, sombong banget, sama anak magang juga. Untung tampan. batin Dilla.


"Aku dari bagian arsip. Aku tau kamu juga kan?" kata Dilla sok akrab. Al tetep cuek meneruskan makannya, meski sudah merasa jengah.


"Aku sering melihat kamu Lo? Kenapa kita gak berteman akrab juga?" ucap Dilla pantang menyerah.


Al meletakkan sendoknya, mendongak menatap ke arah lain. Berdiri dengan membawa piring makan siangnya untuk dikembalikan ke tempat semula, padahal belum habis makannya. Al tau niat wanita tadi hanya ingin pedekate gak jelas, yang pasti akan menghambat pekerjaannya.


Dan Al tak suka itu, dia pergi menuju taman tempat para karyawan perusahaan itu mungkin menghabiskan waktu jika sedang istirahat siang. Al menerawang menatap ke depan yang membuatnya melamun. Mengingat kenangan dirinya saat makan siang di kampus yang juga duduk di bangku taman.


"Aku merindukanmu An?" guman Al lirih.


"Maaf..." bisiknya lagi.


**


Hari itu Angel pulang agak sore karena tugas kuliahnya yang semakin banyak, dia terpaksa mengerjakan di perpustakaan dengan teman kelompoknya.


Jam perpustakaan pun habis, mau tak mau kelompoknya terpaksa bubar pulang ke rumah masing-masing. Disinilah Angel saat ini, di halte bus, menunggu bus yang mengantarkannya pulang. Tiba-tiba mobil mewah berhenti di depan Angel berdiri, perasaan Angel tiba-tiba tak enak. Bryan keluar dari mobil itu.


"Silahkan masuk!" sapa Bryan membukakan pintu mobil sebelah penumpang untuk Angel.


"Aku naik bus aja kak." jawab Angel menolak secara halus. Bryan menunjuk Angel dan pintu mobil bergantian dengan dagunya seolah tak mau dibantah memberikan kode lewat dagu dan tatapan matanya.


Angel menatap Bryan jengah, semua orang yang ada di halte menatap Angel kagum. Apalagi ada beberapa dari kelompok belajarnya tadi juga ikut menunggu bus datang. Angel terpaksa naik mengikuti kemauan Bryan.


Di kejauhan, ada seseorang yang memperhatikan interaksi keduanya. Tangannya terkepal menahan amarah. Segera dikendalikan dirinya, seketika dirinya sadar bahwa dia tak ada hubungan apapun lagi pada gadis itu. Al menghela nafas berat, menyesali keputusannya untuk berpisah dengan Angel, hanya merasa minder dengan kekayaan yang jelas-jelas itu milik orang tua Angel.


"Aku... masih mencintaimu. Hari ini, besok dan seterusnya." bisik Al di kejauhan, dia pun pulang ke kontrakannya.


Ya, setelah jam pulang kantor dan untungnya dia tidak lembur hari itu sehingga dia bisa pulang lebih awal. Dia pergi ke depan kampusnya berharap dapat bertemu atau hanya sekedar melihat Angel sedang menunggu di halte bus.

__ADS_1


Meski Al ragu akan melihat Angel yang mungkin sudah pulang dari kampus. Tapi, entah apa yang terjadi, Al benar-benar melihat Angel. Di kejauhan Angel baru keluar dari gerbang kampus berjalan menuju halte bus. Al mengikuti di belakangnya dari arah seberang jalan hingga Angel berdiri di halte Al segera bersembunyi.


Entah kenapa dia memilih untuk bersembunyi. Al menatap dengan wajah penuh cinta dan kerinduan yang teramat sangat dalam. Hingga kemunculan Bryan membuat Al terpaksa mengakhiri tatapannya yang beralih menatap Bryan tajam meski Bryan tak melihatnya.


**


'Kak, sudah pulang?' pesan Dion yang dikirim ke ponsel Angel malam itu. Dion tau Angel akan pulang terlambat. Tadi di kampus mengajak pulang bersama tapi Angel beralasan sedang ada tugas kelompok jadi Angel harus pulang terlambat untuk mengerjakan di perpustakaan kampus.


'Sudah dari tadi.' jawab pesan Angel. Dion tersenyum.


'Mau beli es krim?' balas Dion lagi.


'Sekarang?' balas Angel.


'Tentu.'


'Ini sudah malam, apa kau tidak kedinginan?' jawab pesan dari Angel.


'Panas kak, memang cuacanya lagi panas kan?' isi pesan Dion.


'Aku tunggu di kedai es krim waktu itu ya.'


'Dion... hei.. Dion...'


Dion mengirim gambar dirinya di kedai es krim dengan sedikit kata-kata.


'Aku akan menunggu kakak sampai datang.'


Pesan Angel tak dibaca sama sekali oleh Dion, Angel tersenyum lucu. Dia segera berganti pakaian dengan pakaian yang lebih pantas. Memang cuaca akhir-akhir ini sangat panas. Angel juga sering makan es krim di rumah waktu malam hari.


"Kakak sudah datang?" tanya Dion tersenyum senang melihat Angel yang muncul dengan nafas terengah-engah. Kedai es krim memang tak jauh dari rumah Angel tapi kalau jalan kaki memang memerlukan waktu 20 menit. Angel terpaksa sedikit berlari karena tak mau membuat Dion lama menunggunya.


"Hos...hos... aku kaya habis lari maraton aja." ucap Angel terengah-engah duduk di kursi depan meja Dion.


"Kenapa kakak lari? Jalan kaki kan juga dekat?" ucap Dion. Angel hanya tersenyum.


"Kau sudah lama menunggu?" pelayan datang menghampiri meja mereka, Angel memesan es krim coklat kesukaannya.

__ADS_1


"Baru kok, mungkin setengah jam." jawab Dion santai sambil makan es krimnya.


"Apa? Setengah jam." jawab Angel terkejut.


Dion hanya tersenyum karena keterkejutan Angel, Dion bisa melihat wajah Angel yang sangat merasa bersalah.


"Maaf... kau juga mendadak sih." ucap Angel lagi.


"Tak apa, yang penting sekarang kakak sudah ada disini." jawab Dion tersenyum.


Es krim pesanan Angel tiba, mereka memutuskan memakannya dalam diam demi menikmati segarnya es krim apalagi tadi Angel berlari menuju kedai itu.


"Ada apa mengajakku makan es krim?" tanya Angel setelah makan es krim tinggal setengah.


"Cuman pengen saja." jawab Dion masa bodoh. Angel meletakkan sendok es krim menatap Dion lekat. Dion yang ditatap salah tingkah merasa dirinya seperti melakukan kesalahan.


"Iya...iya... kakak selalu tau ya?" jawab Dion akhirnya.


"Kak..." Dion menjeda kalimatnya.


"Ya?" Angel menatap Dion yang mulai serius dengan ucapannya.


"Maukah kakak jadi pacarku?" ucap Dion menatap Angel lekat tak ingin melepaskan pandangannya dari Angel sampai Angel memberikan jawabannya. Angel sontak terkejut menatap Dion lekat juga. Tatapan mata Dion yang penuh harap membuat Angel tak enak hati.


TBC


Mohon dukungannya


Beri like, rate dan vote nya


Makasih yang sudah mendukung 🙏🙏🙏


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2