Perselingkuhan

Perselingkuhan
mengagumi


__ADS_3

" akhirnya tugas kuliah ku selesai juga, rasanya senang sekali! meskipun tidak semuanya" kata Jhony


" terimakasih ya sun hee sudah mengajak kami liburan" ujar Yoona


" sama-sama, aku dan suamiku sangat senang karena kalian berdua juga ikut, semoga dilain waktu kita bisa liburan bersama lagi" kata sun hee dengan sangat bahagia


" iya, semoga kita semua selalu bersama sama", aku tidak menyangka aku bisa mendapatkan sahabat serasa saudara kandung seperti ini dan mendapatkan suami yang sebaik ini, aku sangat bahagia karena dikelilingi oleh orang-orang baik seperti mereka" ujar Yoona dalam hati


Yoona adalah anak yatim-piatu sejak usianya 13 tahun dan dia dibesarkan di sebuah panti asuhan, setelah masuk sekolah menengah pertama dia bertemu dengan Sun hee, sejak saat itu hingga sekarang mereka berdua selalu bersama, mereka berdua sudah seperti saudara kandung tapi tak sedarah.


sesampainya di rumah Yuta kembali dengan kesibukannya dan atasannya menyuruhnya langsung ke kantor, Yuta pun langsung bergegas menuju ke kantor." sayang!..aku berangkat kekantor dulu ya, umahhh" kata Yuta


" iya, hati-hati sayang" dia bahkan tidak istirahat, padahal dia sudah sangat lelah karena perjalanannya jauh" kata Yoona


tiba di kantor, Yuta langsung menemui atasannya." selamat siang pak, selamat siang Bu Rossa" kata Yuta


" iya, duduklah. maaf aku langsung menyuruh mu untuk kekantor, ada beberapa hal yang harus kita bahas tentang perusahaan yang kalian tangani kemarin" Kata atasan Yuta


" tidak apa-apa pak, lalu bagaimana dengan hasilnya pak" tanya Yuta


" kalian berdua sudah berhasil menyelamatkan perusahaan itu, kerja keras kalian akhirnya berbuah manis, ternyata aku tidak salah memilih orang dan kalian berdua adalah CEO terbaik perusahaan ini" kata atasan Yuta


" syukurlah pak dan terimakasih atas pujiannya, saya juga merasa sangat bangga dengan apa yang sudah kami capai, terimakasih Bu Rossa atas kerjasamanya" kata Yuta


" ahhh tidak pak, bapak lah yang sudah banyak mengajarkan kepada saya tentang pekerjaan ini dan saya lah yang seharusnya berterima kasih kepada bapak" kata Rossa sambil tersenyum


Yuta pun membalas dengan senyuman, Yuta sangat bahagia akhirnya dia bisa menyelamatkan perusahaan tersebut dan otomatis atasannya akan lebih banyak mengandalkannya.


" baiklah kita harus merayakan kemenangan ini, aku akan membuat pesta, pesta yang sangat besar ini bukan cuma untuk merayakan kemenangan kita, tapi pesta ini akan menjadi tempat pertemuan kita dengan perusahaan-peruasahaan besar lainnya" kata atasan Yuta


" baik pak" kata Yuta


" dan untuk kapan dan dimana kita akan melakukan pestanya kita akan bahas lagi nanti, sekarang kita harus pergi makan bersama, oke" kata atasan Yuta


" baik pak, kami berdua ikut saja" kata Yuta


Mereka pun pergi makan bersama di sebuah restoran mewah, " Rossa, apa kamu punya pacar" tanya atasannya


Rosa kaget mendengar pertanyaan atasannya itu" ah belum ada pak" jawab Rossa dengan malu-malu


" wah sayang sekali ya, semoga kamu cepat menemukan orang yang kamu cintai" ujar atasannya


" terimakasih pak" jawab Rossa


" baiklah kalau begitu aku pulang duluan" kata atasannya


" baik pak, terimakasih atas makan malamnya" kata Yuta


" apa ibu Rossa sudah mau pulang, jika ibu sudah mau pulang mari saya antar'' tanya Yuta


" iya"


Yuta pun pergi mengantar Rossa, ini pertama kali Yuta mengantar wanita lain selain istrinya, Yuta bahkan tidak berbicara. karena Yuta Hanya diam saja, Rossa pun jadi bingung harus mulai berbicara apa." Terimakasih pak sudah mau mengantar saya pulang" kata Rossa


" iya sama-sama bu" jawab Yuta dengan ketus


" dia cuek sekali, padahal aku hanya ingin akrab dengannya" kata Rossa dalam hati


Rossa pun kembali terdiam." aku harus bicara apa lagi, pak Yuta cuek sekali" kata Rossa


" apa rumah ibu masih jauh dari sini" tanya Yuta


" sebentar lagi juga sampai pak" jawab Rossa


tiba-tiba teleponnya Yuta berdering dan Yuta pun langsung tersenyum." Dia tersenyum hanya karena ada orang yang menelepon nya" kata Rossa dalam hati


" hello sayang" kata Yuta


" ayah, kapan ayah pulang" tanya Yoora


" sebentar lagi sayang, kenapa sih? segitu kangennya yah sama ayah" tanya Yuta


" iya, sangat kangen, jadi cepatlah pulang" jawab Yoora


Yuta tertawa mendengar jawaban anaknya itu" baiklah sayang, ayah sebentar lagi akan sampai" jawab Yuta


" iya Bey Bey ayah, Umahhhh" kata Yoora


"kita sudah sampai Bu" kata Yuta


" ah iya pak, terimakasih" kata Rossa

__ADS_1


Yuta membalas dengan tersenyum


karena khawatir putri tercintanya menunggu, Yuta pun menambah kecepatan mobilnya, sampainya di rumah ternyata putrinya sudah tidur." yah ternyata dia sudah tidur ya" kata Yuta


" iya sayang, mau aku siapkan makan malam" tanya Yoona


" tidak usah sayang, tadi aku sudah makan malam bersama dengan atasan aku" jawab Yuta


" baiklah" kata Yoona


" oh ya sayang, aku sekarang lagi bahagia sekali, karena perusahaan yang aku tangani kemarin itu berhasil kami selamatkan" kata Yuta


" benarkah, syukurlah sayang aku juga ikut bahagia mendengarnya" kata Yoona


" kalau begitu ayo kita pergi tidur" kata Yuta sambil memeluk dan mencium istrinya.


" tidak boleh kan ada yoora di kamar" kata Yoona


" aku akan memindahkannya untuk sementara" kata Yuta


Yoona pun tersenyum." kasian dong sayang, dia itu sudah nungguin kamu dari tadi" kata Yoona


" tapi aku sangat kangen sama kamu sayang" kata Yuta sambil menggigit manja bahu istrinya


pagi pun tiba, Yoona langsung bergegas untuk bangun dan menyiapkan sarapan pagi untuk mereka berdua." umahhh! umahh.. selamat pagi princess, ayo bangun sayang, om Jhony sudah menunggu di luar" kata Yuta sambil mencium putrinya


yoora tetap tidak bangun, Karena khawatir putrinya terlambat Yuta pun mengangkat putrinya ke kamar mandi.


" selamat pagi nyonya" kata Jhony


" iya, ayo masuk, Yoora lagi siap-siap, Jadi tunggu lah didalam" Kata Yoona


" iya nyonya, saya tunggu diluar saja" kata Jhony


" ayo sayang, paman Jhony sudah menunggu mu" kata Yoona


"maaf paman Jhony aku terlambat" kata Yoora


" tidak apa-apa tuan putri" kata supir Jhony


" kami berangkat dulu nyonya" kata supir Jhony


" terimakasih nyonya" kebetulan sekali aku belum sarapan pagi, ini yang kedua kalinya aku di kasih bekal oleh nyonya. kata supir Jhony dalam hati


Jhony pun bertekad ingin memiliki istri seperti Yoora yang baik, ramah, penuh pengertian sepertinya, tapi di dunia yang seperti itu sangatlah langkah," semoga tuhan menyisakan satu untuk ku" kata supir Jhony


" Bey Bey tuan putri" kata supir Jhony


yoora pun tersenyum." dia sangat cantik seperti ibunya" kata supir Jhony sambil melihat Yoora


" hallo.. Lia sekarang kamu lagi dimana" tanya Jhony


" aku lagi dikampus, ada yang bisa ku bantu? tanya Lia


" tidak, aku kira hari ini kamu tidak ke kampus" kata Jhony


" mana mungkin aku tidak kekampus, dari kemarin aku tidak melihat mu, aku sangat merindukan mu"kata Lia dalam hati


" baiklah aku akan segera kesana" kata Jhony


" yeeeeeee akhirnya aku bisa melihat mu lagi, aku harus bagaimana ya? apa aku bilang saja kalau aku mencintainya, tapi itu tidak mungkin aku ingin dia yang mengatakan sendiri" kata Lia


(gengsinya perempuan itu sangat tinggi)


" sayang.. aku berangkat kekantor dulu ya" kata Yuta


" iya sayang, hati-hati ya" kata Yoona


besok adalah hari ulang tahunnya Yuta yang ke 31 tahun, oleh karena itu Yoona bingung harus membelikan hadiah apa untuk suaminya." apa yang dia butuhkan yah? yah aku tahu, sepertinya aku harus membelikannya Jam tangan, sepertinya itu ide bagus" kata Yoona


setelah mendapatkan idenya Yoona pun langsung bersiap siap untuk pergi membelikan jam tangan suaminya." hallo Jhony, apa sekarang kamu lagi sibuk" tanya Yoona


" tidak nyonya" kata supir Jhony


" bisa antar saya ke Mall sekarang'' tanya Yoona


" baiklah nyonya saya akan segera kesana" jawab sopir Jhony


sebaiknya aku telepon Lia, untuk memberitahukan kalau aku tidak jadi kekampus sekarang" hai....maaf ya hari ini aku tidak jadi kekampus, karena aku harus mengantar majikan ku kesuatu tempat, aku minta maaf banget ya" kata Jhony


" iya tidak apa-apa" jawab Lia dengan menghela nafasnya

__ADS_1


" dia pasti sangat kecewa" kata Jhony


"kenapa jadi begini sih, padahal aku sudah sangat berharap agar dia bisa datang hari ini, kenapa kamu tidak mengerti Jhony, kalau aku sangat merindukan mu" kata Lia dengan kecewa


" maaf nyonya saya terlambat, karena diluar sedang hujan" kata supir Jhony


" iya tidak apa-apa, apa kamu baik-baik saja" tanya Yoona


" aku baik-baik saja nyonya, kalau begitu mari kita berangkat nyonya" kata supir Jhony


Yoona selalu merasa tidak enak hati dengan supir Jhony, karena selalu merepotkan Jhony, meski pun Jhony adalah supir pribadinya.


"selamat pagi pak Yuta" kata Rossa


Yuta hanya tersenyum." hari ini kita ada pertemuan diluar, apa ibu Rossa sudah siap" kata Yuta


"sudah pak" kata Rossa


" kalau begitu ayo kita berangkat, jangan sampai kita terlambat dan kehilangan klien kita" kata Yuta


mereka berdua pun bergegas untuk pergi, sesampainya di tempat kerja mereka pun langsung memulai pekerjaan mereka. padahal baru beberapa kali bekerja sama, mereka berdua sudah bisa menyeimbangi kemampuan nya masing-masing,Yuta dan Rossa pun menjadi berlian dalam perusahaan mereka, sehingga klien mana pun akan mudah mereka ambil." aku jadi kagum sama pak Yuta, dia adalah sosok pekerja keras, tapi dia sangat cuek" kata Rossa dalam hati


" pak bagaimana kalau kita makan siang bersama, jika bapak ada waktu" kata Rossa


" baiklah" kata Rossa


Rossa pun tersenyum, dia tidak menyangka kalau Yuta akan mengiyakan ajakan nya. Hujan pun semakin deras. " kita sudah sampai nyonya, saya akan payung kan nyonya sampai kedalaman" kata supir Jhony


" baiklah" kata Yoona


karena hujannya sangat deras Jhony pun jadi basah, payung nya hanya cukup untuk satu orang, sungguh tidak mungkin jika dia harus membiarkan majikannya basah kuyup." terimakasih ya Jhony" kata Yoona


" sama-sama nyonya, saya akan menunggu diluar" kata supir Jhony


Yoona pun membeli dua jam tangan mewah, tapi dengan merek yang berbeda, Yoona juga ingat kalau sepatunya supir Jhony sudah kusam dan Yoona pun memberikan nya untuk supir Jhony, tapi Yoona tidak tahu nomor sepatu nya Jhony." ya ampon bagaimana aku memberikan nya, oh iya dia baru berusia 19 tahun, sebaiknya aku belikan ukuran besar karena dia akan bertambah besar, oh iya sekalian aku belikan hoodie karena tadi dia sudah basah kuyup" kata Yoona


" Jhony... pergi lah ganti baju mu agar tidak masuk angin" kata Yoona


" tidak apa-apa nyonya, sebaiknya kita langsung pulang, takutnya Yoora sudah menunggu saya" kata supir Jhony


" baiklah, ini untuk mu" kata Yoona


" terimakasih nyonya" kata supir Jhony


sampai nya di sekolah Jhony pun langsung menjemput yoora dengan payung, lagi dan lagi dia rela basah kuyup demi melindungi yoora agar tidak kehujanan." maaf ya...paman Jhony terlambat, pakelah jaket ini agar kamu tidak kedinginan" kata supir Jhony dan jaket itu adalah jaket yang baru saja dibelikan oleh Yoona tadi.


" lalu paman Jhony bagaimana" tanya Yoora


" paman Jhony kan sudah besar, jadi paman Jhony sudah kuat tahan dingin" kata supir Jhony


mereka pun bergegas menuju ke mobil.( aduh supir Jhony baik bangat ya, udah ganteng suka anak kecil, uwu uwu bangat °\=°)


" apa bapak sudah lama bekerja di perusahaan ini" tanya Rossa


" iya, sekitar 3 tahun yang lalu" jawab Yuta


" aku harus bertanya apa lagi" kata Rossa dalam hati


" lalu ibu, sejak kapan mulai bekerja di perusahaan ini" tanya Yuta


" baru satu tahun yang lalu" jawab Rossa tumbuh ya dia tanya balik, apa dia sudah mulai terbiasa dengan ku


" wow... berarti ibu termasuk orang yang pintar, baru satu tahun bekerja sudah di angkat menjadi CEO muda di perusahaan ini" sanjung Yuta


" Rossa pun tersipu malu, terimakasih pak atas pujiannya, bapak juga, semenjak saya bertemu dengan bapak, saya menjadikan bapak sebagai panutan bagi saya" Kata Rossa


" terimakasih Bu Rossa" jawab Yuta dengan ketus


sesampainya di rumah, Yoona pun bergegas membuatkan teh hangat untuk supir Jhony dan yoora." minum lah....teh ini bisa menghangatkan tubuh mu, kenapa kamu tidak masuk saja dulu untuk ganti pakaian mu" tanya Yoona


" tidak baik jika saya masuk tanpa ada suaminya nyonya, saya takut akan ada kesalahpahaman terhadap pendapat orang-orang" kata supir Jhony


" benar juga, aku tidak menyangka Jhony bisa berfikir dewasa juga" kata Yoona dalam hati


" kalau begitu saya pamit pulang dulu nyonya, terimakasih untuk semuanya" kata supir Jhony


" sama-sama, oh ya untuk jaket mu aku akan mencucinya dulu, terimakasih sudah perhatian sama Yoora" kata Yoona


" sama-sama nyonya, itu sudah menjadi tanggung jawab saya" kata supir Jhony


"apa yang bisa aku lakukan, nyonya sangatlah baik kepada ku, dia bahkan memberikan aku sebuah jam tangan mewah dan sepatu yang mahal. aku akan menjaganya sebaik mungkin, aku sangat bersyukur bisa bekerja dengan keluarga pak Yuta mereka semua sangat lah baik, aku sangat mengagumi keluarga itu, semoga suatu saat aku juga dipertemukan dengan sesosok perempuan yang sangat pengertian seperti sosok nyonya Yoona.kata supir Jhony

__ADS_1


__ADS_2