
"Tuan..."seru Noah, senyumnya langsung hilang.
"Orang yang kuajak kabur kemarin adalah Karina?"
"Dan kurasa kami benar-benar berjodoh, setelah sekian lama kenapa Karina yang kutabrak kemarin,"jelas Derian tersenyum senang.
"Tapi tuan...Apa anda lupa siapa yang membuat anda kabur-kaburan seperti itu dan..."kata Noah segera disela Derian.
"Aku tau dan aku juga mengerti.Saat aku bertemu dengannya,kau tau Noah,hatiku yang kosong selama ini langsung terasa penuh dan bahagia.Begitu berharganya Karina dalam hidupku hingga seberapa besar kesalahan yang diperbuat padaku,aku tetap tak bisa untuk tidak memaafkannya,aku terlalu mencintainya,"sela Derian lirih di akhir kalimatnya.
"Tapi tuan..."tanya Noah lagi masih belum terima.
"Dan satu hal lagi,dia tidak tahu jika aku sudah mengingatnya."
"Maksut tuan..?"tanya Noah ragu.
"Aku sudah mengingatnya tapi dia belum tau itu,jadi aku akan mendekatinya seperti baru pertama kenal dengannya.Apapun caranya, untuk kali ini aku akan mengikatnya dan tak akan pernah melepaskannya lagi."ucap Derian yakin.
"Kuharap tuan benar-benar sembuh kali ini dan maaf saya tidak akan membiarkan dia lepas dari anda lagi tuan?"ujar Noah akhirnya memilih mengalah.
"Oh ya, mana laporan yang aku minta!"
"Ini tuan, menurut penyelidikan saya,nona Karina telah bercerai dengan suaminya sebulan lalu,"
"Apa?"Noah tersentak melihat reaksi Derian yang tiba-tiba berdiri.
"Ya tuan.Dan rumah yang ditempati sekarang adalah rumah dinas dari negara untuk nona Karina sebagai PNS."jelas Noah lagi tidak diteruskan perkataannya menunggu reaksi tuannya.
"Kau yakin?Dia sudah bercerai?"tanya Derian antusias tersenyum semangat memegang kedua lengan Noah.
"Ya tuan."
"Ah, apa-apaan pria itu,apa dia mengusirnya tanpa memberikan apapun?"seru Derian marah mendengar Karina tinggal di rumah kecil yang bukan miliknya.
"Tidak tuan,tidak seperti itu..suami.."pelototan mata Derian membuat Noah bergidik segera meralat perkataannya.
"Maksut saya mantan suaminya memberikan rumah tempat tinggal mereka sebagai harta gono-gini, tetapi.."
"Tapi apa?"tanya Derian tak sabaran meraih berkas di tangan Derian membacanya dengan teliti hingga ke akhir laporan itu.
Derian tersenyum puas setelah membaca akhir laporan itu.
__ADS_1
"Ini baru wanitaku,wanitaku memang sulit ditaklukkan."ujar Derian tersenyum menyeringai.
"Noah ..."
"Ya tuan?"
"Segera urus perceraianku bagaimanapun caranya?"
"Ya?Apa tuan yakin?"
"Aku sudah menyuruhmu untuk menyuruh seseorang untuk mengawasi semua gerak-geriknya 24 jam kan?"ucap Derian kesal Noah yang kurang peka terhadap keinginannya.
"Ya tuan."
"Aku tak mau lama-lama, gunakan semua bukti-bukri yang kau punya untuk membuatnya menandatangani surat itu."
"Ya tuan."
Derian meneruskan kembali pekerjaannya, memikirkan tentang Karina membuat mood nya benar-benar membaik.Semangatnya pun semakin besar untuk menjadikan Karina menjadi miliknya.
Tok tok tok
Suara pintu rumah Karina,Karina membuka pintu.
"Masuklah!"Derian mengikuti Karina ke tempat makan, Karina sudah bosan memperingatkan untuk jangan terlalu sering datang,tapi ada saja alasannya untuk bisa datang.
"Kalau sudah selesai,pulanglah!"ucap Karina mengalihkan pandangannya dengan membereskan meja makannya.Karina sebenarnya tak mau melakukannya,Karina juga senang Derian selalu datang .Derian menarik jemari tangan Karina.Karina menoleh menatap tangannya, beralih menatap Derian yang juga menatapnya.
"Aku mau mengatakan sesuatu?"pinta Derian. Karina kembali duduk.Derian masih memegang tangan Karina.Ragu ingin mengatakan sesuatu.
"Maukah kau menikah denganku?"kata Derian yakin.Karina terkejut segera melepas tangannya yang digenggam Derian.
"Pulanglah sudah malam!"Karina berdiri dari tempat duduknya tak menjawab perkataan Derian.
"Aku akan menunggu,"kata Derian lagi, meletakkan kotak cincin itu di meja.
"Aku menolaknya,"jawab Karina tegas.Derian langsung menoleh menatap Karina tak suka.
"Kenapa?Boleh aku tahu alasannya?"desak Derian menarik lengan Karina menatapnya.
Mereka masih saling diam dan saling menatap belum ada yang bicara.
__ADS_1
"Aku mandul."
"Aku tak peduli."
"Aku seorang janda."
"Aku juga tak peduli."teriak Derian tak suka membuat emosinya kembali naik.
"Aku tak mau jadi pelakor?"ucap Karina, Derian terkejut, pegangan tangannya mengendur,Karina melepaskan diri.
"Kami akan bercerai,"ucap Derian sudah lebih tenang.
"Jangan lakukan itu? Kasihan anak-anak!"
"Aku yang akan mengurus anak-anakku meski diurus pengasuh,"jawab Derian.Karina menoleh lagi menatap Derian lekat.
"Maaf,aku tetap menolaknya!"ucap Karina tegas hendak pergi lagi.
"Kalau begitu, kenapa kita tak menjalin hubungan seperti dulu lagi?"ucapan Derian yang terakhir membuat Karina menoleh menatap Derian lagi, terkejut,iya,Karina terkejut dengan kata-kata Derian.Bukan,itu artinya selama ini Derian ingat siapa dirinya dan dia setiap hari datang berpura-pura tak ingat dan Karina seperti orang bodoh yang tak tau apapun.Karina tersenyum miris mengingat kembali kedatangan Derian yang entah kenapa itu seperti mengulang kembali apa saja yang pernah terjadi diantara mereka dulu.Karina merasa dibohongi seperti orang idiot.
"Pergilah!"ucap Karina lirih kembali berbalik untuk pergi.
"Aku ingat semuanya,aku ingat kamu,aku ingat saat kau memohon untuk mengajakmu putus,aku juga ingat pernyataan cintamu padaku saat aku setengah tidur."seru Derian masih belum menyerah.Karina terbelalak tapi tak berbalik,hanya diam di tempat.
"Aku pun sangat mencintaimu, sungguh mencintaimu,tak bisakah kita kembali seperti dulu."bisik Derian mendekap tubuh Karina erat dari belakang, menyerukkan wajahnya ke dalam leher Karina, mengecupnya, menjelajahi seluruh lehernya.Karina tak bisa menolak, tubuhnya juga menginginkannya meski otaknya ingin menolak.Karina juga sangat mencintai Derian,ia ingin mengatakan seperti itu tapi akal pikirannya melarangnya.
Karina menikmati setiap sentuhan Derian, merasa tak ada penolakan, Derian dengan aktif menelusuri leher Karina, memutar tubuh Karina, mengecup lembut bibirnya.Derian yang sudah berkabut g***** tak dapat menahan lagi, Derian merindukan wanita ini, Derian merindukan tubuh wanita ini.Tubuhnya bagaikan candu baginya, setiap dirinya menyentuh, Derian menginginkan lagi lagi dan lagi,bahkan tak cukup puas sekali atau dua kali,bahkan berulang kali bagi Derian itu tak cukup.Karina ikut menikmati terbawa suasana, tak bisa bukan tapi tak mau menolak lagi.Derian mengangkatnya ke kamar tanpa melepas ciumannya.
Permainan sepasang manusia yang berbeda yang berusaha untuk mencapai kepuasan masing-masing, tak memperdulikan lagi yang lainnya.
TBC
Mohon like dan vote nya
Saran-sarannya juga,,ini karya pertama saya..
Makasih 🙏🙏
.
.
__ADS_1
.