Perselingkuhan

Perselingkuhan
Episode 55


__ADS_3

Persiapan pernikahan Angel sedang direncanakan, setelah pertemuan kedua orang tua terjadi yang begitu mengejutkan kedua belah pihak keluarga. Membuat Karina sedikit shock.


Flashback on


Hari itu hari pertemuan kedua belah pihak orang tua masing-masing. Orang tua Al akan berkunjung ke rumah orang tua Angel.


Setelah beberapa waktu lalu Angel dibawa pulang oleh Al untuk diperkenalkan kepada orang tua Al, orang tua Angel mendesak orang tua Al untuk segera melamar secara resmi.


Pukul tujuh malam, orang tua Al sudah tiba beserta Al.


"Ma, mereka sudah datang." seru Angel yang ikut membantu menyiapkan makanan untuk makan malam bersama nanti.


"Baiklah, mama juga hampir selesai, kau panggil papamu." Angel tersenyum berlalu pergi ke ruang kerja Derian.


Mereka kedepan berdua diikuti Angel dari belakang.


"Mbak Karin..." seru seorang wanita setengah baya yang tiba-tiba berdiri dari duduknya. Karina yang juga terkejut dengan siapa yang ada di hadapannya kini sontak menggenggam erat lengan kekar suaminya.


"Irene..." bisik Karina lirih. Semua yang ada disitu ikut terkejut saat menyadari kedua wanita paruh itu saling mengenal. Karina mendadak merasakan kepalanya berdenyut dan hendak terhuyung tapi dengan sigap Derian menahannya.


"Kau tak apa sayang?" ucap Derian.


"Aku mau ke kamar." lirih Karina. Sebelum berbalik karena sempat menatap wajah Irene, siapa yang tak mengenalnya, Irene, wanita masa lalu yang menghancurkan rumah tangganya dulu meski sekarang kini dia sudah bahagia dengan orang yang benar-benar dicintainya juga.


Meski Irene hanyalah korban keegoisan mantan mertuanya, tapi rasa sakit dan kejadian masa lalu yang menimpanya dulu seolah berputar-putar seperti kaset rusak di dalam kepalanya. Hal yang ingin dihindari dan dilupakan oleh Karina entah kenapa terpapang nyata di depannya.


Kemarin saat putrinya menjalin hubungan dengan Dion dia bingung akan bersikap bagaimana jika dirinya berbesan dengan mantan suaminya yang jelas-jelas suaminya masih membenci mantan suaminya itu.


Karena dari sorot mata Reno masih terdapat cinta yang ditujukan untuk dirinya. Karina duduk di ranjangnya diikuti Derian yang mengerti kesedihan dan kekecewaan dari raut wajah istri tercintanya.


"Kau tak apa sayang?" lamunan Karina sontak buyar mendengar ucapan suaminya yang ternyata tetap disisinya menguatkan hatinya.


"Tak apa." jawab Karina lemah tak berhasrat.


"Kau terlihat pucat, apa kepalamu masih sering sakit?" tanya Derian cemas.


"Sungguh tak apa, aku baik-baik saja." jawab Karina tak mau membuat suaminya cemas.


"Sayang..." Karina menoleh menatap Derian.


"Aku mengenalmu tidak hanya setahun dua tahun sayang, tapi sudah hampir lima belas tahun kita berumah tangga, apa kau kira aku tak tahu apa yang kau pikirkan?" ucap Derian sedikit ketus. Karina terdiam menatap suaminya lekat.

__ADS_1


Benar, kami sudah berumah tangga selama itu setelah kami resmi sebagai pasangan yang sah. Kenapa aku sampai melupakan hal itu. batin Karina masih menatap suaminya lekat.


Karina menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya, meski umur mereka sudah tak lagi muda, kemesraan mereka masih saja terasa muda jika sedang bersama, tak peduli dengan anak-anak mereka yang sudah tidak kecil lagi.


"Apa yang harus kulakukan?" tanya Karina masih dalam pelukan hangat suaminya.


"Mungkin kau harus bicara berdua dengannya?" saran Derian.


"Aku? Kenapa aku harus berdua saja?" tanya Karina melepas pelukannya dan menatap suaminya lekat.


"Karena hanya kau yang tidak tahu." jawab Derian enteng tersenyum manis.


"Hanya aku yang.... tunggu dulu, itu artinya kau sudah tahu?" tanya Karina memicing. Derian hanya mengangguk mengiyakan.


"Sayang, kau tak memberitahuku?" ucap Karina kecewa.


"Kau tak bertanya." jawab Derian masih tersenyum tanpa rasa bersalah.


"Kau... kau curang?" Derian tergelak melihat istrinya terkejut.


"Maaf." bisik Derian lirih menarik istrinya ke dalam pelukannya lagi.


"Lalu?.... bagaimana menurutmu?" tanya Karina setelah perdebatan dalam benaknya.


"Kau yakin?" tanya Karina ragu.


"Temuilah dia!" saran Derian.


"Begitukah?"


"Mereka masih menginap di hotel." hibur Derian, karena dirinya tahu istrinya merasa bersalah karena menjudge seseorang yang tidak baik di masa lalu tetap memiliki sifat yang sama.


"Baiklah, aku akan minta nomer ponselnya pada Angel.


"Tentu. Jadi, apa kita akan makan malam. Aku lapar. Kau melarangku makan hanya untuk makan malam bersama calon besanmu." ucap Derian membuat Karina merasa bersalah.


Mereka pun turun untuk makan malam yang sudah ditunggu oleh anak-anak mereka. Makanan banyak yang terlanjur tersaji dibagikan pada para pelayan dan para pengawal mereka di rumah itu.


"Sayang ... " Karina menghampiri Angel yang duduk di kursi kamarnya yang belum tertutup. setelah makan malam tadi.


"Masuklah ma!" jawab Angel, Karina pun masuk dan duduk di tepi ranjang menghadap Angel yang duduk di kursi meja belajarnya.

__ADS_1


"Boleh mama minta nomer mama Al?" tanya Karina hati-hati.


"Ah, kenapa mama menanyakan hal yang sama dengan mama kak Al?" jawab Angel balik tanya.


"Apa maksudmu?" tanya Karina tak paham.


"Tadi sebelum pamit pulang, mama kak Al minta nomer ponsel mama. Dan akan menghubungi mama dan menjelaskan sesuatu." ucap Angel yang menatap Karina lekat penuh tanda tanya.


"Begitukah? Aku akan menunggunya menghubungiku." jawab Karina hendak pergi.


"Ma..." Karina berbalik menoleh menatap Angel.


"Ya?"


"Apa mama akan merestui kami?' tanya Angel sedikit takut, saat mengetahui reaksi Karina tadi, Angel takut rencana pernikahannya akan gagal.


"Kenapa kau bertanya seperti itu?" jawab Karina kembali mendekati Angel.


"Kalau mama tak merestui, kami bisa berpisah, mungkin...."


"Hei, apa maksudmu? Bukan seperti itu, mama pasti akan merestui pernikahan kalian asal kau bahagia dengan pilihanmu. Terlepas hubungan kami di masa lalu, kalian tak berhak terlibat hubungan rumit kami." jelas Karina membuat Angel bernafas lega.


"Terima kasih ma." ucap Angel memeluk Karina.


"Mama bukan orang yang egois hanya karena suatu hal mengimbas pada hubungan kalian. Tadi, mama hanya sedikit terkejut." ucap Karina.


"Apa seburuk itu hubungan masa lalu mama dengan mama kak Al?" tanya Angel hati-hati.


"Bukan buruk, tapi sedikit rumit atau sangat rumit, mama bingung menjelaskannya. Nanti kau akan tahu dengan sendirinya." jawab Karina meninggalkan kamar Angel.


TBC


Mohon dukungannya


Beri like, rate dan vote nya


Makasih yang sudah mendukung 🙏🙏


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2