
Makanan yang mereka pesan akhirnya datang, setelah menunggu kurang lebih 30 menit. Dion dan Angel yang memutuskan untuk makan siang bersama setelah dari Bukit Seduri. Dion memilih untuk mengajak Angel makan di kawasan wisata itu.Tak sampai setengah jam pesanan mereka sudah datang.
"Kak."
"Ya?" Angel menatap Dion, setelah meletakkan sendoknya.
"Apa boleh aku minta sesuatu pada kakak?" tanya Dion ragu.
"Katakanlah!"
"Aku memutuskan menemui mereka minggu depan?"
"Baguslah!" tersenyum senang.
"Apa kakak bersedia menemaniku?"
"Ya?" jawab Angel masih belum paham maksud Dion.
"Mungkin jika bersama dengan kakak aku akan kuat?" ucap Dion lagi. Angel terdiam menatap Dion lekat.
"Tentu." jawab Angel yakin.
"Benarkah?" tanya Dion berbinar-binar.
"Ok." jawab Angel yakin.
"Makasih kak..." ucap Dion menggenggam jemari tangan Angel yang ada di atas meja. Angel pun balas menggenggamnya.
"Kalau hal itu bisa menjadi kekuatanmu aku akan ikut."
"Makasih kak." mencium punggung tangan Angel meski di tempat itu sedang ramai. Angel menjadi tersipu karena dilihat banyak orang.
**
Seperti yang Angel duga suasana rumah masih tetap tenang. Setelah kejadian perkelahian antara Bryan dan Dion tak diungkit papanya lagi. Angel sungguh bersyukur lega, mamanya mampu membuat papanya untuk diam tak banyak bertanya padanya. Mamanya pun juga tak mendesaknya untuk bicara.
__ADS_1
Dion, setiap hari menjemputnya untuk berangkat ke kampus bersama-sama meski sering bersamaan datang tapi Dion selalu datang lebih dulu. Hal itu membuat Bryan semakin marah. Tapi, tak bisa berbuat apapun.
Hingga malam itu, keluarga Bryan datang ke rumah besar Derian.
"Apa kabar anda tuan?" sapa Atmaja ayah Bryan memeluk tubuh Derian, berpelukan ala lelaki. Dan Karina pun juga menyambut kedatangan istri Atmaja dan saling menyapa sesama wanita.
"Baik. Bagaimana dengan anda?" tanya Derian balik basa-basi.
Kemarin Derian diberitahu sekretarisnya kalau keluarga Atmaja akan bertamu di rumahnya besok. Saat Derian bertanya ada keperluan apa pada Noah, Noah hanya menjawab makan malam keluarga seperti biasanya.
Hal itu membuat Derian sempat berpikir keras, tapi tak menemukan apapun tujuannya. Kerja sama mereka terjalin baik, bahkan sangat baik, sehingga tak harus membuat mereka berakraban hanya untuk makan malam bersama. Derian akhirnya mengiyakan ajakan untuk berkunjung ke rumahnya.
Hingga malam itu mereka pun akhirnya tiba. Dan saat Derian melihat putra mereka Bryan juga ikut datang, Derian mulai memahami maksud kedatangan mereka yang tak lain dan tak bukan mungkin berhubungan dengan perjodohan putra dan putri mereka.
Mereka pun duduk di sofa ruang tamu saling mengobrol basa-basi tentang bisnis mereka yang sedang berjalan. Karina menyuruh salah satu pelayannya untuk memanggil Angel turun. Meski Karina sudah bicara pada Angel sebelumnya.
Angel turun dan duduk berhadapan dengan Bryan dengan wajah penuh senyum seringai yang ditatap oleh Angel dengan pandangan mata tak suka.
"Kami ingin bicara berdua saja, Apakah om Derian mengizinkan?" sela Bryan setelah melihat Angel datang dan duduk dihadapannya.
"Tentu. Bicaralah kalian!" jawab Derian terpaksa mengiyakan meski dirinya pun sebenarnya tak suka dengan pemuda bernama Bryan itu.
Saat Bryan dan Angel hendak pergi, pelayan rumah Derian mengatakan kalau makan malam sudah siap. Dan terpaksa mereka makan malam terlebih dulu.
"Boleh aku tau maksud kedatangan kakak?" tanya Angel saat mereka sudah duduk terpisah dari orang tua mereka.
Mereka memutuskan untuk duduk di samping rumah di gazebo dekat kolam renang rumah Derian. Setelah makan malam selesai, Bryan langsung pamit dan mengajak Angel untuk duduk berdua di gazebo samping rumah.
"Ah, mungkin membahas tentang kelanjutan hubungan kita." jawab Bryan santai menatap Angel menyeringai.
"Maaf sekali, aku sudah menolak untuk meneruskan perjodohan ini." ucap Angel tegas. Senyum Bryan seketika menghilang meski kembali menyeringai.
"Kurasa tak ada alasan untuk papamu membatalkan perjodohan ini?" ucap Bryan yakin.
"Ada. Dan aku yakin papaku tak akan memaksakan kehendaknya pada anak-anaknya." jawab Angel semakin membuat Bryan menahan amarahnya terlihat tangannya mengepal.
__ADS_1
"Apa maksudmu anak ingusan itu? Apa kau akan mengatakan kau menyukai anak kemarin sore itu?" tanya Bryan menyindir.
"Ya. Biarpun dia hanya anak ingusan sepertinya lebih baik daripada kakak yang hanya lelaki yang sering gonta ganti perempuan." jawab Angel mengejek.
"Hei, pria berganti-ganti perempuan itu wajar, karena kami sedang memilih-milih jodoh kami." jawab Bryan tersenyum.
"Ah, begitukah? Kalau begitu kenapa tak jadikan mereka salah satu jodoh kakak." ucap Angel sarkas mulai muak bersama Bryan.
"Tentu saja tidak karena jodohku adalah kau." jawab Bryan PD.
"Tapi maaf, sekali lagi aku menolak." tegas Angel lagi meninggalkan Bryan sendiri dan masuk ke kamarnya di atas meski para orang tua sempat melihatnya, Angel pun sempat menundukkan kepalanya sopan pamit untuk masuk ke kamarnya.
"Bagaimana tuan?" tanya Atmaja yang sudah mulai bicara maksut kedatangannya.
"Sekali lagi saya minta maaf. Seperti pesan putri saya. Dia masih ingin belajar. Masih belum menginginkan pernikahan." jawab Derian tegas.
"Mereka tak harus menikah sekarang. Mereka bisa bertunangan dulu." jawab Atmaja masih mencari celah untuk menjalin hubungan lebih dengan keluarga Derian.
"Tapi putri saya menolak perjodohan ini. Maaf sekali tuan." jawab Derian lagi tegas.
"Apa saya boleh tau alasan penolakan perjodohan ini?" tanya Atmaja mulai tak suka karena niat baiknya untuk melamar putrinya ditolak.
"Saya sudah katakan sebelumnya. Putri saya menolak perjodohan dengan putra anda karena tidak menyukai sifat putra anda." jawab Derian masih dengan nada tegas dan berwibawa meski dirinya sudah mulai tak sabar dan emosi.
"Baiklah. Saya pun tak bisa membujuk apapun lagi. Ayo kita pulang!" ucap Atmaja menatap anak dan istrinya tanpa basa-basi pamit pada keluarga Derian karena merasa dipermalukan karena lamaran mereka ditolak.
TBC
Mohon dukungannya
Beri like, rate dan vote nya
Makasih yang sudah mendukung 🙏🙏
.
__ADS_1
.
.