Perselingkuhan

Perselingkuhan
Episode 77


__ADS_3

Persiapan pernikahan yang akan dilaksanakan siang ini oleh Dion dan Vio sudah dipersiapkan. Meski tanpa kehadiran orang tua Vio, Dion ingin mengesahkan hubungan mereka meski dengan cara siri. Itu dilakukan demi anak dalam kandungan Vio.


Dion ingin dirinya sah sebagai suami Vio sebelum anaknya lahir . Setelah urusan mertuanya selesai dan kembali ke ibukota, Dion akan langsung melamar Vio secara resmi dan mengesahkan pernikahan mereka secara hukum yang berlaku. Sehingga saat anaknya lahir nanti dia sudah resmi sah mempunyai orang tua.


"Kenapa kita tak menunggu orang tuaku dulu?" tanya Vio mencoba membujuk Dion lagi.


"Kapan orang tuamu akan pulang?" jawab Dion balik bertanya.


"Entahlah!" jawab Vio sambil mengedikkan kedua bahunya.


"Kau bahkan tak yakin kapan orang tuamu pulang. Apalagi urusan mereka berat. Aku tak mau menunda lagi untuk memilikimu. Kasihan bayi kita, orang tuanya belum menikah." jelas Dion terdiam menatap perut Vio yang mulai membuncit, perkiraan dokter terakhir Vio periksa memang sudah memasuki minggu ke dua belas.


"Bagaimana kalau papa marah karena kita tak izin menikah pada mereka?" tanya Vio.


"Serahkan hal itu padaku, kau tak usah mencemaskan apapun, kau sedang hamil, kau tak boleh stres, kasihan anak kita." hibur Dion.


Dion menarik Vio ke dalam pelukannya, mendekap erat tubuh calon istrinya. Vio menghela nafas berat, mencoba melepaskan bebannya dan percaya pada Dion. Dia akan lebih mengutamakan kondisinya, apalagi kini dirinya sedang hamil.


Pernikahan dimulai, hanya disaksikan beberapa orang, dengan pihak Dion, Reno yang menjadi saksinya. Sedang pihak Vio, Putri yang menjadi saksinya. Meski Dion harus mendapatkan tamparan beberapa kali dari Putri. Kalau saja Vio tak segera melerainya, mungkin Dion akan berakhir di rumah sakit.


Karena keyakinan perasaan Dion tentang perasaannya sudah hilang terhadap kakaknya, mungkin Putri tak akan mau merestui pernikahan mereka, apalagi kenyataan mengejutkan yang dikatakan Vio tentang kehamilan anak Dion. Membuat Putri shock dan menurut pernyataan Vio, Vio lah yang awalnya mencoba merayu Dion berkali-kali dan berkali-kali itu pula Dion juga menolaknya.


Namun Dion hanyalah manusia biasa yang normal yang semakin lama tidak akan bisa mengendalikan hasratnya juga, sehingga hal itu terjadi hingga Vio hamil. Putri mengusap wajahnya kasar, ingin dia mengumpat kesal pada adiknya yang bodoh itu, bagaimana bisa dia melakukan hal yang menjijikan itu dengan mengatasnamakan cinta.


Putri sempat mendiamkan adiknya yang beda ibu itu, tapi melihat perjuangan Dion yang membuktikan dirinya bahwa dia juga benar-benar mencintai adiknya itu. Akhirnya Putri pun luluh dan merestui hubungan mereka. Dia pun juga berjanji akan membantu mereka jika orang tuanya tak merestui hubungan mereka.

__ADS_1


Setelah pengucapan janji, pemberkatan pendeta, serta tukar cincin dan ciuman sepasang pengantin membuat Dion dan Vio sah menjadi pasangan suami istri secara siri.


Pernikahan secara hukum tetap harus dilaksanakan dengan persetujuan dan tanda tangan orang tua kandungnya jika mereka masih hidup. Mereka terpaksa menunda pernikahan mereka sah secara hukum sampai orang tua Vio pulang dari urusan mereka yang entah kapan.


Dion memboyong Vio yang sudah menjadi istrinya itu ke apartemennya. Reno hanya mengiyakan keinginan putranya itu.


Sebenarnya Reno menyarankan untuk mereka tinggal di rumahnya saja. Toh tak ada penghuni lain selain dirinya dan para pelayan. Namun dasarnya Dion yang keras kepala, dia menolak keinginan papanya itu.


"Welcome home..." seru Dion yang sudah membuka pintu apartemennya.


Vio hanya tersenyum senang masuk ke dalam apartemen. Menatap sekeliling, lumayan luas danewah dengan dua kamar dengan kamar mandi di dalam kamar.


"Ayo, kuantar ke kamar kita!" ucap Dion menarik jemari tangan Vio menuntunnya ke dalam kamar utama apartemen itu.


"Kau suka, meski ini bukan untuk pertama kalinya untuk kita. Aku tak mau melewatkan malam pertama kita." bisik Dion sambil memeluk tubuh istrinya dari belakang yang sudah semakin merona tersipu malu dengan keromantisan suaminya.


"Tapi, anak kita..." jawab Vio terbata.


"Ssstt... aku sudah konsultasi dengan dokter dan dia mengatakan memperbolehkan hubungan intim suami istri dengan syarat melakukannya dengan lembut. Aku pun setuju dan berjanji akan melakukannya dengan lembut agar tak menyakiti bayi kita." ucap Dion mulai mengecupi tengkuk istrinya mesra, membuat darah Vio berdesir merasakan perlakuan mesra Dion.


"A... aku.. mau mandi dulu." ucap Vio gugup.


"Bersama?" bisik Dion lirih semakin membuat Vio tak mampu menahan gejolak di dadanya yang semakin memburu dan menginginkannya juga.


Dion membalikkan tubuh istrinya dan mulai mengecupi bagian leher istrinya, menelusuri setiap sudut leher istrinya dengan meninggalkan kissmark membuat perasaan Vio melayang dengan perlakuan suaminya semakin membuatnya ikut terbakar gairah, hingga desahan manis keluar dari bibir mungilnya yang memerah.

__ADS_1


Dion tersenyum seringai menatap istrinya yang mulai berkabut gairah. Dion membopong tubuh istrinya tanpa melepas ciumannya masuk ke dalam kamar mandi, melepaskan seluruh pakaian keduanya. Masuk dalam bathtub hingga keduanya berciuman mesra.


Dion melepas ciumannya, membuat Vio berdecak kecewa. Tapi Dion menghentikan dan beralih memandikan istrinya, hanya benar-benar mandi. Hingga Vio hanya menatapnya penuh kekecewaan yang terlihat membuat Dion tergelak melihat sorot mata kekecewaan pada wajah istrinya.


"Aku belum ingin melakukannya disini. Kasihan bayi kita, aku ingin melakukannya di ranjang pengantin kita dengan lembut." bisik Dion di sela dia menyabuni tubuh istrinya dan membilasnya.


Vio langsung tersipu malu mendengar bisikan suaminya, karena seolah hanya dirinya lah yang sedang bergairah saat itu.


Malam panjang percintaan panas malam pengantin mereka tak cukup satu atau dua ronde saja, berkali-kali Dion melakukannya membuat istrinya tampak kelelahan hingga entah pukul berapa istrinya itu sudah tertidur pulas setelah perlakuan panas dan mesra Dion yang sungguh memanjakan istrinya itu dengan penuh perasaan dan kelembutan.


Seolah tubuh istrinya adalah barang pecah belah yang tentu saja akan pecah jika dia melakukannya dengan sedikit kasar saja.


Dion mengecup kening istrinya lembut.


"Terima kasih sudah mempertahankan bayi kita, sehingga aku punya alasan lebih untuk memperjuangkan cinta kita. Aku mencintaimu istriku." bisik Dion lirih mengecup kembali kening istrinya lembut dan lama.


Diapun menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka dan dia semakin menarik tubuh istrinya ke dalam pelukannya untuk tidur di malam pertama mereka yang sudah sah sebagai suami istri meski hanya secara siri.


TBC


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2