
Kini, usia kandungan Angel sudah memasuki usia lima belas minggu. Kini dirinya sudah kembali sehat dengan tubuh sedikit berisi dan perut yang mulai membuncit.
Meski tak didampingi sang suami, Angel berusaha tegar menghadapi kehamilan yang ternyata tak banyak menyusahkannya, mungkin bayi itu menyadari tak ada papanya disisi mamanya. Angel sedang duduk di gazebo samping rumahnya sore itu menikmati pemandangan taman rumahnya.
Terdengar mobil terparkir di halaman rumahnya, Angel beranjak dari tempat duduknya menuju depan dekat mobil itu parkir. Keluarlah Dion dari dalam mobilnya.
"Dion." sapa Angel yang agak terkejut dengan kedatangan Dion yang ada di rumahnya.
Pasalnya Angel belum diberitahu tentang pernikahan Dion dan adiknya Vio yang memang hanya dilaksanakan secara sederhana saja. Apalagi keadaan Angel yang baru pulih dari shocknya pasca hilangnya Al. Tapi papanya Derian masih tidak menyerah untuk mencari keberadaan Al.
"Kak Angel?" balas membalas sapaan Angel mendekati Angel yang tengah berdiri menatapnya.
"Kau kemari, ada perlu apa?" tanya Angel keheranan.
Dion berpikir, sebenarnya dia datang untuk menjemput istrinya yang tadi pagi katanya berkunjung di rumah Karina mamanya. Dion sendiri diharapkan untuk tidak memberi tahukan tentang hubungan dengan Vio terlebih dahulu terutama pada Angel, karena kondisi Angel akhir-akhir ini.
"A... aku ingin mengunjungi kakak." ucap Dion beralasan, dia bingung mencari alasan apalagi.
"Benarkah? Terima kasih." jawab Angel spontan memeluk tubuh Dion, yang membuat Dion tersentak dan spontan tubuhnya menegang dengan perlakuan Angel yang tiba-tiba. Dion tak enak hati jika istrinya memergokinya meski itu bukan yang diinginkannya.
"Kak... A... aku..."
"Terima kasih Dion, sejak dulu kau selalu penuh perhatian padaku." ucap Angel dalam pelukan Dion.
Angel merasakan kedamaian dalam pelukan itu. Mungkin karena Dion adik Al biarpun hanya adik tiri. Tapi entahlah, itulah yang dirasakan Angel.
"Kak itu bukan apa-apa, aku senang bisa membantumu. Apalagi sekarang kau adalah kakak iparku meski aku hanya adik tiri kak Al." jelas Dion yang spontan Angel melepas pelukannya.
Entah kenapa hatinya mendadak sakit dan kecewa dengan kata-kata Dion. Angel segera menepis perasaannya.
"Maukah kau menemaniku jalan-jalan di taman sebentar?" pinta Angel menatap Dion penuh harap.
__ADS_1
"Tentu." Dion tak bisa menolak, sorot mata Angel begitu memelas dan penuh harap. Dion tak mau membuat kecewa hingga membuat Angel banyak berpikir dan menjadi frustasi lagi.
Vio yang mendengar suara mobil suaminya memasuki halaman rumah tapi orangnya tak kunjung mendatangi kamarnya sempat heran. Dan diapun keluar dari kamarnya untuk keluar rumah menemui suaminya. Vio melihat suaminya dan kak Angel berbincang hingga kemudian mereka berjalan-jalan di taman di samping rumahnya bersisian.
Entah kenapa dada Vio berdegup kencang merasakan sakit hatinya. Tapi dia segera menepisnya. Tak mau berpikiran buruk tentang keduanya. Bagaimanapun juga kakaknya belum tahu hubungan keduanya. Kini perut Vio sudah terlihat besar karena sudah memasuki tujuh bulanan.
Saat Karina diberitahukan tentang kehamilan Vio dirinya sangat terkejut dan sedetik kemudian merasa kecewa karena semua orang menyembunyikan hal itu darinya. Karina sangat marah, tentu saja karena semua orang tak memberi tahunya, bukan kecewa karena Vio hamil sebelum menikah.
Tapi Karina segera memakhluminya. Yang penting keduanya sudah menikah dan menyelesaikan kesalahpahaman keduanya.
"Dimana suamimu Vio?" tanya Karina yang melihat Vio terlihat melamun sambil menatap ke depan dengan pandangan kecewa dan lebih ke sakit hati. Itulah yang ditemukan dari arti tatapan mata Vio.
"Ah, suamiku sedang di taman menemani kakak ma." jawab Vio berusaha tidak gugup dan tenang.
Vio menghampiri Karina yang hendak mendekatinya. Karina melihat ke taman, terlihat Angel tersenyum senang berjalan bersisian dengan Dion. Perbincangan keduanya terlihat akrab dan menyenangkan. Karina menoleh menatap Vio yang sudah duduk di sofa ruang keluarga.
"Sabar nak, kakakmu kan belum tahu tentang hubungan kalian." hibur Karina menarik kedua tangan putrinya Vio.
"Aku mencoba mengerti ma. Mama nggak usah khawatir. Aku senang karena kakak sekarang menjadi lebih baik." Vio tersenyum manis meski hatinya merasa sedikit sakit.
"Vio." sapa Angel yang sudah masuk ke dalam rumah melihat Vio bersama mamanya.
Setelah pasca hilangnya Al, Angel tak pernah bertemu dengan adik kembarnya ini. Semua orang sengaja tidak memberi tahunya keadaan Vio selama ini.
"Kak." jawab Vio balas menyapa. Tatapan Angel beralih ke perut Vio yang juga hamil tapi lebih besar darinya.
"Kamu hamil?" tanya Angel antusias ikut duduk di sofa sebelah Vio menempel.
"I...iya kak." jawab Vio agak gugup.
"Wah... Kamu berarti sudah nikah dong, melihat kehamilanmu dan kehamilan kakak, sepertinya kau lebih dulu menikah dari kakak ya?" tanya Angel antusias.
__ADS_1
Membuat Vio tersenyum kecut. Sedang Karina juga kebingungan mau menjawab apa.
"I..itu kak... sebenarnya Aku menikah di London." jawab Vio gugup.
"Wah, lalu suamimu mana?" tanya Angel lagi sangat antusias.
Angel begitu menyayangi Vio sejak kecil karena kembar dengan adik laki-lakinya yang imut itu.
"Di.. dia sedang kerja kak." jawab Vio dengan keringat yang bercucuran di dahinya.
"Kenapa tak kau ajak kesini? Kau juga tak mengenalkannya pada kakak." tanya Angel lagi.
"Kapan-kapan ya kak?" jawab Vio tak yakin.
"Wah, adik kakak sekarang sudah besar saja ya, seperti kakak juga hamil. Tapi sepertinya lebih dulu anakmu yang bakal lahir." cerita Angel sangat antusias.
"I... iya kak." jawab Vio masih gugup.
"Angel sayang..." panggil Karina memecah keantusiasan Angel
"Iya ma." Angel beralih menatap mamanya sekilas.
"Kau harus mandi sayang, sudah sore. Tak baik untuk kesehatan janinmu. Jangan terlalu malam." saran Karina sebelum Angel bertanya lebih dalam pada Vio. Karina tahu Vio bingung harus menjawab apa dan bagaimana.
"Iya ma." Angel beranjak menuju kamarnya dengan hati-hati menaiki tangga.
Dia tak mau terjadi apa-apa dengan bayinya yang masih ada dalam kandungannya, satu-satunya peninggalan suaminya yang entah kini berada dimana. Apakah masih hidup atau sudah mati, Angel tak tahu.
TBC
Maafkan typo.
__ADS_1
.
.