Perselingkuhan

Perselingkuhan
Chapter 55


__ADS_3

Sore itu Reno pergi ke rumah lamanya tempat tinggalnya dulu bersama Karina. Karena ponsel Karina tak bisa dihubungi dirinya langsung menuju ke rumah itu. Karena ada sesuatu yang mendesak yang harus segera diambil disana. Reno sengaja tak membawa semua barangnya, dengan harapan suatu saat punya alasan untuk bertemu dengan Karina terkait rumah itu.


Saat memasukkan password rumahnya, berulang kali selalu salah dan ditolak. Seingat Reno terakhir kali dia kemari bersama Karina, password rumah itu belum diganti.


"Ada yang bisa saya bantu tuan?"sapa seorang wanita setengah baya yang datang dari belakangnya. Reno menoleh menatap wanita itu.


"Maaf... anda tau wanita yang tinggal disini?"


"Rumah ini?" tanya wanita baya itu ragu.


"Benar."


"Rumah ini sekarang menjadi tempat tinggal saya dan keluarga saya."jawab wanita baya itu. Reno tersentak.


"Apa maksud anda?"tanya Reno mengerutkan keningnya tak percaya.


"Sebulan lalu saya menyewa tempat ini dari seorang makelar, selama lima tahun ke depan." jelas wanita baya itu.


"Lalu dimana wanita yang tinggal disini sebelumnya?"tanya Reno antusias.


"Entahlah. Makelar itu bilang, rumah ini sudah kosong hampir setengah tahun. Hanya beberapa hari sekali seseorang dibayar untuk membersihkan rumah ini."


"Apa maksudmu?"seru Reno mulai emosi.


"Anda kenapa? Siapa anda? Kalau anda punya urusan dengan pemilik rumah ini sebelumnya, saya tidak begitu tau. Anda bisa menghubungi makelar saya. Yang pasti saya punya surat perjanjian kontrak rumah ini."jelas wanita itu ikut emosi.


"Boleh aku tau alamatnya atau mungkin nomer telponnya?"tanya Reno kecewa sedikit mulai mengerti maksud penyewa rumah itu.


Wanita itu masuk ke dalam rumah, mempersilahkan masuk ke dalam rumah. Sementara wanita itu masuk ke dalam kamar mencari sesuatu yang diminta oleh Reno.


Reno duduk di kursi sofa ruang tamu melihat sekeliling, semua perabotan yang sebagian sudah diganti dan cat dinding yang sudah baru serta suasana rumah yang mulai berubah. Reno menghela nafas panjang, menyesali tindakan Karina yang dengan mudah menyewakan rumah kenangan mereka pada orang lain dan tanpa persetujuannya.


Tapi Reno sadar diri, dia sudah memberikan hak sepenuhnya rumah itu pada Karina. Reno menghela nafas lagi, hingga kedatangan wanita itu membuatnya terkejut dan membuyarkan lamunannya.


"Ini nomer telpon makelar itu, aku tak tahu dimana tempat tinggalnya. Anda bisa menghubunginya dan menanyakan semua padanya tuan."jelas wanita itu.


"Baiklah. Terima kasih."


Reno langsung buru-buru pamit dari rumah itu. Saat di dalam mobil, Reno berusaha menghubungi nomor ponsel itu. Langsung diangkat pada panggilan pertama.

__ADS_1


"..."


"Benar ini dengan pak Ahmad, makelar penyewaan rumah?"tanya Reno.


"..."


"Boleh aku bertemu? Untuk menanyakan sesuatu?"


"..."


"Ah, tentang rumah di jalan xx rumah pemilik bu Karina?"


"..."


"Bisa kita bertemu sekarang?"


"..."


"Kapan bisa bertemu?"


"..."


Reno menutup ponselnya, menghela nafasnya panjang. Dimana kamu Karina?Apa kau sekarang tinggal dengannya? batin Reno meninggalkan rumah Karina.


***


Sebulan sudah Derian menyerah untuk mencari Karina. Lebih dari dua minggu lalu dirinya berputar mengelilingi kota pergi mencari keberadaan Karina. Di tempat kerjanya, di rumah lamanya, di rumah dinasnya bahkan semua rumah rekan kerjanya tak luput dari pencariannya.


Tapi hasilnya nihil, dia tak menemukan Karina dimanapun. Bahkan jejak Karina dimanapun tak ada bandara, terminal dan pelabuhan juga sudah dicari semua seperti orang gila Derian mencarinya. Bahkan setiap orang ditanyai satu persatu seolah-olah mengenal Karina.


Hingga Noah memaksa menariknya kembali ke apartemennya. Pandangan matanya kosong, tajam dan dingin. Derian kembali seperti dulu. Hingga pesan Karina di dengarnya berulang-ulang untuk mengobati kerinduannya pada Karina.


"Tuan kumohon?"pinta Noah berusaha membuat Derian sadar untuk tidak terpuruk lagi.


"Apa segitu tak pantasnya aku menjadi suaminya?"keluh Derian mendesah tak menatap Noah yang ada di depannya.


"Tuan, anda sudah mendengar pesan nona Karina, beliau menginginkan anda untuk menjaga diri."bujuk Noah lagi.


"Haha...hahaha..."Derian tertawa getir.

__ADS_1


"Nona mungkin punya alasan, dia juga bilang pada anda untuk menjaga diri. Mungkin nona tak ingin anda terpuruk lagi seperti dulu."


"Bahkan dia tak tau dulu aku seperti apa saat dia meninggalkanku?"lirih Derian menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Anda salah tuan!"seru Noah, dirinya tak sabar untuk mengungkapkan kenyataan dulu bahwa yang berdiri di sampingnya saat tuannya terpuruk dan membuat tuannya sadar adalah nona Karina, tapi Noah tak yakin ingin mengatakan atau tidak. Tapi demi tuannya dia akan lakukan agar tuannya tak terpuruk seperti dulu lagi.


"Apa maksudmu?"tanya Derian masih tak menoleh menatap Noah.


"Saat tuan pingsan, nona Karina lah yang membawa anda ke rumah sakit. Saat anda dirawat nona Karina lah yang merawat anda tanpa bertemu anda langsung. Saat anda koma, nona Karina lah yang selalu menemani anda setiap malam berbincang disisi anda sampai anda siuman. "jelas Noah menjeda sebentar menunggu reaksi tuannya. Tak ada reaksi yang berarti sepertinya Derian masih mencerna perkataan Noah.


"Saya memang tidak tau sendiri kapan nona Karina melakukan hal itu. Tapi baru-baru ini saat anda sedang menunggui putri anda di rumah sakit, perawat dan dokter yang merawat anda dulu menceritakan semuanya pada saya. Begitu besar perasaannya pada anda. Begitu beliau mencintai anda setulus hatinya."jelas Noah lagi dan tuannya mulai tegang memahami perkataan Noah.


"Mungkin nona Karina didesak oleh nona Adelia untuk menjauhi anda."


"Apa maksudmu?"Derian mulai mengerti dan berdiri menatap Noah menuntut penjelasan lebih lagi.


"Saya pernah melihat mereka bertemu, saat itu nona Adelia berlutut di hadapan nona Karina kukira nona Adelia minta maaf saja dan setelah itu mereka berpisah. Tapi saya melihat mereka kembali berpisah di depan gedung kantor kita dengan wajah nona Karina terlihat...sedih..."jelas Noah lirih di akhir kalimatnya.


Derian mencekal kedua kerah Noah matanya memerah menahan amarah.


"Kenapa kau baru bilang sekarang?Kenapa? Semua juga sudah terlambat!Dia sudah memutuskan untuk meninggalkan aku, pergi dariku."teriak Derian menarik kerah baju Noah dan luruh menangis di depan Noah.


"Dia memilih pergi dariku?Dia memilih meninggalkannku?"lirih Derian masih duduk terkulai di apartemennya....


"Lebih baik segera urus dan selesaikan perceraian anda!"ujar Noah, hingga Derian mendongak menatap Noah.


TBC


Mohon dukungannya


Beri like, rate dan vote nya


Makasih 🙏🙏


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2