
Hari kedua ospek, Angel sudah bersiap di barisan yang diikuti Dinda di sampingnya. Setelah terlambat kemarin, Dinda tak mau terlambat lagi dan mendapatkan sanksi lagi.
Setelah dua jam ospek, para mahasiswa dan mahasiswi dibiarkan istirahat. Angel di bangku taman tempat duduknya kemarin, kali ini dia tak sendiri. Dinda mengikutinya.
"Nggak ke kantin An?" ajak Dinda pada Angel yang dipanggil An oleh Dinda, awalnya Angel tak paham kenapa Dinda memanggilnya seperti itu.
Saat Dinda menjelaskan Angel hanya ber 'oh' ria. Sejak kemarin, Dinda yang menghabiskan minuman Angel, Dinda memutuskan untuk berteman dengan Angel dan selalu mengikuti kemanapun Angel pergi. Angel tak merasa risih, selama Dinda tak mengganggunya, Angel baik-baik saja.
"Nggak, aku bawa bekal." jawab Angel.
"Aku ke kantin dulu ya, nanti aku bawa kesini makanannya dan kita makan bersama." ucap Dinda antusias.
"Baiklah." jawab Angel tersenyum.
Dinda menuju kantin dan bertemu Delon di jalan saat Delon bersama-sama teman-temannya.
"Dinda..." panggil Delon saat melihat Dinda melintas membawa jajan dan minuman dari kantin.
Dinda menoleh, melambai pada Delon yang memanggilnya, dia menghampiri Delon yang sedang duduk bersama teman-teman genknya.
"Tadi pagi kok berangkat dulu, kan aku bilang mau jemput?" ucap Delon.
"Yang ada aku telat lagi kak, kalau nunggu kakak? Biarpun mereka tau aku pacar kakak, mereka tetep memberikan aku sanksi." omel Dinda memalingkan muka, Dinda tau Genk pacarnya adalah ketua tingkat Bryan putra Atmaja, dia adalah anak pemilik kampus.
Meski bukan donatur pertama di kampus. Dia terkenal tampan, sombong dan angkuh. Tapi baik pada sahabatnya. Dia juga putra pertama pengusaha sukses di kotanya Atmaja grup, meski tak sesukses Aftano corporation. Juga yang menjalin kerjasama dengan Aftano corporation, malah Aftano corporation adalah investor pertama di perusahaan itu.
"Yah, kita kan nggak boleh pilih kasih lah?" hibur Delon yang juga kelompok panitia ospek.
"Udah kak, aku mau sama temen aku aja." pamit Dinda.
"Nanti kalau sudah pulang, chat aku ya?" ucap Delon dengan penuh rasa sayang.
"Cie...cie...yang punya pacar, sok perhatian Lo." toyor salah satu genk mereka yang bernama Niko.
"Apa Lo, jomblo jangan ngiri." ledek Delon.
"Cih, emang Lo doang yang punya pacar?" ledek Niko balik tak terima.
"Sayang..." seru seorang gadis dengan gaya sok centilnya mendekati Bryan ketua tingkat sekaligus ketua genk yang terdiri dari Bryan, Delon dan Niko.
__ADS_1
Bryan langsung menoleh ke arah suara merasa mengenal suara itu. Gadis yang tinggi, langsing dan berkulit putih dengan pakaian bermerk dan tas yang sedang branded dengan elegan menghampiri tempat duduk di sebelah Bryan bergelayut mesra di lengan Bryan diikuti gadis yang bernama Zahra yang menatap Bryan juga dengan sorot penuh kekaguman.
Tapi Zahra menutupi semua itu karena dia bersahabat dengan Chika yang merupakan pacar Bryan, semua satu kampus tau kalau Bryan si mahasiswa paling tampan dan paling kaya di kampus berpacaran dengan Chika gadis yang paling kaya juga dan paling cantik, tubuhnya bak model, meski dia juga kadang-kadang mencoba berkarir di dunia modeling.
"Sudah makan siang belum?" ucap Chika diimut-imutkan.
Bryan mengecup pipi Chika meski ada teman-temannya disitu, Chika hanya tersipu malu merasa senang diperlakukan mesra.
**
Meong...meong... suara kucing di belakang bangku taman yang didudukinya membuat Angel yang sedang makan siang jadi terusik. Angel menghampiri menoleh menatap kucing di belakang bangku itu, sepertinya kelaparan.
Angel berdiri membawakan sedikit bekalnya dan hendak menghampirinya tapi kepalanya malah menubruk tubuh seseorang.
"Aduh..." sontak membuat Angel mengusap kepalanya yang menubruk tubuh seseorang itu. Angel mendongak menatap wajah seseorang yang dia tubruk itu.
"Kamu..." sahut mereka bersamaan.
Menunjuk dengan jari mereka masing-masing. Mereka sama-sama tersenyum.
"Kamu suka sekali menubrukku ya?" tanya pria itu yang membuat Angel sontak mendelik dengan wajah memerah karena malu.
"Maksud kakak aku sengaja begitu?" jawab Angel tak terima bertanya dengan polosnya.
"Aku mau memberi makan pada kucing ini tapi aku tak tau jika kakak muncul disini juga. Dan... mana ya kucing tadi?" ucap Angel celingukan mencari-cari kucing tadi.
"Aaaa...tidak... pergi...pergi..." teriak Angel, karena melihat bekal makanan yang ditinggalkannya tadi sudah diobrak-abrik kucing tadi.
"Kau ternyata nakal ya, tidak tau terima kasih." omel Angel, membuang isi bekal makanannya yang sudah tidak layak dimakan dan membuangnya ke tempat sampah terdekat dan membawa kembali tempat bekalnya.
"Padahal aku baru makan sedikit." keluh Angel. Pria yang ditubruk tadi hanya menggeleng kepala melihat tingkah Angel.
"Kita makan siang ke kantin saja, aku yang traktir!" ajak pria itu menarik pergelangan tangan Angel.
"Nggak usah kak, aku bisa..."
"Ayolah!" pria itu terus menarik Angel menuju kantin, mencari tempat duduk kosong yang sudah lumayan sepi.
Pria itu mendudukkan tubuh Angel yang hanya menurut dan duduk dengan tenang, semua orang di kantin menatap mereka heran. Pria itu yang dikenal dengan nama Al yang merupakan kepanjangan Atalarik, pasalnya Al tak pernah mengajak seorang pun baik itu pria temannya atau bukan. Al selalu menyendiri, semua menyebutnya seorang kutu buku karena kemanapun Al selalu membawa buku. Dan sekarang Al membawa seorang gadis makan di kantin.
__ADS_1
Al kembali ke meja tempat mereka membawakan sandwich isi telur dan daging, persis sandwich Angel yang dimakan kucing tadi. Meski rasanya tentu saja beda, karena itu bekal yang dibuat mamanya di rumah dengan penuh kasih. Dan juga dua botol jus jeruk untuk minum mereka.
"Makanlah! Kau bilang tadi baru makan sedikit." ucap Al tersenyum menatap Angel.
"Terima kasih kak, aku akan bayar sendiri nanti." ucap Angel merasa tak enak hati dan sedikit canggung.
"Aku sudah membayarnya, sudahlah tak apa." jawab Al mulai makan sandwich nya tanpa canggung.
"Kalau begitu lain kali biar saya yang ganti mentraktir kak...." Angel menjeda kalimatnya.
"Al, panggil saja saya Al." ucap Al tersenyum.
"Iya kak Al." Angel makan sandwich itu dengan canggung.
"Maaf, biasanya sebelum istirahat aku sudah memberi makanan kucing tadi di tempat itu, tapi tadi ada hal yang harus aku urus dulu sehingga aku terlambat memberinya makan, mungkin dia tadi sudah kelaparan dan mencuri bekal makanmu." jelas Al menyesal.
"Tak apa. Tak masalah, bukan salah kak Al, dia hanya merasa lapar..." jawab Angel.
"Kau mahasiswi baru disini?Siapa namamu?" tanya Al. Angel menatap dengan canggung merasa ragu untuk mengatakan namanya.
"Kalau kau tak mau menjawab..."
"Angel namaku Angel..." potong Angel menjawab pertanyaan Al.
"Angel... malaikat, seperti namanya." bisik Al lirih tersenyum simpul dan melanjutkan makannya.
"Kakak bilang sesuatu?" tanya Angel karena mendengar Al berbisik meski tak jelas.
"Tidak. Mari lanjutkan makannya." jawab Al gugup.
TBC
Mohon dukungannya
Beri like, rate dan vote nya
Makasih yang sudah mendukung 🙏🙏
.
__ADS_1
.
.