Perselingkuhan

Perselingkuhan
Chapter 49


__ADS_3

Setelah Reno mengambil barang yang dicarinya, Karina ikut meninggalkan rumahnya. Karina juga memutuskan untuk meninggalkan kopernya disana beserta seluruh uang tunai yang sudah dia tarik dari bank dan menutup semua akun banknya.


Tiket bus juga sudah dipesan, dengan jadwal keberangkatan besok pukul 9 pagi,itu saat Derian sudah berangkat ke kantor. Karina berencana tinggal semalam lagi di apartemen Derian. Biarlah dikatakan serakah, Karina ingin menghabiskan waktunya semalam saja dan bermanja-manja pada Derian untuk terakhir kalinya sebelum dirinya benar-benar pergi.


Derian pulang terlambat, pukul 8 malam tiba di rumah. Melihat Karina tertidur pulas di meja makan menunggunya. Lelah Derian seketika lenyap melihat wajah damai Karina terlelap di meja. Derian menoleh menatap masakan yang masih utuh, tanda Karina belum sempat makan demi menunggunya.


Karina membuka matanya perlahan, dia tersentak dan bangun dari tidurnya.


"Kau terbangun?"tanya Derian keluar dari kamar mandi melihat Karina sudah duduk di ranjang. Derian menghampirinya dan duduk di ranjang di sisi Karina.


"Pasti masakannya dingin."ucap Karina hendak bangun. Derian menahannya untuk bangun. Mengecup bibir Karina sekilas.


"Aku pulang."ucapnya, Karina tersenyum lembut.


"Kita makan dulu. Aku lapar."ucap Karina mengelus perutnya.


"Seharusnya kau makan dulu. Tak usah menungguku."kata Derian menarik Karina ke meja makan.


"Sangat tidak menyenangkan makan sendiri. Aku menunggumu untuk makan bersama. Tapi aku malah ketiduran. Maaf."sesal Karina.


Mereka duduk di meja makan bersisian. Karina mengambilkan makanan untuk Derian agak banyak sekalian lauk dan sayurnya, menyerahkan pada Derian. Dan Karina juga duduk di kursinya.


"Mana untukmu?"tanya Derian bingung menatap piring Karina tak ada di tempatnya.


"Aku..mau disuapi olehmu"rengek Karina tersenyum lucu menatap Derian penuh cinta.


Derian tersenyum senang melihat Karina yang manja. Tapi entah kenapa ada sedikit kesedihan di mata Karina. Tapi Karina tetap menunjukkan senyum termanisnya.


"Kau manja sekali hari ini?"tanya Derian sambil menyuapi Karina.


"Tak bolehkah?"ucap Karina ganti bertanya dan memasang wajah pura-pura cemberut.


"Haha ... haha... kenapa semakin menggemaskan jika cemberut seperti ini?" kata Derian mencubit kedua pipi Karina menggoyangkan wajahnya. Derian menangkup kedua pipi Karina.


"Jangan pernah meninggalkanku. Cukup berada di sampingku. Percaya padaku!"lirih Derian di depan wajah Karina setelah mengecupnya sekilas. Wajah Karina langsung mencelos mendengar kata-kata Derian seolah tau niatnya untuk pergi dari Derian.


"Kau tak percaya padaku?"tanya Karina masih memasang wajah cemberut.

__ADS_1


"Aku percaya."jawab Derian langsung tersenyum penuh cinta masih menyuapi Karina.


"Aku... mencintaimu." Derian menatap Karina lekat dadanya berdegup kencang, berdebar - debar, baru kali ini Karina menyatakan perasaannya padanya. Derian meletakkan sendoknya menarik pinggang Karina menempel padanya. Mencium seluruh wajah Karina. Karina hanya tertawa geli, sesenang itukah dirinya, mendapatkan ucapan cinta dariku. batin Karina.


Derian menarik kedua kaki Karina melingkar di pinggangnya. Menggendongnya ke kamar tanpa melepas ciumannya. Derian mengecupi seluruh leher Karina tanpa terlewatkan, wajah dan menggigit kecil bahu Karina. Memberikan rangsangan pada Karina, membaringkan di ranjang perlahan.


Derian menindih tubuh Karina masih dengan menahan dengan kedua lututnya. Melepaskan ciuman itu, memberi ruang untuk bernafas masing-masing.


"Terima kasih."kata Derian menatap Karina lembut.


"Untuk?"


"Segalanya, semuanya..."Karina tersenyum getir.


Semoga kau bahagia dengan keluargamu, bertahanlah demi anak-anakmu. batin Karina mengerang nikmat saat Derian menyentuh di bagian sensitifnya. Derian semakin liar mencumbuinya, menghentakkan kuat pinggulnya. Mencari kenikmatan dan kepuasan masing-masing. Karina tak kalah liarnya. Memimpin permainan, membuat Derian mengerang, mendesah, menikmati keliaran Karina.


**


Karina mengaduk susu ibu hamil di gelasnya. Permainan panasnya dengan Derian membuatnya kelelahan dan haus. Dirinya teringat jika hari ini dia belum minum susu hamil.


"Sayang... kau minum susu?"tanya Derian menyusul Karina ke dapur saat dirinya terbangun tak mendapati Karina di sisinya. Padahal permainan mereka berakhir baru 2 jam lalu.


"Oh... akhir-akhir ini aku merasa tubuhku kurang fit, jadi aku minum susu untuk menambah stamina."jawab Karina agak gugup dan kaget ketika Derian tiba-tiba muncul di dapur.


"Kau tak pernah suka minum susu?Tumben sekali." Derian mendekat memeluknya dari belakang, mengecupi bahu dan leher Karina.


"Kau mau juga?"tawar Karina. Derian menghentikan gerakannya menatap Karina.


"Tidak. Aku lebih suka milikmu."


"...Mesum."teriak Karina. Derian tersenyum senang.


***


"Ini... uang yang kau inginkan. Ini terakhir kalinya aku memberikanmu uang!"seru wanita itu melemparkan segepok uang dalam amplop ke atas meja, dimana pria itu duduk.


Pria itu meraih amplop itu melihat isinya, terlihat senyum puas di bibirnya.

__ADS_1


"Apa maksudmu yang terakhir?" tanya pria itu tak suka.


"Aku akan kembali pada suamiku."tegasnya.


"Apa kau lupa, aku masih meninggalkan sesuatu padamu?" ucap pria itu berdiri mendekati wanita itu.


"Aku tak mengerti maksudmu?" jawabnya pura-pura tak tau tetap berpaling dari tatapan pria itu. Pria itu meraih dagu wanita itu.


"Anak? Anakmu adalah darah dagingku." bisik pria itu setelah ******* bibir wanita itu agak lama. Wanita itu nampak terkejut dengan kata-kata pria itu. Tak percaya kalau dia mengetahui rahasia itu juga.


"Jangan buat aku terpaksa menculik anakku sendiri jika kau tak menuruti keinginanku." kata pria itu ******* lagi bibir wanita itu. Mencari kepuasan dan kenikmatan pada tubuh wanita itu.


Dia hanya bisa pasrah tak bisa berbuat apa-apa, menolakpun tak berani. Dia hanya meneteskan air mata, menangis sedih. Saat pria itu menyentuh setiap lekuk tubuhnya. Meski akal sehatnya ingin menolak, tubuhnya merespon dengan cepat, dia juga butuh, dia juga menginginkannya meski harus dari pria lain yang bukan suaminya.


"Kau menangis?"tanya pria itu melihat wanita di bawah selimut tanpa sehelai benangpun, yang itu semua karena perbuatannya. Wanita itu tetap sesenggukan.


"Tubuhmu tak bisa bohong. Tubuhmu tak menolaknya bahkan menikmatinya juga." sindir pria itu.


"Brengsek..." teriaknya melempar bantal di sebelahnya pada pria itu yang hendak masuk kamar mandi tapi tak mengenainya.


Wanita itu segera mengambil baju-bajunya memakainya. Dia pergi dari tempat itu. Selalu seperti ini jika dia minta uang padaku. Aku sudah memberikan uang yang dia inginkan. Tapi dia juga selalu minta aku untuk melayaninya. batin wanita itu berdecak kesal.


Dilajukannya mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumah dan ingin segera membersihkan tubuhnya.


"Selamat datang nona." sapa pelayan itu saat melihat Adelia tampak berantakan memasuki rumah.


Adelia langsung nyelonong masuk tanpa menjawab, masuk ke kamarnya dan membersihkan tubuhnya dalam kamar mandi di kamarnya.


TBC


Mohon dukungannya


Beri like, rate dan vote nya


Makasih 🙏🙏


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2