Perselingkuhan

Perselingkuhan
Episode 5


__ADS_3

"Sampai sini saja kak?" pinta Angel.


"Baiklah." ucap Bryan santai, menatap pintu gerbang rumah Angel yang menjulang tinggi dengan dua bodyguard yang berjaga di pintu gerbang kanan kiri.


Dan rumah yang megah nan mewah di depan sana yang memiliki halaman seluas lapangan sepakbola dengan air mancur dan taman yang memang sengaja ditanam untuk melengkapi keindahan air mancur di tengah-tengah halaman itu.


Bryan tau keluarga Aftano adalah keluarga terkaya nomor satu di kota itu tapi Bryan belum pernah melihat secara langsung rumah mereka. Dia hanya melihat dari televisi dan surat kabar. Dan inilah kali pertama dia melihat dengan mata kepala sendiri.


"Sampai jumpa lagi." sapa Bryan saat Angel keluar dari mobilnya tak lupa ia melambaikan tangannya pada Angel dengan senyum manisnya.


Angel hanya menatap sekilas dengan wajah datar.


"Kuharap hanya hari ini kak." ucap Angel sebelum masuk gerbang rumahnya.


Bryan hanya mengedikkan kedua bahunya. Dan pergi meninggalkan rumah itu setelah Angel terlihat masuk ke dalam rumah.


**


Besoknya, mobil mewah sudah terparkir apik di luar gerbang rumah Angel. Pagi itu Bryan sengaja datang ke rumah Angel untuk menjemputnya. Dia tak akan melepaskan Angel dari genggamannya.


Seorang Aftano, Angel merupakan gadis yang cocok untuknya. Dia bisa menjadi salah satu menantu dari pengusaha terkenal keluarga Aftano.


Angel keluar rumahnya dengan senyum-senyum manis di wajahnya, karena hari ini dia janjian ketemu Al di halte bus. Tapi, saat keluar gerbang, dia seperti mengenali mobil mewah yang terparkir di halaman luar gerbangnya.


Seketika senyum Angel langsung memudar melihat senyum Bryan mengembang saat melihatnya keluar dari gerbang rumahnya. Bryan duduk di kap depan mesin mobilnya dengan tangan bersedekap ke dadanya.


"Apa yang kakak lakukan disini?" tanya Angel penuh selidik dengan nada tak suka.


"Kemarin aku bilang sampai jumpa lagi. Kukira kau seorang yang pintar untuk mengartikan kata-kataku kemarin." jelas Bryan santai.


"Kukira kakaklah yang telah salah mengartikan kata-kataku kemarin." jawab Angel balas bicara.


Suara deru mesin mobil milik Derian dari dalam garasi rumah terdengar di telinga Angel, pertanda kalau papanya hendak berangkat kerja. Dia tak mau papanya bertanya macam-macam tentang siapa pria ini.


Sebelum papanya Derian keluar Angel terpaksa menuruti permintaan Bryan ikut bersamanya. Bryan sudah membukakan pintu mobil untuknya dan sontak Angel langsung masuk ke dalam mobilnya tanpa protes. Bryan tersenyum penuh kemenangan dan senyum seringai terdapat di sudut bibirnya.

__ADS_1


'Bus sudah datang, tapi kau tak ada. Kau baik-baik saja?' isi chat pesan pada ponsel Angel dari Al saat perjalanan berangkat ke kampus dengan diantar dengan mobil Bryan pagi itu.


'Maaf kak, aku berangkat bersama adikku. Aku tak jadi naik bus. Maaf.' isi pesan balasan Angel untuk Al.


'Tak apa. Kukira terjadi sesuatu denganmu.' jawab isi pesan chat Al.


'Maaf kak, maaf sekali lagi.' balas Angel lagi.


'🙂🙂' emoticon smile yang dikirim Al menutup pesan chat mereka pagi itu.


Ocehan Bryan di dalam mobil tak dipedulikan oleh Angel sama sekali, dia malah asyik membalas chat nya dari Al. Bryan sempat mengepalkan tangannya karena Angel tak memperdulikan perkataannya di dalam mobil. Malah terlihat asyik membalas chat nya yang entah dari siapa dengan wajah penuh senyuman.


Angel turun dari mobil mewah Bryan tanpa menunggunya untuk membukakan pintu mobil setelah mobilnya terparkir di parkiran mobil kampus. Bahkan Angel tak bicara apapun saat keluar dari mobil Bryan.


Chika mengepalkan tangannya saat berjalan bersama Zahra yang juga baru tiba di tempat parkir kampus, ingin menghampiri Bryan yang ternyata tidak datang sendiri. Dari pintu mobil penumpang keluar anak mahasiswi baru yang kemarin diantar Bryan juga.


"Kamu kenal ka?" tanya Zahra juga melihat semua kejadian itu.


"Brengsek..." umpat Chika kesal.


"Kita harus memberinya pelajaran." ucap Chika berlalu pergi meninggalkan parkiran kampus menuju kelas.


"Kamu lihat?" tanya Angel tak peduli.


"Siapa yang tak lihat, secara kak Bryan adalah idola kampus, bahkan dia sudah punya pacar dan sekarang jalan sama kamu. Kalian pacaran?" ucap Dinda kepo.


"Apaan sih, jangan ngarang deh..." jawab Angel masuk ke kelas.


'Bukannya tadi kau mengatakan kalau berangkat dengan adikmu? Mulai kapan, Bryan jadi adikmu?' batin Al yang tadi sempat mendengar ucapan Angel dan Dinda saat dirinya hendak masuk kelas melewati kelas Angel berniat untuk menyapanya, dan kini dia mengurungkan niatnya dan berbalik ke arah lain menuju kelasnya.


Saat istirahat, Angel menatap pintu kelasnya berharap seseorang yang dinantikan datang menghampiri kelasnya. Angel masih menyelesaikan catatan di papan tulis yang ditulis dosennya tadi. Tapi sampai hampir setengah jam, Angel tak melihat orang yang dinantikannya.


Angel beranjak menuju bangku taman tempat biasanya dia makan siang bersama Al. Tapi tak dilihatnya ada siapapun disana. Angel harus menelan kekecewaannya dalam-dalam. Al yang biasa menemani makan siangnya kini tak ada entah kenapa hatinya terasa kosong.


Angel duduk di bangku melanjutkan makan siangnya sendirian dengan tidak merasakan enak saat menelan bekalnya. Tapi, karena ini bekal buatan mamanya, Angel tetap memaksakan untuk makan.

__ADS_1


Pulang dari kuliahnya, untungnya Bryan masih ada kelas, jadi dia tak akan merecoki Angel untuk memaksakan mengantar pulang. Angel berjalan ke halte bus dekat kampus duduk disana berharap chat yang dikirim pada Al segera dibalas untuk pulang bersama.


Tapi, meski chat pesan yang dikirimkan sudah sejak istirahat siang tadi tak ada balasan sama sekali, bahkan belum di read. Angel mencoba menghibur hatinya.


Mungkin kak Al sedang ada kelas dan sibuk, bagaimanapun juga dia kan mahasiswa semester akhir, pasti banyak yang harus dikerjakan. batin Angel menghibur dirinya.


"Kak Angel.." sapa seorang pria berseragam SMA ragu-ragu.


"Dion..." sapa Angel balas menyapa. Setelah Angel membuka hatinya untuk menerima pertemanan dengan Dinda dan Al, Angel sudah bisa bersikap biasa pada Dion, sudah mencoba untuk tak berpikir macam-macam pada orang lain.


"Ah, kak Angel sudah mau menyapaku?" ucap Dion merasa senang.


"Apasih..." jawab Angel malu-malu atas ucapan Dion.


"Makasih kak, setidaknya kakak nggak takut lagi padaku." ucap Dion tulus menatap Angel penuh kasih, meski Angel tak memahami hal itu.


"Aku yang minta maaf karena selalu kasar padamu. Padahal perasaan seseorang itu tidak bisa kita hindari, bukan salahmu tentang perasaanmu. Dan kuharap kau pun tak kecewa karena sikapku yang dulu-dulu, bagaimanapun juga aku terlalu takut mengakui untuk ditolak oleh orang-orang." jelas Angel yang dibalas senyuman manis dari Dion.


"Dan kuharap, kau tak membuntuti kemanapun diriku berada seperti dulu lagi." ucap Angel menyindir tapi dia tetap tersenyum ramah pada Dion. Dion pun salah tingkah karena kelakuannya selama ini diketahui Angel.


"Maaf kak... maafkan aku..." jawab Dion salah tingkah menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Dan lebih baik, kita berteman saja. Bagaimana?" ucap Angel tersenyum menatap Dion dengan mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan. Dion melongo tak percaya dan segera menyambut uluran tangan Angel padanya.


"Tentu kak. Tak masalah." jawab Dion antusias meski ada sedikit kekecewaan tapi dia tau untuk sekarang lebih baik seperti ini terlebih dahulu, dia sudah merasa senang.


TBC


Mohon dukungannya


Beri like rate dan vote nya


Makasih yang sudah mendukung 🙏🙏


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2