Perselingkuhan

Perselingkuhan
Episode 13


__ADS_3

"Aku memutuskan untuk bertemu orang tua kandungku." ucap Dion mulai serius dengan perkataannya. Angel menatap Dion tak percaya.


"Kau yakin?" tanya Angel meyakinkan menatap Dion lekat, untuk seorang Angel bertemu orang tua kandungnya adalah merupakan ketakutan tersendiri.


Dia masih trauma dengan pertemuannya dulu, meski itu kejadian yang sangat lama, tapi trauma Angel sangat mendalam. Membuatnya sulit mempercayai siapapun selain orang tuanya saat ini.


"Ya. Sekarang atau nanti aku pasti harus menemui mereka." jawab Dion yakin.


"Baguslah!" jawab Angel singkat menyeruput minumannya. Melihat ke arah lain.


"Papa Reno bilang aku cukup bertemu dengan mereka, beliau juga tidak memaksaku untuk bersama mereka. Aku masih bisa tetap tinggal dengan papa Reno." jelas Dion lagi.


"Papa Reno pasti sangat baik. Meski itu suatu keputusan yang berat." ucap Angel tersenyum melihat Dion juga senang.


"Ya, aku sangat menyayangi papa, meski aku bukan anak kandungnya, papa tak pernah menunjukkan itu. Malah dia menyayangiku lebih dari orang tua kandungku." ucap Dion.


"Lalu, kapan kau berencana menemui mereka?" tanya Angel basa-basi.


"Besok." jawab Dion menatap Angel lekat.


"Good luck." ucap Angel menyemangati.


"Aku ingin mengajakmu menemui mereka." ucap Dion lagi.


"Ya? Ah, maaf aku sudah ada janji besok." jawab Angel membuat wajah Dion berubah kecewa.


"Begitukah?"keluh Dion kecewa menghela nafas panjang menunjukkan kekecewaan berharap Angel berubah pikiran.


"Jangan membuatku merasa bersalah, aku betul-betul ada janji. Dan aku... tak mungkin mengingkarinya." jelas Angel membuat Dion cemberut niatnya membuat merasa bersalah Angel ketahuan.


"Lagipula, untuk pertemuan pertamamu dengan orang tua kandungmu bukankah lebih baik bersama keluargamu dulu?" hibur Angel.


"Aku sudah menganggap kakak seperti keluargaku." ucap Dion santai. Angel menghentikan seruputannya pada minumannya, menatap Angel lekat.


"Hei... " canda Angel karena Dion menggodanya.


"Sayang sekali." sesal Dion menghela nafas kecewa.


Ting tanda pesan masuk pada ponsel Angel.

__ADS_1


'Kau dimana?' isi pesan chat dari Al.


'Aku...di cafe dengan temanku.' jawab pesan Angel.


'Jadi, yang kulihat memang benar kamu.' balas pesan Al. Angel langsung menoleh mencari-cari keberadaan Al di sekeliling dalam cafe. Dan Angel menemukan Al di luar cafe di seberang jalan. Angel langsung menghubungi ponsel Al dan langsung diangkat.


"Kak Al mencariku?" tanya Angel cemas, dia merasa bersalah karena Al memergokinya bersama dengan laki-laki lain meski dia adalah Dion.


"Aku pergi dulu." ucap Angel pamit pada Dion menghampiri Al.


"Kakak mau kemana?" jawab Dion yang melihat Angel panik sambil menerima telpon. Menatap kemana arah perginya sampai Angel menemui seorang pria yang ditemuinya di bus beberapa waktu lalu.


Tanpa sadar tangan Dion mengepal erat melihat kebersamaan mereka. Dion tak suka, senyum yang tadi masih bertahan di bibirnya mendadak hilang, dia pun meninggalkan cafe itu setelah membayar tagihan mereka. Pesan Angel yang memintanya untuk menunggunya tak dihiraukan lagi.


"Kak Al belum pulang?" tanya Angel melihat kedatangan Al masih memakai baju yang sama setelah mengantarnya pulang tadi.


"Aku ingin mengatakan sesuatu, dan aku mau menyampaikan langsung padamu, tapi sepertinya aku datang di waktu yang salah." jelas Al dengan nada kecewa.


"Dia...dia bukan seperti yang kau lihat. Kami sudah mengenal sejak kecil dan aku... hanya menganggapnya sebagai seorang adik, tidak lebih." jelas Angel mengerti maksud perkataan Al dengan memelas sambil memegang jemari tangan Al agar tak salah paham.


"Jika tadi kau tak jujur saat membalas pesanku, aku pasti lebih kecewa lagi. Dan... terima kasih sudah jujur padaku." jelas Al menggenggam jemari Angel balik.


"Terima kasih... tapi... aku tetap merasakan cemburu meski itu teman yang sudah kau anggap adikmu. Apalagi dia seorang laki-laki." ucap Al lagi.


"Maaf..." ucap Angel menyesal, menundukkan kepalanya. Al meraih tubuh Angel masuk ke dalam pelukannya.


"Aku senang kau tak berbohong padaku. Aku percaya padamu." ucap Al dalam pelukannya.


**


"Ah, sepertinya dia pulang dulu." ucap Angel celingukan mencari keberadaan Dion yang sudah tidak ada di meja mereka tadi.


"Duduklah! Kita pesan minuman saja." ajak Al duduk di tempat Angel dan Dion tadi.


"Oh ya, kak Al ada sesuatu yang mau disampaikan padaku?" tanya Angel.


"Maaf... sebelumnya aku minta maaf." ucap Al ragu, takut Angel kecewa padanya.


"Untuk?" tanya Angel menatap Al penasaran.

__ADS_1


"Tadi orang tuaku menghubungiku..." ucap Al mengatakannya.


"Lalu?" jawab Angel semakin dibuat penasaran.


"Mereka menyuruhku untuk pulang besok. Ah, aku pernah bilang mereka tinggal di kota sebelah dan aku disini kost sendiri untuk kuliah, jadi aku pulang ke rumah orang tuaku sebulan sekali atau jika mereka punya urusan denganku dan memintaku pulang. Dan katanya itu penting. Jadi....." Al tak meneruskan kalimatnya dan sudah melihat wajah kecewa sekilas terlintas di wajah kekasihnya. Tapi dia segera tersenyum.


"Tak apa, aku tau maksud kakak, kita bisa lain kali kencannya." jawab Angel memaksakan tersenyum, meski hatinya sedikit kecewa tapi juga lega entah karena apa.


"Maaf... aku benar-benar minta maaf, padahal kita baru punya waktu berdua setelah lama tak bertemu." sesal Al memegang jemari tangan Angel yang ada di atas meja, Angel tak menolak. Tersenyum tulus pada Al.


"Tak apa kak, jangan merasa bersalah. Pulanglah dengan tenang. Oh, ya kapan biasanya kakak kembali?" tanya Angel.


"Bagaimana kalau kau ikut denganku?"


"Apa?" jawab Angel tersentak.


"I..itu... aku belum siap bertemu orang tua kakak dan aku belum pernah ke luar kota selain dengan keluargaku. Aku takut orang tuaku tak mengizinkannya." jawab Angel menyesal menundukkan wajahnya.


"Aku akan minta izin orang tuamu..."


"Jangan... Ah, maksutku papaku sangat galak, sebenarnya aku dilarang pacaran dulu. Jadi, aku belum mengatakan apapun pada mereka tentang kita, mereka ingin aku fokus kuliah dulu, baru berpikir untuk pacaran karena aku baru masuk kuliah." sesal Angel menjelaskan merasa bersalah tak berani menatap Al.


"Baiklah. Aku mengerti, orang tuamu benar, tak apa. Biarkan aku bekerja dengan baik dulu. Setelah aku punya penghasilan sendiri, aku akan melamarmu pada orang tuamu." ucap Al serius.


"Ya?" Angel sedikit terkejut melihat keseriusan di mata Al, membuat Angel tersipu malu. Al tersenyum menatap kepolosan kekasihnya.


TBC


Mohon dukungannya


Beri like, rate dan vote nya


Makasih yang sudah mendukung 🙏🙏


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2