Perselingkuhan

Perselingkuhan
Extra part 8


__ADS_3

Reno dan Dion meninggalkan rumah Karina dengan perasaan lega. Meski Dion sedikit cemberut untuk sementara waktu tidak mendekati Angel apapun alasannya. Itupun dilakukan agar rasa trauma Angel sembuh.


Karina takut, bukan hanya dengan Dion putrinya trauma, tapi Karina takut Angel trauma dengan semua pria yang mungkin akan mendekatinya suatu saat nanti. Meski setelah kepulangan Dion, Angel sedikit terlihat lega, tapi kepanikan masih menghantuinya apalagi jika ada seseorang yang mengagetkannya tiba-tiba. Dia takut jika yang muncul ternyata seseorang yang mungkin tidak diharapkannya.


**


Pagi harinya, Karina meyakinkan Angel untuk kembali ke sekolah akan aman. Seharian nanti, dia akan meluangkan waktunya untuk menunggui Angel di sekolah, berharap Dion menepati janjinya.


"Kau sudah siap sayang?" tanya Karina setelah merapikan pakaian Angel tidak terlewatkan satu pun kebutuhan sekolahnya.


"Mama akan menungguiku sampai pulang sekolah kan?" tanya Angel ragu dengan tatapan mata memohon.


Dada Karina tiba-tiba sesak, putrinya benar-benar masih ketakutan.


"Kalau Angel belum yakin, boleh kok gk ke sekolah dulu. Bisa besok atau lusa kalau Angel sudah siap? Dan enggak perlu memaksakan diri." hibur Karina membelai rambut Angel lembut.


"Enggak ma, Angel akan coba, asal mama nungguin di sekolah untuk hari ini saja." pinta Angel memelas.


"Kau yakin?"


"Ehm.." angguk Angel yakin.


"Baiklah. Kita berangkat. Adik-adikmu pasti akan senang kakaknya ke sekolah lagi." ucap Karina tersenyum senang. Angel balik tersenyum.


**


Sesampainya di sekolah, Angel selalu menggandeng lengan Karina sampai ke kelasnya, menatap sekeliling setiap murid yang datang. Ada perasaan asing padanya, mungkin karena terlalu lama dirinya absen sekolah.


Saat sampai di kelas, teman-temannya menyambutnya dengan antusias, bertanya banyak hal apa yang terjadi dengannya sampai tidak masuk dalam waktu yang tidak sebentar.

__ADS_1


"Sekarang dia sudah sembuh, kalian masih mau berteman dengannya kan?" Karina membalas pertanyaan semua teman-teman Angel, karena dilihatnya Angel enggan untuk menjawab pertanyaan teman-temannya.


"Tentu tante." jawab teman-teman Angel kompak.


Karina tersenyum, ternyata teman sekelas Angel sangat baik dan sangat banyak, ternyata mereka juga mencemaskan keadaannya. Karina bersyukur dan semoga saja pertemanan mereka tulus.


Sesuai janji Karina, selama sehari itu dia menunggu Angel di depan bangku kelasnya agar putrinya tidak takut dan menjadi menolak lagi untuk ke sekolah.


Saat istirahat tiba, Dion datang ke kelas Angel.


"Dion..." Karina yang menyapa Dion yang mengendap-endap di luar kelas tersentak dan balik menghadapi Karina.


"I..iya tante..." jawab Dion gugup.


"Kau mau menemui Angel?" Dion menggeleng kuat.


"Lalu, apa yang kau lakukan disini?"tanya Karina lagi tak percaya.


Karina melihat kesungguhan di mata Dion. Dan menghela nafas panjang. Dan tersenyum lembut padanya.


"Terima kasih sudah begitu perhatian pada putriku. Kau tak apa kan jika jangan menemuinya dahulu? Biarkan dia terbiasa ke sekolah lagi. Jika semua sudah mulai membaik, kau bisa menjadi temannya asal jangan memaksanya seperti dulu lagi." jelas Karina mengusap rambut Dion lembut.


Dion yang tidak pernah merasakan usapan lembut di rambutnya dari seorang ibu sangat bahagia, entah kenapa hatinya yang tadinya kecewa karena larangan untuk menemui Angel jadi menghangat hatinya.


"Iya tante. Kata papa kita tak harus dekat dengan orang yang kita cintai, asal orang yang kita cintai bahagia kita akan bahagia juga meski tidak bersama kita." ucap Dion bijak seperti orang dewasa dan Karina hanya tersenyum.


Sesaat teringat tatapan mata kerinduan saat Reno menatapnya. Ah, batin Karina menutup mulutnya. Tak mungkinkan?


Dion segera pamit pergi meninggalkan Karina dan tidak mencari-cari keberadaan Angel lagi. Karina hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah anak-anak jaman sekarang.

__ADS_1


Jika kalian berjodoh suatu saat nanti kalian pasti akan bersama. batin Karina menatap sekeliling kelas melihat Angel duduk di bangkunya sedang mencatat catatan di papan tulis padahal sudah istirahat kelas.


Karina menghampiri meja Angel untuk memberikan camilan makanan ringan yang dibelinya tadi di kantin.


**


Sore hari, Karina sedang menyiapkan makan malam di dapur, sedang anak-anak bermain di ruang bermain. Angel hanya memandangi adik-adiknya bermain dengan tersenyum lembut melihat adik-adiknya berdebat kemudian akur lagi.


Karina tersenyum lembut melihat perubahan pada diri Angel. Setelah seminggu ke sekolah, ternyata sedikit banyak Angel sudah mulai kembali seperti dulu meski belum sepenuhnya. Karina juga tak perlu menungguinya lagi di sekolah. Dan tak ada laporan mengenai Angel yang suka histeris seperti dulu.


Suara deru mobil memasuki halaman rumah, Karina hapal betul siapa. Tumben-tumbenan suaminya pulang jam segini. Karina melirik jam dinding menunjukkan pukul 5 sore. Karina mengernyitkan dahi.


"Tolong teruskan ya bi!"pinta Karina yang diangguki bi Ani, Karina melepas celemeknya menghampiri suaminya yang sudah turun dari mobil.


Akhir-akhir ini suaminya sering pulang malam lembur tiap hari karena urusan persiapan pembukaan cabang barunya yang ada di luar negeri. Karena tak mau kelelahan, Karina menyarankan suaminya untuk membawa sopir dan beruntung suaminya menurutinya.


"Selamat datang..." sapa Karina yang dicueki suaminya.


Karina hanya tersenyum manis pura-pura tak tau suaminya sedang merajuk. Karina mengambil tas kerja dan jas suaminya yang sudah dilepaskan setelah mencium punggung tangan suaminya.


Mengikuti suaminya masuk ke dalam kamar mereka. Memang beberapa hari ini Karina tak tau suaminya pulang jam berapa, tau-tau suaminya sudah tidur di sampingnya setiap tengah malam. Dan dapat dipastikan bukan hanya mendekapnya saja tapi meminta lebih juga meski wajahnya tampak kelelahan.


Mohon dukung terus


Beri like,rate dan votenya menjelang season 2


Makasih 🙏🙏


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2