
Karina langsung berangkat ke tempat kerjanya, pertemuannya dengan Derian membuatnya tampak bersemangat meski Derian tak ingat dirinya.Itu lebih dari cukup untuk membuatnya melupakan masalahnya dengan Hesti,ibu mertuanya.Perlakuan ibu mertuanya itu yang begitu menyakitkan membuatnya masih enggan bertemu suaminya Reno.
Untuk itulah dirinya langsung pergi ke tempat kerjanya demi menghindari perdebatan yang mungkin terjadi jika bertemu Reno.Bahkan Karina mematikan ponselnya untuk menghindari Reno menghubunginya, dia sungguh ingin melupakan masalahnya sejenak dengan menghibur dirinya yang tak sengaja bertemu Derian.
Pulang kerja Karina mengiyakan ajakan rekan kerjanya Ajeng dan Mita untuk jalan-jalan ke mall, mereka yang basa-basi untuk mengajak tak percaya jika Karina bersedia ikut jalan-jalan ke mall.Biasanya membujuk seperti apapun tak membuat Karina mengangguk iya jika diajak.
Sore itu mereka berdua sangat antusias menggandeng tangan Karina diantara mereka berkeliling mengitari mall keluar masuk toko satu ke toko lain tanpa membeli,hanya melihat-lihat sekaligus cuci mata melihat cowok-cowok tampan. Begitulah kata para jomblo rekan Karina,mereka memang masih single,pernah berpacaran tapi kata mereka belum ada yang cocok.
Saat Karina melihat-lihat aksesoris di sebuah toko di mall itu,Karina tak sengaja menjatuhkan barang seorang anak, Karina membantu memungutnya.
Derian menatap wanita yang berlutut pada seorang anak saat dirinya lewat di depan toko aksesoris itu, seperti mengenal sosok itu. Derian berhenti lebih lama menunggu wanita itu berdiri,tapi tepukan sekretarisnya segera membuyarkan pandangan fokus Derian pada wanita yang berjongkok tak jauh dari tempatnya.Derian saat itu sedang kunjungan untuk melihat-lihat keadaan bisnis mall-nya.
Sekretarisnya yang mengingatkannya kembali untuk terus berjalan sambil mengontrol keadaan mall-nya terpaksa meneruskan perjalanannya tanpa bisa melihat siapa wanita itu.
Saat hampir jam 7 malam, kedua rekannya kencan karena mereka menemukan gebetan saat di mall tadi.Karina terpaksa mau tak mau pulang sendiri ke rumahnya.Padahal dirinya masih belum ingin pulang.Isengnya dalam perjalanan ke halte bus dekat mall,Karina menyalakan ponselnya, terdapat banyak pesan dan panggilan tak terjawab dari suaminya.Karina ragu untuk membaca pesan itu.Karina tau pasti itu pesan yang menanyakan keberadaan dirinya.
Karina masih enggan untuk berdebat dengan Reno. Dirinya terlalu lelah dengan masalahnya yang tak kunjung berakhir,kadang Karina merasa ingin melarikan diri dari hidup yang sangat jauh dari kata bahagia yang dia rasakan kini. Ingin berlari sejauh mungkin ke tempat dimana orang tak mengenalnya.
Mobil Lamborghini berhenti tepat di tempat Karina duduk melamun menerawang ke depan dengan tatapan mata kosong.
Suara klakson mobil mengejutkan Karina, begitu menatap mobil Lamborghini merah hati yang berhenti di depannya membuat Karina spontan berdiri menatap sopir mobil itu. Derian,batinnya.
__ADS_1
Bel klakson mobil berbunyi lagi saat tak mendapat respon apapun dari Karina yang berdiri hanya menatapnya. Sopir mobil itu turun menghampiri Karina,rasa de-javu yang sering dilakukan, pria itu yang ternyata adalah Derian seperti pernah melakukan hal sama.
Kakinya terus melangkah mendekati Karina yakin, seperti juga pernah dilakukannya dulu. Derian mencoba mengingat tapi ingatannya seakan tumpul dan tak jelas.
"Karina..."lirih Derian saat tiba tepat di depan Karina.Ingatan-ingatan yang perlahan muncul di kepalanya membuat kepalanya seperti kaset rusak yang diulang-ulang dalam ingatan itu.Kepalanya sedikit berdenyut,Derian memegangi kepalanya dengan kedua tangannya. Suara-suara seorang ingatan dalam kepalanya mengingatkan pada seorang wanita dan wanita itu adalah Karina, wanita yang ada di hadapannya.
"Aaaarg..."teriak Derian sambil masih terus memegangi kepalanya, tubuhnya luruh tak kuat menahan sakit.
"Tuan,anda tak apa,tuan..."seru Karina menepuk lengan Derian yang sudah pingsan dalam pangkuannya.
Tak lebih dari 30 menit,mobil Derian sudah tiba di rumah sakit kota.Para dokter langsung bergegas menuju ruang UGD karena mendapat kabar pemilik rumah sakit pingsan.
Tak lama juga, sekretaris Derian,Noah yang mendapat kabar pesan dari ponsel Derian langsung panik bergegas ke rumah sakit tempat Derian dirawat.
"Tuan muda pingsan, untung ada seseorang yang mengantarkannya tadi,beliau hanya perlu istirahat mungkin ada pemicu tentang ingatan masa lalunya dan berusaha mengingatnya sehingga beliau terlalu keras berpikir dan pingsan karena kesakitan."jelas dokter yang menangani tuannya.
Apakah tuan bertemu dengan Karina?
Siapa yang mengirimiku pesan dari ponsel tuan?Dimana dia sekarang?batin Noah penasaran,tapi masuk tuannya di ruang perawatan dan fokus mengikuti.
Karina berjalan pulang meninggalkan rumah sakit setelah mendapat informasi tentang keadaan Derian yang sudah mulai membaik, dia hanya pingsan karena terlalu keras berpikir. Melihat tubuh Derian yang perlahan membaik Karina tersenyum lega, setelah bangun dari komanya Derian tampak kurus tak terawat.Tapi setelah bertemu kembali hari ini tubuh Derian mulai berisi.
__ADS_1
Otot-otot tubuh yang dulu sering dilihatnya telah kembali semakin menonjol,hal itu menunjukkan dirinya hidup dengan baik setelah bangun dari komanya,tidak seperti sebelumnya selalu melamun seperti mayat hidup yang tidak pernah memperdulikan tubuhnya. Karina merasa itu lebih baik walau dia melupakan tentang dirinya.
Setelah ojol yang dipesannya tiba di depan rumah sakit,Karina memutuskan untuk pulang. Dia tak mungkin terus melarikan diri untuk menghindari suaminya, suatu saat dia tetap akan bertemu.Jika memang harus begitu,Karina harus bisa menghadapinya, sekarang atau nanti pasti tetap akan menghadapinya.
Pintu rumah dibuka, dengan perasaan sedikit ragu Karina masuk ke dalam rumah.Tak mendapati siapapun,tapi saat masuk ruang tamu, terlihat Reno tertidur di sofa.Ah, mungkinlah dia ketiduran menungguku?batin Karina menatap Reno kasihan. Karina menyelimuti tubuh Reno, kemudian masuk kamar membersihkan tubuhnya.Diliriknya jam dinding kamarnya menunjukkan pukul 11 malam.
"Kau sudah pulang?"tanya Reno yang terbangun mendengar suara gemericik air dari kamar mandi kamarnya, menghampiri Karina.Karina menoleh menatap Reno.
"Maaf,"jawab Karina sambil membenahi piyama tidurnya.
"Kau kemana saja sejak pulang dari rumah ibu, kau tak ada kabar?Dan ponselmu juga tak bisa dihubungi?"cemas Reno yang melihat Karina seperti tak mengalami kejadian apapun. Reno tau semua yang terjadi di rumah ibunya,Reno juga tau kejadian dimana Karina dihina ibunya dari kepala pelayan rumah ibunya.Tapi dia tak tau kenapa hal itu terjadi.
Setelah mendengar kabar itu dari kepala pelayan tentang sikap ibunya yang sedikit keterlaluan membuat Reno segera menyelesaikan pekerjaannya hendak menyusul Karina.Reno selama ini tau tentang usaha Karina untuk mendekati ibunya demi bisa mengambil hati ibunya lagi,Reno sangat senang mendengarnya,tapi perlakuan ibunya benar-benar keterlaluan.
Biasanya meskipun ibunya tak suka,ibunya tak langsung menunjukkan kata-kata itu langsung menghakimi Karina di hadapannya, sehingga Karina masih tetap berjuang di hari berikutnya.Karina berpikir itu hanya sindiran.Tetapi kabar dari kepala pelayan yang sudah sedikit dibujuknya tanpa sepengetahuan ibu dan Karina untuk mengawasi saat Karina berkunjung ke rumah ibunya Reno terkejut, membuatnya tak bisa menyelesaikan semua pekerjaannya.
TBC
Mohon like dan vote nya,, sarannya juga,, terima kasih 🙏🙏
.
__ADS_1
.
.