
Kamar hotel tempat resepsi pernikahan itu terasa panas, bukan panas karena suhu udara yang masuk ke dalam kamar itu. Tapi karena panasnya percintaan dari sepasang suami istri yang telah resmi. Resepsi pernikahan yang terjadi dari pagi tidak menyurutkan semangat kedua mempelai untuk memacu malam pertama mereka.
Meski itu bukan malam pertama bagi kedua mempelai tapi percintaan hari itu adalah percintaan pertama kalinya bagi kedua mempelai setelah sah menjadi sepasang suami istri. Janji pernikahan sehidup semati yang sudah diucapkan siang tadi membuat kedua mempelai semakin mesra saja untuk melakukan keintiman malam pengantin.
Al membaringkan tubuhnya di sisi istrinya setelah mencapai kepuasan yang entah sudah ke berapa kalinya. Yang jelas dia tak akan pernah puas untuk menjamah tubuh istrinya berulang kali yang sudah merupakan candu bagi Al. Nafas keduanya memburu setelah menyelesaikan sesi akhir pergumulan panas malam itu.
Menengok jam dinding kamar itu sudah menunjukkan pukul 4 pagi, bukannya bangun, keduanya malah pulas karena kelelahan. Dan terlelaplah keduanya di ranjang kamar suite room hotel itu dengan tubuh berselimut dan saling berpelukan.
Pukul sembilan pagi, Angel membuka matanya perlahan menatap di sisinya. Suaminya masih terlelap dalam tidurnya. Tentu saja semalam penuh dia tak berhenti mencapai kepuasannya setelah acara resepsi pernikahan selesai. Angel bangun dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Dia tersentak saat merasakan pelukan di tubuhnya dari belakang. Ternyata suaminya ikut terbangun dan mengganggu mandinya. Dan tentu saja acara mandi itu tidak selesai sebentar. Kedua mempelai itu melanjutkan kegiatannya di bawah kucuran shower kamar mandi.
Ting nong ting nong
Suara bel kamar membuat Al keluar lebih dulu dari dalam kamar mandi untuk membukakan pintu. Terlihat room boy yang mengantarkan sarapan mereka.
"Sayang, mari kita sarapan!" ajak Al, saat melihat Angel sudah keluar dari kamar mandi dengan hanya berbalut bathrope.
"Tentu." Angel ikut duduk di sofa kamar itu bersisian dengan suaminya. Keduanya pun sarapan dengan bahagia dan bercanda bersama.
Pukul dua siang mereka bersiap untuk berangkat ke bandara. Ya, mereka akan pergi bulan madu ke pulau B. Al menggandeng mesra tangan istrinya dengan tangan lainnya menarik koper mereka.
"Kau suka?" tanya Al begitu mereka sudah duduk di kursi pesawat tempat duduk mereka.
"Suka, sangat suka. Apalagi denganmu sayang." jawab Angel memeluk tubuh suaminya dari samping dengan posisi masih duduk. Al membelai rambut istrinya sayang, dan mengecup sebentar pucuk kepala istrinya.
__ADS_1
"Aku tak sabar ingin punya anak darimu." ucap Al penuh harap.
"Aku juga." jawab Angel.
Pesawat pun segera lepas landas setelah pengumuman pesawat berbunyi. Mereka pun membenahi duduknya dan mengecek kembali sabuk pengaman kami.
Tak lebih dari enam jam perjalanan pesawat, akhirnya tiba di bandara tempat pulau tujuan mereka.
Al masih menggandeng mesra tangan istrinya. Angel tersenyum menerima perlakuan manis dari suaminya. Saat pacaran Al tak pernah berinisiatif untuk menggandeng dahulu, selalu Angel yang menggandengnya dahulu. Mungkin masih berpacaran membuat Al ragu dan ingin menjaga Angel.
Tapi kini setelah menikah, Al mulai berani menunjukkan kemesraan dan sikap manisnya di hadapan orang banyak tanpa malu-malu. Angel sungguh bahagia atas perlakuan suaminya.
"Ah, segarnya." ucap Angel melebarkan kedua tangannya di balkon kamar hotel yang sudah disewa sebelum pernikahan sebagai bulan madu mereka.
"Sayang..." erang Angel mesra karena suaminya terus saja mengecupi tengkuknya membuat hasratnya ikut naik dan menginginkan lebih.
Erangan panggilan Angel membuat Al malah semakin membuat Al bergairah.
"Aku menginginkanmu lagi sayang." ucap Al serak karena menahan hasratnya.
Angel membalikkan tubuhnya menghadap suaminya. Mulai mengecup bibir suaminya yang dibalas tak kalah mesranya oleh suaminya. Pergulatan panas malam itu terjadi lagi di kamar suite room hotel di pulau B membuat keduanya lebur dalam kenikmatan malam pertama yang entah kapan akan selesai.
Angel membuka matanya perlahan, menatap jam dinding kamarnya menunjukkan pukul lima pagi. Angel terpaksa bangun karena merasakan perutnya sangat lapar.
Setelah kedatangan mereka semalam, mereka tak sempat makan malam, hanya menikmati pergulatan panas mereka hingga tertidur di jam tiga pagi. Angel yang masih mengantuk terpaksa bangun karena kelaparan.
__ADS_1
"Sayang..." panggil Angel menepuk pipi suaminya.
"Sayang .." panggil Angel lagi karena suaminya masih setia menutup matanya. Al membuka matanya perlahan menatap istrinya yang sudah membuka matanya.
"Kenapa? Hmmm... mau lagi?" goda Al tersenyum manis.
"Aku lapar." ucap Angel membuat Al sontak bangun. Menatap jendela yang sudah mulai terang.
"Ah, maaf sayang. Aku terlalu bersemangat semalam. Karena kau benar-benar membuatku kecanduan tubuhmu." sesal Al langsung beranjak ke kamar mandi mencuci muka dan sikat gigi saja. Angel hanya menatap arah suaminya bergerak.
"Hotel pasti belum buka ada makanan. Aku akan mencarikan sesuatu di sekitar hotel. Tunggu aku. Ok?" ucap Al memakai jaketnya dan mengecup kening istrinya sebentar.
"Hati-hati dan jangan lama-lama!" ucap Angel tersenyum. Al ikut tersenyum dan keluar dari kamar. Angel masuk kamar mandi membersihkan tubuhnya setelah mengunci pintu kamar.
Angel bergerak gelisah mondar-mandir di kamarnya. Pasalnya sudah lebih dari satu jam suaminya belum muncul juga. Angel ingin menghubungi ponsel suaminya tapi ponselnya tergeletak di nakas samping tempat tidur mereka.
"Kau kemana sayang?" ucap Angel gelisah di dalam kamarnya masih menggunakan bathrope nya.
TBC
.
.
.
__ADS_1