
Derian memasuki rumahnya pukul 10 malam, setelah meminta bi Ani untuk menunggu Angel, Derian pamit pulang untuk membersihkan tubuhnya. Setelah melewati kecemasan masalah tadi siang, Derian baru bernafas lega sekarang.
Noah sudah bisa melacak keberadaan Anton dan Adelia. Noah langsung mengerti apa yang harus dilakukannya saat tuannya memintanya untuk membawa uang tunai dalam jumlah yang tidak sedikit siang tadi, dia memasang alat pelacak pada koper itu.
Kemungkinan setelah jauh darinya koper itu akan dibuang ternyata keliru. Anton yang membawa Adelia dengan bodohnya juga membawa koper yang berisi uang itu dalam perjalanan mereka dan dalam sekejap Noah sudah bisa melacak keberadaan mereka.
Derian dan Noah berencana untuk menangkap mereka besok setelah lokasi mereka dimungkinkan tidak bergerak lagi.
Kini Derian sedikit bisa bernafas lega, setidaknya dengan mengetahui keberadaan lokasi mereka, Derian bisa beristirahat sejenak. Karena melihat lokasi mereka yang menjauh ke luar kota tak memungkinkan mereka untuk kembali mengusik keluarganya lagi dalam waktu dekat.
Derian memasuki kamar tidurnya, tak didapati Karina di ranjangnya. Derian memilih ke kamar mandi membersihkan diri dulu sebelum mencari Karina, mungkin berada di kamar si kembar, batin Derian. Rasa lelahnya sudah tak bisa ditawar lagi, dia ingin segera mandi dan tidur meletakkan tubuh lelahnya.
"Kau sudah pulang?Kau tak apa? Kudengar kau di rumah sakit? Bagaimana keadaanmu?" berondong Karina begitu melihat Derian muncul dari dalam kamar mandi.
Karina tadi mendengar suara mobil Derian dan segera menuju kamar untuk melihat keadaan suaminya. Derian yang tak tau Karina sudah kembali ke kamar mereka terkejut sontak menoleh menatap Karina.
Rasa lelah yang menggelayutinya sejak tadi langsung menguap menghilang. Alih-alih menjawab pertanyaan Karina, Derian malah menghampiri Karina mendekap tubuhnya dan menyerukkan wajahnya ke leher Karina, menghirup aroma tubuh Karina yang dirindukannya sejak siang tadi.
"Aku lelah, bisakah pertanyaanmu kujawab besok pagi. Aku menginginkanmu."bisik Derian lirih di akhir kalimatnya. Memang tubuh bawahnya mulai berdiri tegak saat melihat wajah Karina, hasratnya langsung bangkit, lelah tadi berganti nafsu.
"Sayang....."ucapan Karina yang tak dapat diselesaikan karena Derian menyumpal mulutnya dengan ciuman yang liar dan brutal.
Derian membawa Karina ke ranjang setelah melucuti seluruh pakaian Karina, dirinya yang baru dari kamar mandi hanya berbalut handuk membuangnya ke sembarang arah.
Meski Derian 'menyerang' Karina dengan liar tapi tetap melakukannya dengan lembut. Seolah menunjukkan bahwa dirinya sangat memuja tubuh Karina. Karina sendiri begitu bisa mengimbangi permainan percintaan Derian, baik dengan kasar, liar ataupun lembut. Sehingga percintaan panas mereka lain dari pada yang lain setiap harinya.
Setelah beberapa jam menghabiskan beberapa ronde, Derian ambruk di sisi Karina setelah mengecup bibir Karina sekilas.
__ADS_1
Terdengar nafas teratur pada kedua manusia yang tertidur sambil berpelukan tanpa sehelai benangpun di bawah selimut itu.
***
"Lepaskan aku! Biarkan aku menemui putriku?"seru Adelia saat mereka tiba di sebuah rumah yang disewa Anton sekitar pinggiran kota.
"Kau tak akan kemana-mana!"bentak Anton membuat nyali Adelia menciut mendengar bentakan Anton.
Anton menyeret pergelangan tangan Adelia dengan kasar menuju ke dalam rumah masuk ke kamarnya dan menguncinya.
"Mau apa kau? Kenapa kau mengunciku?"seru Adelia ketakutan melihat ke arah mata Anton sudah diselimuti hasrat untuk 'menyerang' Adelia.
Mungkin Anton memang jahat dan tega, tapi itu karena perasaannya pernah disakiti dan dikecewakan. Tapi Anton tak munafik jika dirinya masih mencintai Adelia meski rasa benci dan kecewa melebihi perasaan cintanya pada Adelia.
Anton melepas seluruh pakaiannya, mulai mendekati Adelia yang sudah ketakutan menempel pada sandaran ranjang. Tapi Anton seolah tak peduli dengan ketakutan di mata Adelia, yang dia butuhkan sekarang adalah menuntaskan hasratnya yang sejak tadi ditahannya saat melihat tubuh Adelia di mobil yang begitu menggodanya.
***
Karina langsung melepas pegangan tangan Derian pada pinggangnya. Setelah percintaan panas mereka semalam, Karina belum menceritakan hubungan antara dirinya dan Derian pada Putri kalau dirinya adalah ibu tiri mereka.
Kata-kata kedua putri Derian saat dulu sebelum melahirkan begitu membuatnya trauma ditolak oleh kedua putri Derian meski Derian tak peduli dengan pendapat kedua putrinya, tapi Karina meminta untuk pelan-pelan saja memberi tahukan tentang dirinya kepada mereka.
Derian tak suka sebenarnya, mereka juga harus tau siapa Karina, tapi Karina menjelaskan tentang keadaan kedua putrinya kalau mereka perlu sedikit waktu untuk diberi penjelasan agar tak salah paham di kemudian hari.
"Sayang ..."jawab Derian menarik tubuh Putri ke dalam gendongannya.
"Papa datang mau menjemputku?"tanya Putri polos. Derian menoleh menatap Karina, Karina balas menatapnya.
__ADS_1
"Itu ..."
"Putri tinggal dengan bu guru dulu ya sampai kak Angel sembuh? Kan papa harus menunggunya di rumah sakit?" sela Karina sebelum Derian nekat mengatakan yang sebenarnya.
Derian menatap Karina tak suka, tapi balasan tatapan memohon Karina membuatnya menghela nafas mengalah.
"Kak Angel sakit pa?Sakit apa?"
"Hanya demam biasa, mungkin beberapa hari lagi dia akan sembuh dan pulang."jawab Derian sambil berjalan menuju meja makan bersisian dengan Karina masih sambil menggendong Putri.
"Boleh aku menjenguknya pa?"tanya Putri memohon dengan wajah polosnya.
"Nanti kita jenguk dengan bu guru ya? Papa Putri kan harus kerja?" sela Karina mencoba menghibur Putri, karena semalaman dia bertanya terus dimana kak Angelnya.
TBC
Mohon dukungannya
Beri like, rate dan vote nya
Makasih yang sudah mendukung 🙏🙏
.
.
.
__ADS_1