
Tak sengaja Angel menubruk seseorang yang ikut berdesakan di halte itu.
"Maaf kak...maaf..." ucap Angel berkali-kali menundukkan kepalanya meminta maaf.
"Tak masalah." jawab pria yang ditubruk Angel tersenyum menatapnya dan langsung beralih kembali pada buku yang dipegangnya.
"Sekali lagi maaf..." ucap Angel lagi merasa bersalah. Pria itu hanya tersenyum.
"Kak Angel." sapa seseorang dari arah belakang belakangnya.
Seorang anak lelaki berseragam SMA tapi tubuhnya kekar dan berotot sehingga dadanya terlihat bidang mungkin jika dia jadi atlit bakal cocok, hanya saja seragam SMA nya terlalu imut di wajahnya. Angel menatapnya datar seolah bertanya siapa kamu?
"Dion...kok tinggalen gue sih?" teriak seorang gadis di belakangnya mendekati pria berseragam yang ternyata bernama Dion.
"Lo apaan sih ikuten gue ..." jawab Dion tak suka, berdecak kesal.
Gadis teman sekelasnya yang bernama Belina itu selalu mengikutinya kemanapun dirinya pergi, Dion semakin risih saja setiap hari diikuti Belina. Belina memang pernah mengatakan padanya secara terang-terangan kalau dia menyukai Dion, tapi Dion tak pernah menggubrisnya.
Tapi Belina tetap tak mau menyerah meski berkali-kali Dion mengusirnya dan menolaknya. Belina adalah putri teman bisnis papanya, Belina pernah diberitahu papanya kalau jika mereka sudah dewasa papanya akan menjodohkannya dengan Dion.
Tentu saja disambut antusias oleh Belina, Belina sudah menjadi teman sekelas Dion sejak SMP saat diberitahu papanya siapa Dion. Belina semakin gencar mendekati Dion. Dan Belina bukan tipe orang yang gampang menyerah.
"Dion? Dion yang...." ucap Angel menatap Dion tajam, menutup mulutnya tak percaya tak meneruskan kalimatnya dia bergerak mundur dengan pandangan sedikit cemas dan kembali menubruk pria yang ditubruknya tadi.
__ADS_1
"Maaf... sekali lagi maaf..." ucap Angel berbalik menundukkan kepalanya meminta maaf.
Pikirannya tak konsentrasi merasa kejadian beberapa tahun lalu kembali terlintas di benaknya. Saat dulu Dion pernah membuntutinya.
"Ah, aku tidak membuntuti kakak, jangan salah paham. Aku benar-benar mau naik bus. Sekolah dipulangkan lebih awal karena para guru ada perlu." jelas Dion mengangkat kedua tangannya ke samping kepalanya memberikan penjelasan, Dion terlihat sedih saat rasa cemas masih terlihat di mata Angel, kakak yang masih disukainya itu sejak dulu.
Dion sudah berusaha melupakannya dengan berbagai cara, tapi rasa suka dan bersalahnya menghantuinya membuatnya semakin tak bisa mengendalikan perasaan sukanya pada Angel.
"Siapa Dion? Kakakmu? Teman? Kenalan?" cerocos Belina.
"Kepo." jawab Dion tanpa menatap Belina sibuk memperhatikan ponselnya.
Meskipun sebenarnya Dion memang masih membuntuti kehidupan Angel setelah lulus SD meski sempat menyerah saat SMP tahun kedua. Akhirnya Dion kembali stalking tentang Angel.
Itulah mengapa Dion sering terlambat sampai di sekolah. Untungnya Dion seorang jenius di sekolah sering menjadi perwakilan lomba dengan membawa Runner up kadang juara pertama sehingga para guru sering memberikan maaf tak memberinya sanksi jika dirinya terlambat sebagai wujud kepedulian para guru atas prestasi yang sudah ditorehkan Dion untuk sekolahnya.
Angel terdiam di tempat yang agak jauh dari Dion, sesekali melirik keberadaan Dion yang tak jauh dari tempatnya berdiri ternyata Dion benar-benar kebetulan bertemu dengannya. Sehingga Angel sedikit bernafas lega saat tau Dion benar-benar tak menguntitnya seperti dulu.
Bus tujuan Angel tiba, segera saja Angel naik, diikuti Dion dan temannya, Belina dan juga pria yang ditubruk Angel tadi. Dua Kursi kosong di depannya membuat Angel, Dion, Belina dan pria yang ditubruk tadi saling menatap. Seolah saling mempersilahkan siapa saja yang hendak duduk.
"Duduk aja kak?" tawar Dion, Dion juga tau tentang kesehatan Angel yang sedikit lemah dan akan kambuh jika terlalu berat memakai otaknya untuk berpikir. Angel tak menjawab tawaran Dion dan duduk di salah satu kursi kosong yang sebelahnya langsung diduduki Belina.
"Ngapain Lo ikut duduk?" seru Dion tak suka.
__ADS_1
"Gue cewek Dion ." ucap Belina tersenyum lebar.
Angel hanya tersenyum menatap keimutan Belina. Dion yang melihat senyum itu tak jadi marah pada Belina. Dion ikut tersenyum memandang arah lain. Pria yang ditubruk tadi hanya diam menatap aksi beberapa orang itu. Pria itu menatap Angel lebih lekat seolah pernah melihat Angel, pria itu coba mengingat lagi tapi tetap lupa. Dion yang melihat pria itu memperhatikan Angel intens pura-pura menubruk pria itu.
"Maaf kak..." ucap Dion tersenyum seringai yang tak diketahui siapapun.
Lamunan pria itu langsung buyar. Sedang Belina sudah bicara banyak hal dengan penuh semangat pada Angel yang hanya diangguki dan kadang senyum diwajahnya.
Dion ikut tersenyum hangat melihat wajah Angel tersenyum. Meski dia harus membuang pandangannya ke arah lain sesekali melirik pada Angel.
TBC
Mohon dukungannya
Beri like, rate dan vote nya
Makasih yang sudah mendukung 🙏🙏
.
.
.
__ADS_1