
"Boleh kulakukan?" tanya Al yang sudah berkabut gairah, sebelum acara pernikahan selesai, Al membawa istrinya untuk check in di hotel tempat acara pernikahan itu dilakukan. Sepertinya malam pengantin bukan hanya milik pengantin baru itu.
Tak ketinggalan Al dan Angel setelah di rumahnya sibuk mengurus putri semata wayangnya, mereka berniat memberikan adik pada putrinya tersebut. Dan hal itu menjadikan Al yang sudah tak sabaran karena izin istrinya langsung mencumbu bibir dan leher istrinya tanpa henti. Bahkan setelah sampai di kamar hotel tanpa basa-basi lagi, Al langsung menyerang tubuh istrinya dengan brutal tak sabaran.
Dirinya yang selama ini sudah menahan diri untuk hasratnya yang hanya bisa dilakukan sekali setiap minggu berdasarkan pemeriksaan dokter spesialis beberapa hari lalu, Angel istrinya sudah dinyatakan sembuh total, bahkan mereka sudah diizinkan jika ingin mempunyai anak lagi, namun mereka harus bersabar jika lama tumbuh benihnya nantinya.
Karena rahim Angel ada sedikit masalah karena benturan yang pernah terjadi saat jatuh dari tangga saat akan melahirkan putri pertama mereka dulu. Tapi belum tentu tidak bisa hamil lagi, namun akan agak lama hamilnya lagi. Namun keduanya sama-sama saling berusaha meski agak sulit toh mereka sudah punya seorang putri yang cantik.
Jika memang keduanya sudah tidak diizinkan untuk memiliki anak lagi mereka akan tetap bersyukur.
Kini keduanya sudah berbaring di ranjang kamar hotel tanpa sehelai benangpun, dengan Al yang sudah siap di atas Angel. Nafas keduanya memburu sama-sama tak sabar untuk menuntaskan hasrat mereka.
"Lakukan mas, aku milikmu!" jawab Angel serak lirih yang hanya bisa didengar oleh keduanya.
Al mulai menghentakkan dalam tubuh istrinya. Dia sudah bertekad malam ini tak akan melepaskan istrinya. Al sudah menghubungi pengasuh putrinya untuk membawa pulang ke rumah mama karena keduanya tak akan pulang malam ini mungkin sampai besok siang. Itulah yang diucapkan Al waktu menghubungi pengasuhnya.
Al menghentak lebih kuat dalam tubuh istrinya. Desahan bersahutan di dalam kamar hotel yang kedap suara itu. Hotel presiden suite room milik keluarganya membuat keduanya terbuai. Tak cukup sekali dua kali Al mencumbui istrinya itu.
Bahkan sudah berkali-kali Al menuntaskan seluruh hasratnya yang sudah terpendam sekian lamanya. Angel hanya bisa mendesah menikmati cumbuan suaminya yang merindukan juga tubuh suaminya.
__ADS_1
Hingga pelepasan terakhir membuat Al jatuh disisi tubuh istrinya yang sudah tergolek lemas karena kelelahan tiada taranya. Bahkan matanya sudah memejam tak sanggup lagi untuk terbuka. Kelelahan, kecapean dan mata ngantuk ya sudah tak bisa diajak kompromi lagi.
Bahkan Angel tak tahu kapan percintaan panas mereka selesai. Al mendekap tubuh istrinya dari belakang tanpa melepas miliknya dari tubuh istrinya. Ingin merasakan kehangatan lagi saat tertidur. Nafas keduanya sudah teratur pertanda keduanya sudah terlelap pulas di ranjang kamar hotel itu.
Cahaya sorot matahari yang sedikit menembus tirai kamar hotel yang berada di lantai tiga puluh gedung hotel itu. Membuat Angel membuka matanya perlahan mengerjap sebentar, meneliti sekeliling kamar yang terasa asing. Tangan kekar memeluknya erat sambil memainkan areolanya membuatnya geli.
Ternyata pergerakan tubuh Angel membuat suaminya ikut sadar meski belum membuka matanya. Tapi tubuh bagian bawah suaminya menegang sempurna sudah berada di tempat semestinya membuat Angel tanpa sengaja mendesah kenikmatan.
Begitupun Al, desahan istrinya membuatnya bergerak memaju mundurkan pinggulnya untuk kembali mereguk kenikmatan seperti semalam suntuk yang mereka lakukan.
"Ah..." desah Angel mengikuti gerakan suaminya yang bergerak di belakangnya masih dalam posisi berbaring miring.
"Sayang... jangan menggodaku!" lirih Angel berdecak kesal. Al tersenyum senang berhasil menggoda istrinya.
"Lakukan tugasmu sayang, aku ingin kau berada diatasku. Memuaskanku!" wajah Angel langsung merona mendengar kalimat vulgar suaminya.
Dengan malu-malu dirinya pun mulai bergerak di atas tubuh kekar suaminya. Al tersenyum menggoda melihat wajah memerah istrinya. Sang istri segera bergerak setelah menghentakkan milik suaminya ke dalam miliknya.
Dengan gerakan sensual berusaha menggoda suaminya yang berada di bawahnya. Desahan kembali terdengar di kamar hotel itu. Semakin kencang saja karena suaminya membantu menggerakkan pinggulnya dengan bantuan tangannya lebih cepat karena merasa sudah mencapai pelepasannya.
__ADS_1
Namun lagi-lagi suaminya menghentikan gerakannya. Sang istri berdecak kesal lagi, karena lagi-lagi pelepasannya harus terhenti lagi. Karena suaminya mulai berganti posisi dengan dirinya berada di bawah dan suaminya berada di atas dengan membelakanginya. Suaminya menghentakkan miliknya lagi pada milik istrinya dari belakang.
Kedua tangan suaminya bermain di kedua dada kembarnya dengan sangat kasar dan liar. Dan di bawah sana menghentakkan dengan sangat kencang dan cepat. Sang istri hanya mendesah kenikmatan merasakan dirinya entah sudah berapa kali pelepasan. Sedang suaminya sudah hampir dua jam belum juga mendapatkan pelepasannya.
Hingga dirasakan di dalam sana sudah mulai membesar dirasakan rahimnya menghangat karena suaminya sudah mendapatkan pelepasannya. Karena terlalu banyaknya hingga tumpah ruah di sprei ranjang.
Keduanya pun terkulai lemas kembali di ranjang kamar hotel itu. Nafas keduanya memburu dan ngos-ngosan karena aksi brutal keduanya yang membuat sprei ranjang itu sudah acak-acakan berantakan tak pada tempatnya. Angel meraih ponselnya yang berada di atas nakas samping ranjangnya. Melirik jam pada ponselnya dan dirinya langsung tersentak karena jam sudah menunjukkan pukul dua siang.
"Astaga, putriku." seru Angel segera beranjak dari ranjang namun langsung terjatuh ke bawah karena merasa nyeri pada inti tubuhnya karena serangan brutal suaminya.
"Aku sudah mengirimkan pesan pada pengasuh untuk mengajak putri kita ke rumah mama. Disana banyak orang pasti putri kita baik-baik saja." ucap Al bangun dari tidurnya membopong tubuh istrinya masuk ke dalam kamar mandi membersihkan diri. Dan terjadilah kembali percintaan panas keduanya.
.
.
.
Yang nggak suka, skip aja ðŸ¤ðŸ¤
__ADS_1