Perselingkuhan

Perselingkuhan
Episode 27


__ADS_3

Dion berdiri di tengah ruangan yang lumayan dingin. Tak berani bergerak atau bicara sepatah katapun. Apapun yang akan dilakukan oleh papanya dia akan terima. Dia merasa tak pernah melakukan kesalahan berat apapun. Jadi, Dion berdiri dengan yakin tak gentar dan tenang.


Reno berdiri di depan putranya tangannya bersedekap di dada. Berdiri tak jauh dari putranya berdiri. Di depan meja kerjanya yang ada di ruang kerjanya itu. Menatap Dion tajam, seolah ingin menelanjanginya dengan harapan muncul kata-kata dari mulut Dion.


Sudah tiga hari ini Reno ada urusan ke luar kota mengurus salah satu proyeknya. Seharusnya cuma dua hari disana, tapi karena ada masalah dengan proyek itu, Reno terpaksa mengulur waktu untuk tetap menginap disana sehari lagi.


Dan besok malamnya, begitu urusannya selesai dia langsung pulang meski sudah malam. Bagaimanapun dia mencemaskan putranya di rumah hanya dengan bibi pelayan apalagi putranya baru sembuh dari sakitnya.


Meski sudah masuk sekolah dengan diantar sopir, Reno tetap melarang Dion untuk mampir-mampir dulu sebelum dia benar-benar sehat. Saat sampai di rumah sudah pukul 2 pagi. Dia tak langsung ke kamarnya, dia langsung menuju kamar putranya yang berada di depan kamarnya.


Tapi, memang pemandangan putranya yang sedang tidur pulas, hanya saja tidak tidur sendiri. Tapi, tidur berpelukan seperti sepasang suami istri yang sedang kasmaran. Dan tengah berpelukan mesra meski masih batas wajar, tapi entah apa yang sudah dilakukan mereka berdua semalam. Reno langsung shock melihat hal yang seharusnya tidak dilakukan keduanya.


Meski Dion sudah terlihat lebih dewasa dari penampilan teman sebayanya, tapi mereka tetaplah lelaki dan perempuan yang sudah dewasa. Tidak seharusnya mereka tidur bersama walau mereka adalah sepupu ataupun saudara apalagi hanya sebatas teman saja. Itu sudah tidak benar.


Wajah Reno semakin memerah menahan amarahnya, saat tau siapa perempuan itu yang ternyata adalah Angel, putri tiri mantan istrinya, Karina. Yang juga gadis yang disukai Dion sejak kecil. Reno tak bisa berkata apapun. Apa yang harus dia jelaskan nanti pada mantan istrinya itu.


Dia sungguh kecewa pada Dion, bertahun-tahun dididiknya Dion sudah sejak kecil untuk tidak melewati batas terhadap seorang gadis apalagi jika dia memang mencintai, tapi jangan sampai merusak gadis yang dicintai.


Reno bergegas menutup pintu perlahan agar tidak membangunkan mereka. Meski Reno tak memergoki mereka tidur berpelukan sambil telanjang. Tapi itu semua sudah menunjukkan bahwa perbuatan putranya itu salah.


Reno menghela nafas panjang, memilih untuk kembali ke kamarnya dan membersihkan dirinya. Pagi-pagi sekali nanti dia akan menemui Dion dan berbicara empat mata secara pribadi dengan putranya itu. Jika putranya sudah melewati batas, mau tak mau Reno akan memaksa putranya itu untuk bertanggung jawab atas gadis itu.


Dunia memang sungguh sempit, dari sekian banyak gadis, kenapa harus putri mantan istriku yang harus kau cintai? Kenapa bukan orang lain? Meski gadis itu adalah putri tirinya, apa yang akan dikatakan suaminya nanti. batin Reno menghela nafas lagi.


Awalnya Reno mengira perasaan Dion waktu kecil hanyalah cinta monyet yang akan dilupakan seiring berjalannya waktu. Dan saat mereka dewasa pasti akan lupa dengan sendirinya. Tapi, dugaan Reno ternyata salah besar. Cinta monyet masa kecil itu benar-benar ditunjukkan dan direalisasikan saat dirinya dewasa yang mulai mengerti artinya cinta.


Dan Dion benar-benar tipe lelaki setia pada satu orang saja. Seperti dirinya yang bahkan sampai sekarang tak bisa melupakan sang mantan istri meski dia sudah bahagia dengan keluarganya kini. Itu ditunjukkan olehnya dengan tidak menikah lagi setelah dengan mama Dion, Irene. Meski Dion bukan putra kandungnya, Dion benar-benar menerapkan semua ajarannya sejak kecil hingga dewasa kini.


"Katakan!" ucap Reno memulai pembicaraan setelah lama terdiam tak ada yang memulai bicara.

__ADS_1


"Apa maksud papa?" jawab Dion tenang sedikit terbata.


"Apa papa perlu menjelaskan satu persatu?" tanya Reno lagi, tak percaya kalau putranya akan setenang ini.


"Kami tak melakukan apapun. Hanya... hanya..." jawab Dion terbata dengan wajah yang sudah tersipu malu menundukkan wajahnya di depan papanya.


"Hanya apa? Kau tau hal itu salah kan?" ucap Reno lagi mulai menaikkan intonasi bicaranya karena Dion sungguh berbelit-belit dalam menjelaskannya.


"Kami hanya tidur bersama, tak melakukan apapun. Tidak lebih, hanya tidur satu ranjang. Itupun aku tak sengaja ketiduran pa, dia minta aku menemaninya sampai dia tertidur. Dan ternyata aku malah ketiduran." jelas Dion dengan nada lirih di akhir katanya masih menunduk malu. Reno menghela nafas malu, kecewa dan sedikit terkejut.


"Apa jika papa tak memergoki kalian hari ini, akan terjadi sesuatu yang lebih?" tanya Reno memancing. Dion sontak mendongak menatap Reno.


"Tentu saja tidak. Apa maksud papa?" elak Dion tegas berteriak dan sontak dia pun terkejut karena teriakannya.


"Kau yakin tak menginginkan lebih?" tanya Reno lagi melirik ke bawah mengarah pada 'adik kecil' Dion yang membuat Dion sontak malu menutupinya.


Meski sudah tidak sekeras semalam saat hanya tidur seranjang dengan Angel. Dion sangat malu, seolah papanya tau betul hal-hal seperti itu. Memang mereka selalu bercerita tentang diri mereka masing-masing secara terbuka. Dion juga selalu curhat apapun pada Reno dengan bebas tanpa menutupi suatu apapun dari Reno. Termasuk tentang perasaannya pada Angel. Dan Reno selalu bisa menjadi teman bicara Dion seperti bicara dengan seorang teman.


Reno masih menatap tajam dengan tangan beralih dimasukkan ke dalam kedua saku celananya. Reno menghela nafas lagi, mendekati Dion yang menatapnya memelas. Reno menatap mata itu dengan seksama. Putranya memang jujur, tak pernah dia berbohong dulu maupun sekarang.


"Kau tau saat dua orang wanita dan pria berduaan? Pasti ada yang ketiga diantaranya?" ucap Reno.


"Apa?"


"Yang ketiga pasti setan, akan mengajak kalian berdua untuk berbuat lebih dan menginginkan lebih. Papa harap hal ini tidak akan terjadi nanti padamu. Jika kau berniat serius. Nikahi dia! Tapi....." Dion masih menunggu perkataan Reno lebih lanjut.


"Selesaikan sekolahmu dulu. Baru memikirkan lebih." ucap Reno menepuk pundak putranya.


"Iya pa." jawab Dion lega setelah menjelaskan semua pada Reno diapun sedikit lega.

__ADS_1


"Sekarang..." Reno berbalik sebelum membuka pintu ruang kerjanya.


"Ya pa." jawab Dion ikut berhenti menatap papanya yang tiba-tiba berbalik di depannya.


"Antarkan dia pulang dan jelaskan semua pada mamanya apa yang terjadi semalam di rumah!" jelas Reno yang berlalu meninggalkan ruangannya diikuti Dion yang masih protes.


"Tapi pa, aku pasti akan dibunuh papanya sebelum menjelaskan duduk permasalahannya." seru Dion mengikuti langkah papanya.


"Itu masalahmu." ucap Reno tanpa menatap putranya yang mengikuti di belakangnya.


"Pa..." Reno hanya tersenyum tipis tak menjawab.


"Pa, tolonglah!" seru Dion lagi.


"Selamat pagi." sela seseorang dari bawah tangga yang menghentikan langkah Reno dan Dion.


"Pagi..oh, ya Angel..." Dion langsung menyela.


"Papa, kita sarapan. Ok? Aku sudah sangat lapar." sela Dion mencegah Reno untuk menegur Angel, Reno langsung paham maksud putranya dan membatalkan niatnya.


TBC


Mohon dukungannya


Beri like, rate dan vote nya


Makasih yang sudah mendukung 🙏🙏


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2