
Perceraian Derian yang dikiranya akan lancar, ternyata berjalan lambat.Istri Derian,Adelia menuntut terlalu banyak syarat.Adelia merasa keberatan untuk bercerai apalagi dirinya tak dapat apapun dari suaminya.Bahkan bukti-bukti yang ditunjukkan Noah untuk memberatkan Adelia malah menjadi bumerang pada Derian, perselingkuhannya dengan Karina juga berada dalam pengawasan Adelia.
Derian murka mendengar kabar dari Noah, perceraian yang dikira mudah ternyata justru menjadikan bumerang untuknya.Apalagi harus melibatkan Karina, Derian tak ingin membuat Karina sedih dan berujung meninggalkannya. Bagaimanapun dirinya sudah bisa memperbaiki hubungan mereka kembali meski harus bermain di belakang. Adelia adalah wanita sosialita nomer satu diantara semua temannya,juga memiliki follower paling banyak di akun medsosnya.
Mungkin jika dalam dunia nyata Derian bisa melakukan sedikit kekerasan atau ancaman halus pada Adelia, tapi untuk di dunia maya, Derian harus berpikir ribuan kali untuk mempertimbangkan perasaan Karina.Karina mungkin terlihat kuat dari fisiknya tapi hatinya sangatlah rapuh,mungkin dia bisa memendam perasaannya tapi untuk mengungkapkan Karina bukan wanita semudah itu membuka hatinya.Derian tau betul.
Derian tak mau hal itu terjadi, dirinya tak akan sanggup lagi jika harus berpisah dari Karina lagi.
Derian sungguh sangat marah pada dirinya, bagaimana dirinya bisa melewatkan kekuatan medsos Adelia, mungkin jika dirinya yang dipermalukan Derian bisa menutup berita-berita itu dalam sekejap mata,tapi jika Karina yang diberitakan Derian tak yakin jika Karina akan baik-baik saja setelahnya.Komentar buruk para netijen medsos sangatlah kejam, apalagi Karina berada di posisi yang sangat salah mesti bermodalkan perasaan saling mencintai.Tapi kekuatan medsos sangatlah kejam.
Selama 2 minggu ini Derian menahan diri untuk tidak menemui Karina.Meski Derian sangat merindukannya.Derian masih mencari jalan keluar untuk membereskan masalah Adelia menyangkut pautkan Karina di dalamnya.Meski begitu Derian tetap menghubungi Karina lewat ponselnya.
**
"Hua...huaaaa.."suara tangisan seorang anak di tempat penitipan anak tempat Karina bekerja membuat semua orang terkejut. Karina yang sedang mengerjakan laporan akhir bulannya,ikut berlari menghampiri suara tangisan itu.Semua petugas dan guru berusaha membujuk anak itu tapi anak itu terus saja menangis.Karina mendekati anak itu.Terlihat luka berdarah di lututnya,Karina segera mengambil kotak P3K untuk mengobatinya,meski masih menangis tapi tidak sekencang tadi.
"Putri tak apa?"tanya Karina lembut merasa kasihan, membelai pipi Putri, mendekapnya dari samping setelah diobati.
Tangisan Putri perlahan berhenti tersisa sesenggukan, kemudian terlihat terlelap dalam pelukannya.Karina menggendong tubuh Putri membawanya ke klinik sekolah. Membaringkannya,saat Karina beranjak setelah menyelimuti tubuh Putri, tangan Karina digenggam erat Putri seolah tak mau lepas dari tangan Karina.Karina menghela nafas,duduk kembali di tepi ranjang tempat Putri berbaring.Membelai punggung tangan Putri lebih dalam.
Ah, pasti menyenangkan punya anak sendiri, yang menemani kita saat kita sendiri,batin Karina mengecup punggung tangan Putri.
Derian duduk di kursi kerja kantornya tak bergeming dari tempatnya.Terdiam berpikir kadang mengerutkan dahinya kadang mengendur, bahkan pekerjaannya dari pagi belum disentuhnya sama sekali.Memikirkan jalan keluarnya mengurus perceraiannya dengan Adelia tanpa melukai Karina.
Sampai sore hari pikirannya buntu, belum bisa menemukan jalan keluar apapun. Diraihnya jas mewahnya yang diletakkan di kursinya.Derian keluar menuju parkiran, mengendarai mobil Lamborghini Aventador nya ke rumah Karina,mungkin moodnya akan kembali membaik jika dia bertemu Karina.
Sudah lebih 2 minggu Derian tak bertemu Karina demi mencegah hubungannya terekspos. Bagaimanapun Derian merupakan salah satu pengusaha yang sukses paling berpengaruh tak jarang pula dirinya diwawancarai oleh media-media yang melambungkan namanya juga.Derian sengaja langsung ke rumah Karina.Dan ternyata Karina belum pulang.
__ADS_1
Diliriknya jam yang melingkar di pergelangan tangannya menunjukkan pukul 17.30 itu artinya Karina terlambat pulang setengah jam, biasanya jam 5 sore Karina sudah sampai di rumah.Derian memakai kunci duplikat yang diberikan Karina padanya jika tengah malam Derian ingin datang tanpa mengetuk pintu.
Derian meletakkan jas mahalnya di meja kamar Karina,masuk kamar mandi membersihkan tubuhnya.
Suara ketukan pintu rumah Karina membuat Derian mempercepat mandinya dan memakai pakaian santai yang sengaja ditinggal di rumah Karina.Derian memakai kaos tipis lengan pendek dan memakai celana pendek boxernya. Siapa?Tak mungkin Karina mengetuk pintu untuk masuk rumahnya sendiri,dia juga punya kunci rumahnya sendiri?batin Derian segera keluar membuka pintu.
Tanpa aba-aba wajah Derian langsung dihantam pukulan,membuat dirinya oleng saat dirinya tidak siap seseorang memukulnya.Tak berhenti di situ, pukulan terus saja diarahkan pada Derian, Derian berusaha menguasai hingga mampu mengembalikan membalas pukulan-pukulan itu yang ternyata Reno lah yang memukulinya.
Hingga tubuh mereka babak belur tak ada yang melerai mereka, kawasan perumahan Karina memang jarang penghuninya, kebanyakan mereka tidak bersedia menempati rumah dinas itu, mereka lebih memilih tinggal rumah yang dibeli sendiri.Hanya beberapa saja tetangga Karina itupun bisa dihitung jari.Derian terlalu sering memaksa Karina untuk tinggal di apartemennya, karena menurutnya kawasan itu tidak cukup aman untuk ditinggali.Tapi Karina selalu keras kepala.Jika Derian tak memungkinkan datang untuk menginap Derian menyuruh seseorang untuk mengawasi rumah Karina tanpa sepengetahuan Karina.
Keduanya sama-sama terkapar sudah tak berdaya duduk di lantai ruang tamu Karina mengatur nafas mereka yang memburu dan ngos-ngosan.
"Br******,apa yang sedang kau lakukan disini?"seru Reno masih terduduk babak belur di lantai ruang tamu Karina mengatur nafasnya menatap Derian tajam.
Derian tersenyum seringai.
"Kurasa bukan urusanmu lagi mantan...?"ejek Derian juga masih terduduk babak belur juga.
"Jika kau berniat untuk bermain-main dengan Karina, lebih baik jauhi dia atau aku...."
"Atau kau apa?Kau hanyalah mantan, mungkin dulu aku tak bisa berbuat apa-apa tapi sekarang kau tak berhak mencampuri urusan kami..."ejek Derian lagi tak melawan cengkeraman tangan Reno di kerah kaosnya.
Reno semakin memberikan tatapan tajam membunuhnya pada Derian meski yang dikatakan Derian itu benar tapi Reno tetap tak terima,Reno hanya bisa menggemeretakkan giginya, rahangnya mengeras menahan kekesalannya dan benci mengakui kebenaran perkataan Derian.
"Jika sampai..."
"Astaga...."teriak Karina yang baru saja tiba melihat ruang tamunya yang sudah berbentuk lagi yang ternyata ulah kedua pria itu.Karina lebih terkejut lagi saat melihat kedua wajah pria yang pernah mengisi hatinya babak belur.
__ADS_1
Karina melepas cengkeraman tangan Reno di kerah kaos Derian berdiri di depan Reno membelakangi Derian.
"Pulanglah!Kurasa kita sudah tidak ada urusan lagi,"ucap Karina mengusir Reno.
"Apa karena pria br***** ini kau ingin bercerai dariku?"Derian di belakang Karina tersenyum mengejek menatap Reno.
"Itu bukan urusanmu Reno.Kita sudah berpisah baik-baik!"seru Karina.
"Kalau aku tau kau meminta bercerai hanya karena pria br****** ini,aku pasti tak akan pernah melepaskanmu."Karina semakin menatap Reno tak suka.
"Kau tau dia pria beristri,dia juga punya anak?Dia juga berkeluarga?"seru Reno.
"Aku tau!"teriak Karina.
"Lalu,kau masih berhubungan dengannya?"
"Kami akan bercerai..."sela Derian hendak menggeser tubuh Karina tapi Karina tetap berada diantara mereka.
"Kau mau jadi seorang pelakor?"
TBC
Mohon like dan rate nya...
makasih 🙏🙏
.
__ADS_1
.
.