
Karina menyentuh wajah Derian yang penuh luka, dirinya kemarin terlalu shock hingga terlelap dan tak menyadari wajah Derian yang babak belur.
"Sakitkah?"tanya Karina lembut membelai pipi Derian.Derian mengecup telapak tangan Karina yang menyentuh pipinya.
"Apa sudah diobati?"tanya Karina lagi.
"Tak apa,hanya segini saja,asal dirimu tak terluka aku juga tak apa,"jawab Derian lembut mengusap pipi Karina.
"Wajah tampanmu... ah,sayang sekali...maaf?"ucap Karina memeluk tubuh Derian menempelkan wajahnya di dada bidang Derian.Mengeratkan pelukannya seolah ingin menghibur Derian, yang semua itu karena dirinya.
"Kaulah yang seharusnya istirahat,lukamu pasti akan dibicarakan para karyawanmu, mereka pasti akan berpikir yang tidak-tidak padamu?"kata Karina melepas pelukannya menatap luka-luka di wajah Derian.
"Tak ada yang berani membicarakanku,toh mereka tak akan bertatap muka langsung setiap saat padaku."jawab Derian mendekap kembali tubuh Karina,mengecup dahinya lama, mengeratkan pelukannya.
"Maaf..."
"Kenapa kau yang mesti minta maaf,aku tak apa,"hibur Derian.
"Ah,apa dia sering kemari? Kalian pasti ngobrol berdua?Jika aku tak datang kemarin.."
"Dia tak pernah datang,baru kemarin dia datang.Dan aku juga tak tau ada perlu apa dia datang kemari?"jelas Karina tak mau Derian salah paham.
"Kenapa kau harus tinggal disini? Mulai hari ini kita pindah ke apartemenku,"tegas Derian.
"Tidak,aku tak akan kemana-mana untuk membereskan rumah,aku bisa suruh seseorang untuk membereskannya."tolak Karina tegas juga melepas pelukannya.Tapi Derian menariknya kembali menghadapnya.
"Siapa yang akan kau suruh,kau akan menyuruh seorang pria untuk membereskan bersamamu,di rumah ini,aku tak akan setuju!"tolak Derian lagi.
"Ayolah!Apa kau sekarang sedang cemburu, mereka hanya seorang pekerja..."
"Siapapun dia,dia tetap pria dan aku tak mau ada pria lain berada di dekatmu!"
"Kau... tak percaya padaku?"
"Bukan tak percaya padamu, tapi aku tak percaya mereka?"tegas Derian posesif.
Mereka saling menatap,Karina tau seposesif apa Derian,dia tak membenci itu,itu malah membuktikan sebesar apa cinta Derian padanya.Karina mengecup bibir Derian, tapi Derian malah memperdalam ciuman itu, menekan tengkuk Karina,mencumbu bibir Karina sangat lama.
"Kau tau jangan membuatku lebih memaksa lagi.Hari ini kita pindah ke apartemenku.Aku akan menyuruh Noah mengurus rumah ini. Tak ada bantahan,"tegas Derian lagi.
"Aku harus kerja,"
"Aku akan mengantarmu dan sore aku akan menjemputmu,kita pulang ke apartemenku dan barang-barangmu Noah akan mengurusnya,"jelas Derian sebelum Karina melayangkan protesnya.
__ADS_1
"Sekarang mandilah!Kita sarapan di luar,"
Karina masuk kamar mandi menuruti keinginan Derian tanpa bantahan, dibantahpun percuma, walau tak ada pernyataan surat atas pernikahan mereka,tapi secara agama, Derian berhak atas dirinya.
**
"Bu Karin..."panggil Ajeng saat jam istirahat makan siang.
"Ya?"jawab Karina.
"Ada yang nyari, suami anda katanya!"
"Suami?"
"Iya?Eh, suaminya apa suaminya dulu ya tadi?"kata Ajeng bingung.
"Sekarang dimana?"
"Dia menunggu di luar."jawab Ajeng,Karina langsung menuju tempat yang dimaksud Ajeng.
**
"Kau mau makan sesuatu?Biar aku yang traktir?"pinta Reno yang mengajak Karina makan siang di cafe dekat tempat kerja Karina.Reno sengaja tak menghubunginya dulu, kalau dia menghubungi Karina dulu, Karina pasti menolak dan itulah sebabnya Reno langsung menemui Karina.
"Maaf...apa sudah tak apa?"tanya Karina lembut menunjuk wajahnya mengisyaratkan bertanya tentang luka perkelahian mereka.
"Ah, tidak.Aku sudah mengobatinya, mungkin akan segera sembuh, hanya luka kecil,"Karina menghela nafas panjang merasa menyesal telah membuat mereka berselisih.
"Apa kau menjalin hubungan dengannya?" tanya Reno setelah terdiam lama mempertim- bangkan pertanyaannya.Karina hanya mengangguk menjawab pertanyaan Reno tanpa menatap,sambil makan makanan yang dipesan tadi.
"Apa dia serius denganmu?Apa dia mencintaimu?"tanya Reno mendesak,di sudut hati kecilnya,dia begitu tak suka kedekatan mereka, entah perasaan apa, seperti merasa cemburu.Tapi Reno sudah tidak ada hubungan apapun dengan Karina,dia juga sudah tak berhak mencampuri hubungan mereka.
"Dia masih punya keluarga?"
"Aku tau."jawab Karina tegas menatap Reno menghentikan makannya.
"Lalu?"tanya Reno balas menatap Karina mencari jawaban dari sorot matanya.
"Aku... mencintainya.Dan dia juga mencintaiku.Dan dia juga bisa menerima kekuranganku,"jelas Karina seolah menyindir Reno.Wajah Reno berubah pias, seakan kata-kata Karina menohok hatinya yang terdalam.Reno tertawa getir tanpa suara membuang pandangannya ke arah lain, tak berani menatap Karina lagi.
"Aku harus kembali, waktu istirahatku sudah habis,"pamit Karina yang sudah tak berminat pada makanannya.
"Habiskan dulu makanmu! Mungkin ini makan bersama kita untuk terakhir kalinya,"bujuk Reno. Karina menurut duduk kembali, menghabiskan makanannya meski sudah tak mood lagi.
__ADS_1
"Kemarin... ada perlukah kau datang ke rumahku?"tanya Karina menatap Reno.
"Oh, hari minggu putraku ulang tahun,kami mau mengadakan acara kecil-kecilan.Aku bermaksud mengundangmu.Mungkin kau bersedia datang?"ucap Reno menyodorkan undangan ulang tahun putranya ke arah Karina. Karina menerimanya, membacanya.
"Apakah tak apa jika aku juga datang?"tanya Karina ragu menatap Reno menunggu jawabannya.Reno yang belum paham maksud Karina terdiam.
"Maksutku,apa istrimu tau kau mengundangku? Aku tak mau kehadiranku menjadikan salah paham diantara kalian,meski kita masih berhubungan baik,tak menjamin itu tidak membuat hal-hal yang tidak kita inginkan."jelas Karina.
"Tentu tidak,istriku tau aku mengundangmu, dia yang menyarankanku untuk mengundangmu?"
"Benarkah?"ucap Karina tak yakin.
"Kalau kau merasa tak nyaman, tak apa,kau tak harus datang."kata Reno.
"Aku usahakan akan datang,"jawab Karina tersenyum.Reno balas tersenyum.
**
"Bu gulu, nanti antar Putli pulang lagi ya?"kata Putri mendekati Karina saat hendak membe- reskan mejanya.Karina menatap Putri berlutut mensejajarkan tubuhnya dengan Putri.
"Maaf ya sayang,ibu tidak bisa,ibu sudah ada janji.Mungkin lain kali kalau ada orang tua kalian.Ok!"jawab Karina membuat Putri cemberut.
"Papa gak pernah pulang.Bahkan pas ditelpon papa sibuk."jutek Angel ikut cemberut. Karina menatap mereka sedih.
"Apalagi mama, kalau pulang pasti bawa teman laki-laki. Begitu diajak masuk kamar mama, sudah gak keluar lagi. Dan kita gak boleh ganggu mama."ucap Angel lagi dengan nada sedih. Karina menganga tak percaya mendengar perkataan Angel sang kakak.
"Mungkin dia sepupu mama atau omnya Angel atau saudara papa?"tanya Karina mencoba memberi penjelasan dan pengertian pada seorang anak.
"Bukan bu guru, kadang teman laki-laki mama ganti terus kok,bukan satu orang aja,teman mama banyak dan ganti-ganti yang datang," kata Angel.Karina mencelos mendengar perkataan penjelasan Angel.
TBC
Mohon like dan rate nya kakak..
vote juga..
Makasih 🙏🙏
.
.
.
__ADS_1