Perselingkuhan

Perselingkuhan
Episode 25


__ADS_3

Akhir pekan, sesuai janji. Al menunggu Angel di halte tempat Angel biasa naik. Setelah mengirim pesan semalam, Angel meminta Al untuk menjemputnya di halte biasa dia naik bus. Sedang Angel, hatinya menjadi sedikit bimbang pasca ciumannya dengan Dion beberapa waktu lalu.


Hari-harinya hanya digunakan untuk melamun menyelami kembali perasaannya pada Dion. Berkali-kali dia mematahkan perasaannya bahwa itu hanya godaan sementara karena dirinya sedang merindukan Al yang sibuk dengan magangnya. Hingga pesan Al malam itu membuyarkan semua buaiannya selama ini.


Angel akan meyakinkan lagi perasaannya yang sebenarnya hari ini. Dengan berkencan dengan Al, kekasihnya saat ini.


"Kak..." sapa Angel tersenyum manis saat melihat Al sudah ada di tempat janjian.


Al sesaat terpesona dengan penampilan Angel, meski terlihat sederhana tapi Al tahu pakaian yang dipakai Angel bukan pakaian sembarangan, semua pakaian branded. Al baru menyadarinya, selama ini mungkin dia tak akan tau jika bersikap biasa.


Tapi setelah tau Angel membohongi tentang keadaan keluarganya, entah kenapa dada Al terasa sakit. Al memaksakan untuk tersenyum menyambut kedatangan Angel.


"Ayo...aku ingin mengajakmu ke tempat yang batal kita kunjungi kemarin." ucap Al mengulurkan jemari tangannya untuk menggandeng jemari tangan Angel.


Angel menerima dengan senang hati meski dia merasa Al sedikit berbeda dari beberapa waktu terakhir mereka bertemu. Tapi, Angel segera menepis perasaannya, mungkin karena kami sudah lama tak bertemu. batin Angel saat itu.


Taman bermain Aftano Green land. Mereka tiba setelah lebih dari satu jam perjalanan naik bus. Al berulang kali melirik Angel apakah dia pura-pura nyaman atau memang sudah nyaman saat berada dalam bus.


Tapi nyatanya Angel bersikap seperti orang normal lainnya tak seperti kebanyakan gadis kaya yang begitu tak nyaman dengan berdesakan di dalam bus. Al menghela nafas, dia sungguh bingung dan galau. Antara ingin bertanya langsung atau menunggu Angel jujur sendiri, tapi Al sungguh tak nyaman dengan perasaannya saat ini. Antara senang dan kecewa.


"Ayo!" seru. Al menarik pergelangan tangan Angel masuk ke dalam Aftano Green land.


Mereka mulai mencoba semua permainan dan bersenang-senang, sesaat Al dapat menghilangkan rasa galaunya beberapa saat lalu. Dan juga Angel juga dapat melupakan perasaan bersalahnya saat bersama Dion kemarin.


Setelah beberapa waktu, mereka istirahat sambil makan siang karena memang sudah waktu makan siang.


"Mau makan apa?" tanya Al saat mereka sudah menemukan tempat yang cocok untuk makan siang mereka.


"Samain aja kak." jawab Angel lembut melihat ponselnya karena ada pesan masuk.


'Kak, lagi ngapain?' isi pesan Dion membuat Angel serba salah teringat kejadian kemarin, apalagi sekarang dia sedang bersama Al yang sedang memesan makanan meninggalkan dirinya sendiri di meja mereka. Angel mengabaikan pesan itu karena Al sudah kembali dengan membawa makanan pesanan mereka di nampan.

__ADS_1


Mereka mulai makan siang. Diliriknya jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan Al, menunjukkan pukul 3 sore. Setelah selesai makan siang mereka berkeliling kesana-kemari bergandengan tangan mesra layaknya sepasang kekasih yang sedang dimabuk cinta. Angel keluar masuk tempat oleh-oleh yang ada di wahana itu. Tapi hanya melihat-lihat tanpa membeli.


"Kau tak mau beli sesuatu?" tawar Al saat mereka sudah berulang kali keluar masuk toko oleh-oleh tanpa membeli apapun.


"Gak kak, aku senang begini. Hanya lihat-lihat saja bersama kakak." jawab Angel tersenyum senang mulai menarik pergelangan tangan Al memasuki toko yang masih beberapa lagi.


Setelah hampir dua jam berkeliling terlihat mereka sudah cukup kelelahan.


"An?" panggil Al yang membuat Angel tersentak karena Al tak pernah memanggil namanya. Sebelumnya Al selalu memanggilnya sayang meski tak begitu sering. Entah kenapa Angel merasakan firasat buruk tentang ucapan Al. Tapi Angel berusaha tenang.


"Ya kak." jawab Angel tersenyum lembut.


"Boleh aku bicara?" tanya Al ragu setelah mereka duduk di bangku taman masih di dalam wahana permainan itu. Deg, dada Angel seketika bergemuruh, dia hanya menatap Al lekat yang duduk di bangku depannya.


"Sebelumnya aku minta maaf..." ucap Al memulai pembicaraannya menatap Angel lekat meski sesekali menunduk dan kembali menatap Angel lagi. Angel hanya diam menunggu Al berbicara.


"Kurasa lebih baik... kita akhiri hubungan kita sampai disini. Kita putus." ucap Al tegas. Angel yang tak menyangka Al mengatakan hal itu, tersentak. Senyum di bibirnya menghilang mencoba mencerna kembali perkataan yang diucapkan Al itu salah di pendengarannya.


"Maaf... maafkan aku." ucap Al menundukkan kepalanya memohon maaf tanpa mampu menatap wajah Angel.


"Tatap aku kak? Lihat wajah aku kak?" pinta Angel, dadanya sakit dan berdenyut. Entah kenapa dia seperti mendapat karma karena perbuatannya kemarin saat bersama Dion yang telah mengkhianati Al.


Al hanya menunduk tak berani menatap wajah Angel. Bukan kemauan Al dia ingin putus, tapi entah kenapa hubungan mereka sudah membuatnya tak nyaman. Latar belakang keluarga mereka seolah menjadi momok untuknya segera menjauhi Angel meski sebenarnya dia tak ingin.


"Maaf." bisik Al lirih.


"Boleh aku tau alasannya kak?" tanya Angel dengan nada parau menahan sakit yang tak berdarah di dadanya.


Al langsung mendongak menatap wajah Angel yang terdapat air mata yang mulai jatuh di pipinya. Al merasa sangat bersalah, tapi dia tetap harus mengakhiri hubungan mereka. Al ingin membuktikan dulu bahwa dirinya pantas berada di sisinya suatu saat nanti. Meski sekarang dia harus mengakhiri hubungan mereka saat ini.


"Aku... mau konsentrasi pada pekerjaanku. Tanpa ada hal lain yang mungkin bisa menggangguku." jawab Al menatap Angel lekat.

__ADS_1


"Apa dengan bersamaku kakak terganggu?" tanya Angel lagi setelah mengusap air matanya yang tak bisa dicegah meski sekarang sudah tak menetes lagi. Angel berusaha untuk tak menangis meski air matanya tadi menetes tanpa bisa dicegah.


"Iya... maaf..." jawab Al menundukkan wajahnya meski hati dan dadanya juga sakit.


"Apa kakak selama ini tak mencintaiku?" tanya Angel lagi.


"Aku mencintaimu... sangat... mencintaimu.... Tapi... aku ... lebih mencintai pekerjaanku... maaf..." jelas Al terbata. Menunduk lagi semakin tak mampu menatap wajah Angel yang mungkin sangat membencinya dan kecewa terhadapnya.


"Apa dengan tetap bersamaku kakak tak bisa bekerja dengan baik?" tanya Angel lagi. Yang dijawab dengan anggukan kepala oleh Al yang tak mampu menatap wajah Angel.


"Ah, terima kasih telah jujur kak. Terima kasih sudah mencintaiku juga kak. Terima kasih juga sudah memberikan kebahagiaan selama kakak bersamaku. Jika aku salah maaf... maafkan aku juga. Semoga kakak sukses dengan pilihan kakak." ucap Angel menangis tanpa suara berdiri dari tempatnya duduk.


"Aku akan mengantarmu pulang." tawar Al yang membuat Angel berbalik menatap Al.


Deg.. dada Al berdenyut menatap Angel yang menahan air matanya mengalir, Angel segera mengusapnya.


"Terima kasih kak, tapi aku ingin pulang sendiri. Aku... aku... terima kasih." pamit Angel melepas pegangan tangan Al yang terpaksa dilepaskan juga olehnya. Al menatap punggung Angel yang menjauhinya.


"Maaf... aku tak pantas berada di sisimu. Dirimu terlalu tinggi untuk kuraih. Maaf..." bisik Al lirih meninggalkan wahana permainan itu dengan sakit di dadanya yang tak berdarah.


TBC


Mohon dukungannya


Beri like, rate dan vote nya


Makasih yang sudah mendukung 🙏🙏


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2