Perselingkuhan

Perselingkuhan
Chapter 78


__ADS_3

Sebulan berlalu Angel masih bersikap dingin pada Karina meski tak berbuat kasar karena peringatan Derian. Karina terus bersabar dan mencoba terus berusaha untuk mendekati Angel meski tak pernah dihiraukan.


Karina tetap tak menyerah, perhatian selalu diberikan pada Angel setiap Angel membutuhkan bantuan. Tapi Angel tetap dingin dan langsung pergi menghindar. Dia juga sudah ke sekolah seperti biasa meski harus didampingi oleh beberapa pengawal yang ditugaskan Derian.


Derian tak mau mengambil resiko apapun lagi. Polisi dan beberapa orang suruhannya masih belum bisa menemukan keberadaan Anton. Sedang Adelia masih mendekam di tahanan karena tak ada bukti jika dirinya tidak berniat untuk menculik Angel. Derian juga tak mau mengusahakan untuk membebaskan Adelia. Adelia yang memintanya untuk tidak melakukannya.


Dia tak mau bebas, kalaupun bebas, Anton pasti akan mendatanginya lagi. Lebih baik Adelia di tahanan daripada Anton mendatanginya dan membujuknya lagi untuk menculik Angel lagi.


"Bi, aku gak mau pakai itu, aku mau pakai sepatu merah?"keluh Angel pagi itu saat hendak siap-siap berangkat sekolah. Karina menghampiri dan mengintip di celah pintu yang terbuka sedikit.


"Yang ini non?"tanya bibi pengasuh sambil menunjukkan sepatu yang juga berwarna merah.


"Bukan yang itu bi? Sepatu merah yang dibelikan mama? Masa bibi gak tau sih?"seru Angel cemberut kesal.


"Boleh ibu bantu?"sela Karina mencoba masuk, tapi Angel langsung melengos mengalihkan pandangannya ke arah lain.


"Nyari apa bi?"tanya Karina.


"Sepatu merah non Angel nyonya, tapi gak tau bibi yang dimaksud yang mana?"jelas bibi kebingungan, karena dia orang yang sudah berumur setengah baya, dia sudah menjadi pengasuh Angel dan Putri sejak masih bayi.


"Bibi yakin sudah dibawa semua kemari?Gak ketinggalan di rumah lama kan?"tanya Karina.


"Astaga ... iya nyonya, mungkin masih tertinggal di sana."katanya sambil menepuk jidatnya teringat sesuatu.


Karina tersenyum lucu dan menoleh menatap Angel yang masih melengos tak menghiraukan Karina.


"Sayang... sepatunya tertinggal di rumah lama. Bagaimana kalau nanti pulang sekolah kita mampir ke rumah lama dan mengambilnya atau kita belanja di mall?"hibur Karina mencoba merayu.


Angel masih tak bergeming tak menjawab. Tapi sekilas raut wajahnya berubah senang, ingin mengatakan iya tapi gengsinya besar. Karina melihat itu semua, tersenyum senang.

__ADS_1


**


"Apa belum ada kabar tentang Anton?" tanya Derian pada Noah saat mereka berada di ruang kerja Derian setelah meeting siang itu.


"Maaf tuan..."sesal Noah. Orang-orangnya masih belum bisa menemukan dan polisi pun juga sudah berusaha tapi tetap nihil, seolah Anton hilang ditelan bumi.


Derian mengesah kecewa, bagaimanapun dia mencemaskan keluarganya. Semoga Anton tak nekat untuk menyerang keluarganya di rumah.


"Perketat keamanan di sekitar rumah, aku tak mau sampai kecolongan lagi."tegas Derian.


"Baik tuan."


"Kita makan siang dulu setelah itu meeting bersama klien kita."ucap Derian berdiri bersiap untuk pergi.


"Baik tuan." Noah tak banyak bicara hanya mengiyakan perkataan tuannya.


**


Banyak yang kecewa dengan jawaban pasif Karina tapi mereka tak mendesaknya, mereka mengobrol hal-hal lain. Karina ke sekolah dengan diantar sopir dan diikuti beberapa pengawal juga, sebenarnya Karina risih dengan pengawalan mereka tak cukup dua orang tapi lebih dari itu sehingga sangat mencolok untuk di tempat umum.


Tapi saat Derian sudah memutuskan tak bisa dibantah siapapun atau dia tak akan mengizinkan Karina pergi kemanapun.


"Kakak..."sapa Putri saat melihat Angel keluar kelas dengan menenteng tas sekolahnya.


Angel tersenyum melihat Putri, tapi senyumnya langsung hilang begitu melihat Karina yang bersama Putri. Angel langsung melengos memalingkan muka. Karina tetap tersenyum, baginya itu hal yang imut yang dilakukan Angel bukan kemarahan lebih ke rajukan untuk diperhatikan lebih lagi olehnya.


Mereka masuk ke dalam mobil duduk di kursi belakang bertiga , Putri yang berada di tengah. Angel terus memalingkan muka menatap keluar jendela. Sedang Putri dan Karina mengobrol senang berbicara tentang apa yang akan dilakukannya nanti saat di mall. Angel hanya diam tapi tak menolak untuk ikut belanja di mall.


Tak sampai satu jam mereka sampai dan sopir menurunkannya di depan gedung mall yang sedang ramai pengunjung meski tidak hari libur. Tapi tak sepadat hari libur. Sedang sopir memarkirkan mobilnya di tempat parkir.

__ADS_1


Putri menggandeng tangan Karina sedang Angel diam mengikuti dari belakang, saat Karina mengulurkan jemari tangan untuk menggandeng Angel malah melengos menyalip keduanya dan berjalan cepat di depan Karina. Karina hanya tersenyum lucu.


"Jangan cepat-cepat sayang? Angel?"seru Karina melihat Angel berlari menuju kerumunan orang lalu lalang keluar masuk gedung mall.


Saat Karina sambil menggandeng tangan Putri, dari arah berlawanan seorang pria dengan topi hitam dan bermasker hitam menatapnya. Karina juga menatap curiga, seolah familiar dengan wajah pria itu.


Saat melihat ke arah tangan pria itu, terdapat pisau lipat yang siap dihunuskan pada Angel, Karina langsung berlari dengan melepaskan gandengan Putri menuju Angel yang masih berjalan cepat di depannya.


"Angel...awas..." Karina mendekap tubuh Angel, dan


Jleb..


Suara pisau menancap di punggung Karina dalam, Karina terdiam tak merintih hanya meringis menahan sakit.


"Kau tak... apa sayang...?" ucap Karina parau terbata-bata menahan luka.


Angel terbelalak melihat arah pria yang menusuk Karina, mengenali pria itu. Para pengawal yang berdiri tak jauh dari Karina berjalan, langsung berlari ada yang meringkus pria itu dan ada yang mengamankan Putri dan Angel, ada juga yang langsung menghampiri tubuh Karina yang pingsan.


Semua pengunjung mall yang melihat kejadian itu sontak berteriak histeris menjerit terkejut melihat apa yang terjadi sambil menutup mulut mereka masing-masing. Mundur menghindari tersangka.


"Mama..."teriak Angel di akhir kesadaran Karina yang tersenyum mendengar Angel yang sudah mau memanggilnya mama.


TBC


Mohon dukungannya


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2