Perselingkuhan

Perselingkuhan
Chapter 44


__ADS_3

Derian masuk ke dalam apartemennya sudah jam 7 malam, tercium aroma wangi masakan dari dapur. Derian mendekat banyak makanan tersaji di meja makan tapi Karina tak ada di sana.


"Sayang..."seru Derian memanggil Karina menuju kamarnya. Belum ada sahutan, terdengar suara air mengalir dari dalam kamar mandi kamar.


"Sayang..."seru Derian mengetuk pintu kamar mandi. Suara air mengalir berhenti.


"Sebentar lagi."teriak Karina dari dalam. Entah kenapa Karina merasa mual lagi, karena kemarin kondisinya jauh lebih baik. Seolah anaknya tau apa yang dirasakan oleh ibunya yang sedang banyak pikiran.


Setelah dari dokter kandungan tadi kondisi janin Karina membaik dan sehat, harusnya mual pada trisemester pertama sudah mulai berkurang, tapi entah kenapa setelah menyelesaikan masakannya Karina langsung mual. Dokter juga sudah memberikan obat anti mual jika mualnya tiba-tiba datang.


Karina menatap dirinya di cermin kamar mandi. Mualnya sudah mulai berkurang tapi wajah pucatnya terlihat jelas. Karina masih mencari cara untuk membuat Derian tak khawatir padanya. Karina masih juga belum siap untuk mengatakan kehamilannya.


"Sayang,kau sungguh tak apa-apa?"teriak Derian lagi sudah lebih 10 menit Karina tak juga keluar dari kamar mandi. Padahal Derian sudah selesai mandi di kamar mandi luar kamar.


Cklek...


Suara pintu kamar mandi dibuka, Karina menatap Derian yang sedang mengeringkan rambutnya di sofa. Karina mendekat, mengambil handuk itu membantu mengeringkan rambut Derian.


"Kau baik-baik saja?Kau terlihat pucat?"tanya Derian mendongak menatap wajah Karina yang terlihat pucat dan lelah. Derian menghentikan gerakan Karina mengeringkan rambutnya. Menarik pinggang Karina menempel padanya hingga Karina terduduk di pangkuannya. Derian mengusap bibir merah Karina.


"Kita makan dulu...!"ajak Karina tapi Derian justru mencium bibir Karina, lebih dalam menekan tengkuk Karina, Karina membalas ciuman itu, saling mencari kepuasan masing-masing. Tangan Derian tak diam, dia menjelajahi seluruh tubuh Karina, menelusup masuk ke dalam baju Karina. Karina hanya mengerang nikmat, entah kenapa Karina begitu menginginkan dan menikmati setiap sentuhan Derian kali ini, dirinya begitu menginginkan lebih dan lebih. Malah Karina terlihat lebih agresif dari biasanya. Derian tersenyum senang meladeni keagresifan Karina yang tak seperti biasanya. Mungkin faktor kehamilan Karina yang membuat dirinya semakin agresif.


Makan malam yang telah disediakan Karina mungkin akan sedikit ditunda untuk menikmatinya. Keduanya sama-sama saling menyerang mencari kepuasan dan menuntaskan hasrat masing-masing yang sudah lama tak mereka lakukan karena kondisi kesehatan Karina yang kata dokter kelelahan karena kelebihan berhubungan setiap hari dan setiap malam.


**

__ADS_1


"Mau kubawakan kesini makan malamnya?"tanya Derian setelah selesai melampiaskan hasratnya yang tak cukup sekali dua kali. Entah kenapa juga tubuh Karina tidak seperti biasanya, lebih terlihat berisi dan seksi membuat hasrat Derian menginginkan yang lebih lagi dari biasanya.


Derian mengecupi seluruh tubuh Karina tanpa terlewatkan dan sialnya membuat hasrat Derian kembali naik. Tapi melihat Karina yang sudah kelelahan tak berdaya membuat Derian mengurungkan niatnya untuk 'menyerang' Karina kembali.


"Pasti sudah dingin,aku akan menghangatkan sebentar."Karina hendak bangun, segera dicegah Derian hingga berbaring telentang dengan Derian menindih tubuhnya tapi masih menahan dengan kedua lututnya.


"Biar kulakukan, kau terlihat lelah. Kau tau kau hari sangat liar dan seksi." bisik Derian di telinga Karina di akhir kalimatnya, mengecup bibir Karina sekilas dan mengecup perut Karina yang terlihat sedikit 'gendut'. Derian beranjak dari ranjang tersenyum menatap Karina yang wajah hingga leher dan telinganya memerah karena malu dengan bisikan Derian.


**


Irene meninggalkan Dion di rumah Reno. Irene bingung akan membawa kemana. Irene memohon Reno mau merawat anaknya seperti sebelumnya meski bukan anak kandungnya. Perceraian pun sudah diurus oleh Reno. Reno tak menyanggupi tapi juga tak menolak permintaan Irene.


Reno tau siapa Irene, dia adalah korban dari perceraian orang tuanya, Irene sejak kecil ikut ibunya yang telah meninggal 5 tahun lalu dan sekarang dia tak punya sanak saudara tapi Irene sudah cukup umur untuk hidup mandiri.


Dan disitulah, Irene yang terbiasa hidup mewah saat orang tuanya belum bercerai. Hidup kekurangan membuat Irene salah pergaulan dan hamil anak kekasihnya. Hingga bertemulah dia dengan Hesti yang menginginkan wanita yang mau memberikan keturunan pada anaknya.


Bocah tak berdosa itu hanya bisa tersenyum menatap reno memelas. Lebih dari sebulan Reno tak pernah memperdulikan anak itu, jangankan perhatian melihatpun dirinya tak mau setelah tau dirinya mandul.


Tapi hari ini saat Dion menatapnya dengan tersenyum memelas Reno tak tega, bagaimanapun anak kecil ini tidak bersalah, bayi itu lahir dalam keadaan suci, orang tuanyalah yang salah. Reno meraih tangan Dion menggendongnya, bocah itu langsung tertawa terbahak-bahak di pelukan Reno yang menjadi papanya selama ini. Reno ikut tersenyum getir.


Reno menurunkan Dion dari mobil dibantu bibi pengasuh, Reno memutuskan mengajak mereka ke rumah Hesti karena Dion tak mau lepas dari gendongannya.


"Kenapa kau ajak anak haram itu kemari?" teriak Hesti begitu melihat Reno datang bersama Dion anak Irene entah dengan siapa.


"Ma, bisakah bicara lebih baik?Dia masih kecil belum tau apapun?"seru Reno membela Dion.

__ADS_1


"Aku tak sudi mengakuinya sebagai anakmu, dia bukan darah dagingku."teriak Hesti lagi tak terima, kembali masuk ke dalam rumah dan duduk di sofa ruang keluarga.


"Terserah mama, aku akan mengurus anak ini sampai ibunya siap untuk merawatnya sendiri." Reno menyerahkan Dion pada bibi pengasuh dan membawanya untuk bermain sementara dirinya akan berbincang dengan Hesti.


"Kenapa mama ingin aku kemari?"tanya Reno ikut duduk di sofa depan Hesti.


Hesti mengeluarkan sesuatu dari amplop di meja itu dan menata rapi di meja menghadap Reno ternyata gambar foto-foto gadis-gadis cantik. Reno menatap foto-foto itu masih belum paham maksud Hesti.


"Ini... maksudnya apa ma?"tanya Reno.


"Kau pilih salah satu untuk jadi istrimu. Setelah perceraianmu diputuskan, kau harus menikah dengan salah satu dari mereka. Kau tak harus mencintai mereka, kau cukup menikah dan punya anak dari mereka."jelas Hesti membuat Reno menganga tak percaya.


Reno tertawa lucu mendengar Hesti yang begitu terobsesi memiliki cucu darinya.


"Aku tak akan menikah lagi. Aku akan fokus mengurus Dion."jawab Reno menyandarkan tubuhnya pada sandaran sofa menghela nafas berat, lelah pikiran dan hatinya.


TBC


Mohon dukungannya


Beri like, rate dan vote nya


makasih 🙏🙏


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2