Perselingkuhan

Perselingkuhan
Episode 65


__ADS_3

"Kalian sudah saling mengenal?" tanya Irene saat melihat kedua putra kandung dan putra tirinya itu bertemu. Dion dan Al beralih menatap Irene yang tiba-tiba muncul membuyarkan keterkejutan keduanya.


"Dia junior di kampusku dulu." Al menjawab lebih dulu sebelum Dion menjawab dan terlihat Dion pun enggan menjawab.


"Oh, begitu ya. Dunia ternyata sesempit itu ya?" gurau Irene. Dion dan Al tak menjawab, keduanya saling menatap.


**


"Jadi, kak Al yang akan menikahi kak Angel?" tanya Dion saat keduanya sudah melipir dari keramaian keluarga besar mereka. Mereka duduk di taman samping rumah.


"Hmm." jawab Al.


"Selamat untukmu." ucap Dion tersenyum tulus menatap Al yang duduk di sebelahnya.


"Terima kasih." jawab Al balas menatap Dion.


"Kuharap kakak bisa mencintainya dan membahagiakannya." ucap Dion beralih menatap ke depan dan menyeruput kopinya yang sudah disiapkan pelayan itu.


"Tentu. Aku sangat mencintainya." jawab Al tersenyum senang menatap ke depan juga.


"Dia gadis yang baik."


"Ah..." Al menoleh menatap Dion yang menatap ke arah depannya.


"Kami dulu satu sekolah sejak sekolah dasar meski dia kakak kelasku, aku sekelas dengan adiknya." jelas Dion tak mau membuat Al salah paham.


"Oh, dia memang baik. Meski orang tuanya kaya, dia tidak sombong dengan kekayaan orang tuanya." jawab Al.

__ADS_1


"Kakak benar, bahkan dia tak mau dikenal sebagai anak orang kaya. Dia ingin diperlakukan seperti kebanyakan gadis lainnya."


"Ya, kau benar."


"Selamat untukmu kak."


"Terima kasih." Keduanya tersenyum.


"Sudah sore, aku harus pulang." ucap Dion berdiri dari duduknya. Al tersentak menatap Dion lekat.


"Kau tak mau menginap?" tawar Al.


"Tidak."


"Kami juga keluargamu?" ucap Al ikut berdiri menghadap Dion.


"Apa kau masih belum bisa menerima kedua orang tuamu?" tanya Al yang bisa membaca gerak gerik Dion yang canggung.


"Terus terang, aku tak menginginkan ini semua. Bagiku cukup aku mempunyai papaku Reno saja. Tapi, papa mengajarkanku untuk menghargai kedua orang tua kandungku. Maaf, jika aku terlihat kekanak-kanakan." jelas Dion.


"Aku mengerti, aku memahami hal itu juga. Aku pun awalnya juga sulit menerimanya." jawab Al.


"Baiklah. Aku pamit kak." pamit Dion.


"Kau akan datang ke pernikahanku bukan?" tanya Al.


"Tentu. Aku akan berangkat dari sana." jawab Dion.

__ADS_1


**


Meski Irene awalnya tak setuju jika Dion pulang tanpa menginap dulu, akhirnya dia terpaksa mengizinkannya pulang. Meski lirikan mautnya menatap Reno tak suka. Dia masih saja mengira Reno memberikan kesan buruk padanya agar Dion tak menyukainya.


Reno hanya mampu menghela nafas panjang. Dia merasa serba salah. Itulah sebabnya Reno selalu keberatan mengantar Dion ke rumah Irene, karena Irene selalu berpikiran buruk tentangnya. Tapi ancaman Dion juga tak main-main. Dia benar-benar tak akan pergi ke rumah orang tua kandungnya jika dirinya menolak mengantarkannya.


Reno terpaksa menuruti keinginan putranya itu meski harus mendapatkan sindiran kata-kata tajam dari Irene. Sebenarnya dia bisa saja menjawab semua sindiran dari mulut Irene, tapi Reno malas berdebat.


Untung saja Revan suami Irene yang juga ayah kandung Dion menunjukkan aura baik dan persahabatan padanya.


**


"Bagaimana sayang, kau suka gaunnya?" tanya Karina yang saat itu sedang feeting gaun pengantin di butik langganan keluarganya dengan Angel.


"Ini sangat cantik ma, aku suka." jawab Angel antusias, dia berputar-putar di depan kaca seluruh badan yang terdapat di butik itu.


"Nona sangat cantik memakai gaun ini." ujar pelayan butik yang melayaninya sejak tadi.


"Aku ambil ini aja ma." ucap Angel.


"Tentu sayang." jawab Karina.


TBC


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2