
"Kau memang br******!"teriak Derian memukul Reno lagi,Reno terhuyung tak melawan terduduk lagi di lantai.Karina hanya diam.
"Jangan dengarkan kata-katanya sayang,ini bukan salahmu?Aku yang terlalu mencintaimu."hibur Derian menangkup wajah Karina dengan kedua tangannya menatap Karina lembut.Air mata Karina menetes,meski tak bersuara hatinya sakit atas ucapan Reno. Tak salah dalam kata-kata Reno, bahkan itulah kebenarannya.Derian memeluk erat Karina menepuk punggung Karina.
Reno meninggalkan rumah Karina tanpa pamit.Karina luruh dalam pelukan Derian, menangis terisak.Derian merasa terpukul menatap Karina.
"Kau jangan dengarkan kata-katanya,semua itu tidak benar, bukankah kita sudah mengesahkan hubungan kita meski hanya siri?"hibur Derian lagi mencemaskan keadaan Karina yang shock.Karina masih diam menutup wajahnya dengan kedua tangannya dengan Derian masih memeluknya.
Karina terlelap dalam pelukan Derian, Derian membopongnya ke ranjang kamar.
Menyelimuti Karina, terlihat gurat kesedihan dalam tidurnya.Derian mengecup kening Karina lama, mengecup seluruh wajah Karina,juga mengecup punggung tangan Karina mencoba menghibur mencurahkan kasih sayangnya meski Karina sudah tidur. Derian ikut berbaring di sisi Karina, menariknya masuk ke dalam pelukannya lebih dalam, seolah memberikan kekuatan dalam pelukannya itu.
Ya,Karina memutuskan menerima lamaran Derian meski hanya menikah siri dan Derian juga mengatakan akan segera mengurus perceraiannya,meski Karina tak mendesaknya sudah sebulan sejak mereka menikah siri,tapi Derian belum memberikan kabar tentang perkembangan perceraiannya,entah kenapa sepertinya mereka sulit untuk bercerai.Karina juga tak mau mendesak,meski begitu Karina mengharapkan kabar itu.Karina terlihat kecewa saat mendengar Reno mengatakan kalau status Derian masih beristri dan berkeluarga,itu artinya perceraian mereka belum diputuskan.
Karina tak bermaksud menjadi pelakor, Karina juga tak bermaksud mengganggu rumah tangga orang jika Derian sendiri tak mengatakan hubungannya dengan istrinya sedang bermasalah perihal pengkhianatan istrinya.Tapi Karina lupa Derian seorang pengusaha, seorang publik figur juga yang mungkin sangat terkenal dalam lingkungan para pengusaha dan perkumpulan ibu-ibu sosialita yang walaupun di belakang hubungan mereka tidak harmonis,dalam dunia luar mereka akan menunjukkan diri mereka sangatlah harmonis seperti tak ada masalah apapun.
Pernikahan Derian karena perjodohan pun tak membuat Derian bisa menjadi mencintai istrinya apalagi setelah memergoki istrinya tidur dengan pria lain di depannya bahkan sampai berhubungan intim.
**
"Putri sudah bangun?"sapa Karina sore itu sebelum pulang ke rumah.
"Kenapa menangis?"tanya Karina lagi yang dijawab isakan tangis Putri.
"Putri sering menangis Bu kalau bangun,jika waktu mau tidur menangis.Biasanya papa yang bisa membujuknya.Bahkan bibi harus membujuknya berjam-jam agar putri diam, kadang bibi menelpon papa dan Putri langsung berhenti menangis."jelas Angel kakak Putri.Putri pun masih menangis sesenggukan.
"Ah, kalau begitu ibu akan menelpon papa kalian ya?Kalian punya nomer papa?"Angel menggelengkan kepalanya.
"Bibi yang punya nomer papa."jawab Angel.
"Ah, sepertinya pak sopir kalian sudah menjemput,"ucap Karina melihat keluar jendela,mobil yang dihafali milik keluarga Putri tiba.
__ADS_1
Mereka berdua bahkan hanya diantar jemput oleh sopir setiap hari, orang tua mereka tak pernah sekalipun menjemput atau mengantar mereka.
Mendengar kata-kata Karina tentang kedatangan sopirnya, Putri malah semakin menangis kencang mendekap Karina erat, seolah tak mau pulang ke rumah.
"Putri sayang, pulang dulu ya?Besok sekolah lagi,itu pak sopir sudah datang."bujuk Karina yang tidak dihiraukan Putri yang masih terus menangis.Karina menghela nafas.
"Terus enaknya bagaimana ya?Nanti Putri gak cantik lagi lo jika terus menangis?"hibur Karina tapi Putri masih terus menangis.
Angel hanya menggelengkan kepala saat ditatap Karina seolah tau maksut tatapan Karina,sambil merapikan peralatan sekolahnya yang diberikan pada pak sopirnya yang masuk ke dalam klinik kesehatan.
"Bapak tau nomer ponsel papanya mereka?"tanya Karina pada pak sopir itu.
"Wah,ponsel saya ketinggalan di rumah majikan saya Bu?Saya gak ingat nomernya tuan?"jawab pak sopir menyesal.
"Bagaimana kalau ibu antar sampai rumah kalian?"putus Karina akhirnya dan Putri pun langsung diam tak menangis dan menganggukkan kepalanya senang.
Setelah Karina merapikan mejanya dan mengambil tasnya,Karina menggandeng kedua tangan kedua anak itu masing-masing di sisi Karina.
Sesampainya di rumah kedua muridnya,
Karina membopong tubuh Putri yang tertidur pulas di mobil di pangkuannya. Beruntung Putri tertidur sehingga tak perlu membujuknya untuk pulang.
"Dimana orang tua mereka bi?"tanya Karina pada PRT rumah itu saat kedua anak itu sudah masuk kamar mereka yang diurus pengasuhnya.
"Tuan dan nyonya jarang pulang bu? Kalaupun pulang malam,saat anak-anak sudah tidur,"jawab PRT itu.
"Benarkah?Apa mereka tak dikabari jika terjadi sesuatu pada anak-anaknya?"
"Mereka sudah sering saya kabari bu, berulang kali bergantian tuan dan nyonya tapi mereka cuma bilang untuk membujuk dengan cara apapun asal jangan mengganggu mereka.Mereka selalu sibuk."jelas PRT itu.
"Kalau mereka atau salah satunya pulang tolong sampaikan untuk mengunjungi sekolah ya bi, untuk menjelaskan perkembangan sekolah mereka?"jelas Karina.
__ADS_1
"Iya bu, terima kasih sudah mau mengantar anak-anak pulang."
"Ah,itu tidak perlu,itu sudah menjadi tugas saya sebagai guru mereka dan orang yang merawat mereka selama di penitipan anak,"jawab Karina merendahkan diri.
Setelah cukup lama ngobrol dengan PRT rumah itu,Karina melirik jam tangannya.Sudah setengah jam dia mengobrol tapi tak ada tanda-tanda kalau kedua majikan mereka akan pulang.Karina memutuskan untuk pamit dan menyampaikan pesannya untuk majikan mereka.
Karina pulang ke rumah menggunakan taksi online.Setibanya di depan rumah,Karina terkejut melihat mobil Reno dan mobil Derian ada di depan rumahnya.Firasat buruk menghantuinya, segera dia bergegas menuju rumah yang pintunya setengah terbuka.
**
Karina membuka matanya perlahan, Karina merasa matanya bengkak, mungkin karena tangisnya semalam.Bahkan Karina lupa untuk mandi setelah pulang kerja karena langsung terlelap karena semalaman menangis.Begitu mengingat itu semua,Karina juga teringat perkataan Reno kemarin, wajahnya langsung tertunduk lesu.
"Kau sudah bangun?"tanya Derian membuyarkan lamunannya pagi itu, menoleh menatap Karina sambil memakai dasinya dengan agak kesulitan.Karina langsung beranjak membenahi dasi Derian.Perhatian kecil membuat Derian tersenyum, Derian mengecup dahi Karina sekilas.Karina tersenyum malu, segera diselesaikannya membenahi dasi Setelah mengenal Karina, Derian jarang memakai dasinya sendiri, pasti Karina akan langsung beranjak membenahi dasinya.
"Kenapa kau tak membangunkanku?"tanya Karina menatap Derian lembut.
"Kau tidur nyenyak sekali,pasti capek? Istirahatlah, kalau tak enak badan di rumah saja.Oh ya,kita pindah ke apartemenku saja."ucap Derian mengambil jasnya.
"Kenapa?"tanya Karina bingung.
"Rumahmu berantakan,aku akan menyuruh Noah membereskannya dan aku tak mau jika sewaktu-waktu mantanmu itu datang kemari lagi,"ucap Derian posesif menarik pinggang Karina menempel padanya.
TBC
Mohon like dan rate nya,, sekalian vote nya kakak...
makasih 🙏🙏
.
.
__ADS_1
.