Perselingkuhan

Perselingkuhan
Episode 34


__ADS_3

"Papa ingin bicara setelah makan." ucap Reno malam itu. Baru melihat putranya ikut makan malam setelah beberapa hari tidak mendapati putranya ikut makan malam bersamanya. Dion menghentikan makannya, menatap Reno penuh tanda tanya.


"Papa tunggu di ruang kerja." ucap Reno lagi berlalu menuju ruang kerjanya.


Dion bertanya-tanya dalam benaknya, apa gerangan yang ingin dibicarakan papanya. Dion meneruskan makannya dengan santai, dia tak mau terburu-buru, biarkan papanya menunggu, toh tak ada yang dilakukannya hingga membuat dirinya berbuat kesalahan.


Sambil meneruskan makannya dia berpikir kembali kesalahan apa yang diperbuatnya hingga papanya ingin bicara pribadi dengannya.


Hawa dingin menerobos masuk ke celah-celah ventilasi rumah Reno. Tak terkecuali ruang kerjanya yang terasa dingin padahal AC nya sudah disetel pada suhu rendah.


"Apa yang ingin papa bicarakan?" tanya Dion tak sabar, pasalnya Dion sudah menunggu hingga 15 menit papanya masih diam meneruskan pekerjaannya.


Dion mulai bosan, padahal dia sedang ingin menghubungi Angel yang sudah menjadi kekasihnya meski dirinya dijadikan simpanan, mungkin?


Reno berjalan menuju sofa yang ada di ruang kerjanya. Duduk di hadapan Dion yang tampaknya sudah mulai bosan menungguinya menyelesaikan pekerjaannya yang sedikit mendesak.


"Mamamu menghubungi papa. Kapan kau akan menemui mereka?" ucap Reno langsung. Membuat Dion tersentak terkejut menatap Reno lekat.


Wajah yang awalnya terlihat santai kini berubah tegang. Dion masih belum siap bertemu mereka. Kalau dia bisa, dia tidak menginginkan bertemu mereka. Dirinya sudah cukup tenang hidup bersama Reno seperti ini tanpa harus bertemu bahkan mengenal mereka.


Perasaan yang awalnya senang karena dirinya bisa bersama Angel, sekarang perlahan tegang dan sedih jika diingatkan tentang siapa dirinya.


"Apa papa sudah bosan melihatku disini?" ucap Dion sarkas, terlihat gurat kecewa pada wajahnya meski tak sepenuhnya hatinya ingin mengatakan perkataan sarkasnya itu pada Reno.


Reno menghela nafas panjang, merasa menyesal dan bersalah. Dia memang tak mau mengungkit hal ini lagi. Dia pun menginginkan Dion tetap bersama dengannya siapapun dirinya dan apapun keadaannya.


Irene yang terus menerus menghubunginya dan terus mendesaknya untuk bicara pada Dion, jika keluarga kandungnya ingin bertemu dengannya. Reno sudah terlalu sering menundanya sejak Dion sembuh dari sakitnya. Dan kini Irene terus saja mendesaknya malah menyalahkan dirinya bahwa dirinya lah yang membujuk Dion dan menghalang-halangi Dion untuk bertemu keluarga kandungnya.


Reno serba salah atas semua hal ini. Tapi bagaimanapun juga dia tetap harus mengatakan yang seharusnya dia katakan agar tak terjadi kesalahpahaman, tapi sekarang malah Dion yang salah paham padanya.

__ADS_1


"Dion, papa sudah mengatakan hal itu berkali-kali. Papa tak merasa keberatan kau tetap bersama papa, kalau boleh papa tak mau kau bertemu dengan keluarga kandungmu. Tapi, kau tau sendiri papa tak punya hak untuk itu semua. Kau yang bisa memutuskan semuanya, itupun kau bisa memutuskan jika sudah cukup umur. Paling tidak kau sudah punya kartu tanda penduduk untuk dinyatakan sebagai pria dewasa. Dan sekarang meski kau sudah kuliah, tapi umurmu tetap tak bisa dibohongi, kau tetaplah masih anak dibawah umur. Yang masih harus dalam pantauan orang tua." jelas Reno panjang lebar agar Dion tak salah paham padanya.


Dion terdiam, memikirkan kembali ucapan Reno. Dion membenarkan ucapan Reno. Diapun menghela nafas panjang.


"Aku akan memikirkannya lagi pa." jawab Dion sendu berlalu pergi meninggalkan ruang kerja Reno. Reno pun menghela nafas panjang dan berat. Dion anak yang kuat, tapi hatinya lemah meski tak ditunjukkan langsung.


**


Tok tok tok


"Masuk!"


Cklek.. suara pintu dibuka.


"Kau sedang sibuk sayang?" Angel menoleh ke arah suara, Karina sudah duduk di tepi ranjangnya menghadap padanya yang sedang duduk di kursi meja belajar.


"Oh ya, lusa malam kata pak satpam ada kejadian?" tanya Karina lembut menatap Angel lekat.


"Ah, oh... malam itu ya..." jawab Angel terbata-bata, gugup akan menjawab bagaimana. Karina melihat gelagat aneh Angel. Tersenyum lucu menatapnya. Seperti ada sesuatu yang mungkin masih belum siap untuk diceritakan.


"Memangnya ada kejadian apa?" tanya Karina menyelidik.


"Itu ma... itu... Dion dan... kak Bryan... berkelahi." jawab Angel gugup, memejamkan mata menunduk merasa bersalah tak menceritakan semuanya pada Karina. Bukan tak mau cerita, Angel belum siap untuk menceritakannya. Karina tersenyum melihat merasa bersalahnya Angel.


"Kok bisa? Faktor cemburukah?" tebak Karina tepat sasaran. Angel semakin menunduk tak berani menjawab karena yang dikatakan Karina benar adanya.


"Mama tau ya?" tanya Angel malu-malu.


"Kukira pacarmu yang kau katakan waktu itu, ternyata bukan ya?" ucap Karina dengan nada dibuat kecewa.

__ADS_1


"Ah..." wajah Angel berubah sedih seolah diingatkan suatu hal yang mungkin tak ingin diingatnya.


"Ah, apa mama salah mengatakannya?" tanya Karina merasa bersalah melihat perubahan wajah Angel yang sedih.


"Nggak kok ma, gak papa, hanya saja Angel belum siap bercerita, mungkin beberapa waktu lagi." jawab Angel menetralkan perasaannya. Tersenyum manis menatap Karina. Karina menggenggam erat tangan Angel yang dibalas Angel juga.


"Mama tak masalah dan tak akan bertanya jika kau memang belum bisa mengatakan pada mama. Tapi, papamu mungkin tidak. Bahkan tentang perkelahian di gerbang depan, papamu tau lebih dulu daripada mama. Kau tau kan sifat papamu?" jelas Karina menepuk punggung jemari tangan Angel pelan memberi semangat.


"Apa? Papa juga sudah mendengar." seru Angel spontan menutup mulutnya terkejut. Karina tersenyum mendengar reaksi Angel tentang Derian.


"Mama akan bicara dengan papamu, tapi kau tau sendiri. Papamu belum puas jika dia belum mencari tau sendiri." ucap Karina lagi.


"Ah, mama benar. Apa yang akan papa lakukan?" menatap Karina dengan tatapan berkaca-kaca memohon solusi dari Karina.


"Mama akan coba bicara pada papamu." jawab Karina seolah tau arti tatapan Angel padanya.


TBC


Mohon dukungannya


Beri like, rate dan vote nya


Makasih yang sudah mendukung 🙏🙏


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2