Perselingkuhan

Perselingkuhan
Alena


__ADS_3

"Kau masih bekerja?" ucap Riko yang nyelonong masuk ke ruangan Alena.


"Kak, ada perlu apa?" jawab Alena berpura-pura meneruskan pekerjaannya padahal dia hanya melamun sejak tadi.


"Melamun lagi?" tanya Riko lagi tak menggubris pertanyaan Alena, diapun duduk di sofa ruangan Alena.


"Kakak ada perlu apa?" tanya Alena lagi tak menghiraukan ucapan Riko.


"Lupakanlah! Bagaimanapun dia sudah bahagia dengan istrinya." nasehat Riko menatap Alena lembut.


"Aku tak apa-apa." itulah ucapan Alena namun entah kenapa air matanya menetes membasahi pipinya.


Riko menghela nafas panjang mendekati kursi Alena duduk. Mendekap tubuh ringkih gadis yang sudah disukainya sejak keluarganya menjodohkannya. Tangis Alena semakin kencang, dia menangis tersedu-sedu dalam dekapan Riko. Riko hanya menepuk-nepuk punggung Alena mencoba menghiburnya.


Sakit, sakit hati Riko mendengar tangisan Alena yang terdengar menyayat hatinya. Begitu besarnya cintanya pada pria beristri itu. Tapi siapa yang akan tahu, hati manusia tak pernah mengatakan kemana hatinya akan berlabuh. Riko bertekad dan berjanji pada dirinya sendiri, setelah ini tak diizinkannya air mata Alena kembali mengalir.


Karena Riko akan berusaha membuat kebahagiaan untuk Alena meski belum ada perasaan Alena terhadapnya. Dia akan segera mempercepat perjodohan mereka dan menjadikan Alena miliknya seutuhnya. Dan menumpahkan segala cintanya untuk Alena seorang.


"Menangislah jika hal itu dapat meringankan bebanmu. Kau hanya boleh menangis hari ini, setelah ini lupakan, lupakanlah semua!" hibur Riko.


Flashback on


"Aku ingin memperkenalkan seseorang padamu." ucap Al setelah dua bulan kemudian dia dan istrinya bersatu.


Dan putrinya pun sudah diperbolehkan pulang ke rumah mereka. Tentu saja Karina masih sering pergi ke rumah mereka untuk membantu mengurus bayi kecil mereka.


"Siapa?" tanya Angel tersenyum manis setelah membaringkan putrinya dalam box bayi.


Dibelainya lembut pipi putrinya sambil masih mendengarkan ucapan suaminya yang ikut berdiri di sisi box bayi putri mereka ikut menatap bayi kecilnya.


"Dia Alena, dia yang telah mengurusku selama ini." ucap Al sambil ikut membelai pipi putrinya. Angel menoleh menatap suaminya.


"Bukannya dia juga yang telah menyebabkanmu terluka dan tak bisa pulang ke rumah?" jawab Angel ketus.


Al langsung menoleh menatap istrinya yang terlihat cemburu. Al tersenyum bahagia melihat kecemburuan istrinya. Al mendekap tubuh istrinya dari belakang menyerukkan kepalanya di leher istrinya.


"Maaf." bisik Al lirih membuat Angel langsung menguap amarahnya tadi.

__ADS_1


Perlakuan manis suaminya selalu meluluhkan amarahnya. Angel membalikkan tubuhnya menghadap suaminya. Al menatap istrinya lekat terdapat banyak cinta dan kerinduan di matanya hanya untuk istrinya tercinta.


"Karena dia juga aku bisa sembuh dan kembali pulang." lirih Al membelai pipi istrinya lembut sambil membenahi rambut istrinya yang diletakkan di belakang telinganya. Angel menatap lekat suaminya penuh cinta.


"Apa dia tak jatuh cinta padamu?" tanya Angel membuat Al tersentak dengan pertanyaan istrinya yang tak dikiranya.


"Jadi benar?" ucap Angel lagi melihat reaksi suaminya tanpa menjawabnya.


"Tapi aku hanya setia padamu sayang, sudah kukatakan berulang kali. Aku hanya mencintaimu." jelas Al tak mau membuat istrinya salah paham.


"Iya, aku percaya." jawab Angel masa bodoh, dia masuk ke kamarnya ingin membaringkan tubuhnya karena lelah setelah mengurus putrinya seharian.


Al malah panik dan cemas melihat respon istrinya yang masa bodoh. Dia mengikuti istrinya sambil terus mengoceh menjelaskan tentang perasaan tulusnya selama dia tak pulang.


"Sayang .... percayalah, aku selalu merindukanmu di setiap saat setiap waktuku saat kita jauh. Aku tak pernah berhenti berharap untuk bertemu denganmu. Aku... aku..."


"Iya, aku percaya." sela Angel mulai menarik selimutnya, membelakangi suaminya yang masih berusaha menjelaskan padanya.


"Tapi responmu menunjukkan kau tak percaya padaku?" jelas Al panik.


"Kau bahkan bersikap masa bodoh seolah aku berbohong." jelas Al lagi masih dengan nada kepanikan yang khas.


"Lalu, aku harus bagaimana?" tanya Angel membuka selimutnya berbalik menatap suaminya yang sudah berwajah panik dan cemas. Angel ingin sekali tertawa melihat reaksi ketakutan, kecemasan dan kepanikan suaminya.


"Sayang, kumohon mengertilah!" pinta Al dengan memelas mengatupkan kedua tangannya di dadanya seperti orang memohon.


"Hahahah....haha...." Al melongo melihat istrinya tertawa terbahak-bahak. Al merasa dikerjai istrinya itu dan bibirnya terlihat cemberut.


"Oh, jadi kau sedang menggodaku, kau sedang mengerjaiku?" ucap Al sambil menggelitik pinggang istrinya yang semakin membuat Angel tertawa terbahak-bahak bukan karena lucu tapi karena kegelian digeliti suaminya.


"Maaf... maaf... sayang... hentikan!" seru Angel masih tertawa terbahak-bahak.


"Tidak akan, aku tidak akan melepaskanmu." ucap Al terusan menggelitiki istrinya sambil ikut tertawa hingga Angel akhirnya menyerah dengan posisi Al di atas tubuh istrinya dengan wajah hanya beberapa centi saja.


Nafas keduanya memburu ngos-ngosan sama-sama kelelahan karena tawa mereka yang berlebihan.


"Sudah bolehkah?" tanya Al dengan nada suara serak karena memendam hasrat setelah dia lama pergi dan ditambah dua bulan setelah putrinya dilahirkan.

__ADS_1


Angel mengangguk mengiyakan keinginan istrinya. Hingga keduanya sama-sama sudah polos dan melakukan hubungan yang telah lama mereka tahan selama ini.


**


"Hai..." sapa Al dan istrinya yang baru datang di cafe tempat mereka janjian dengan Alena.


Dan tentu saja Alena sendiri. Riko sekretarisnya sekaligus kakak sepupunya tadi sedang mewakilinya untuk pertemuan dengan klien. Karena Alena sudah janji bertemu dengan Al dan istrinya.


"Apa kabar?" tanya Alena setelah saling menyapa dan berkenalan dengan Angel.


"Baik." jawab Al singkat.


"Terima kasih Alena, kau sudah merawat suamiku." ucap Angel tulus menatap Alena lekat.


"Akulah yang bersalah, karena aku kau harus berpisah dengan suamimu." ucap Alena merasa bersalah.


"Tidak, tetap saja kau yang telah membantu suamiku selama ini. Suamiku sudah menceritakan semuanya, Kalau saja kau tak bertanggung jawab pada suamiku. Entahlah, bagaimana keadaan suamiku saat ini." jelas Angel tersenyum tulus.


"Berbahagialah kalian!" doa Alena tulus.


"Terima kasih. Semoga kau selalu berbahagia juga." jawab Angel tersenyum tulus.


Alena hanya mengangguk dan tersenyum getir meski hatinya sakit. Al hanya diam menyimak percakapan dan interaksi keduanya. Tangan Al terus saja melekat di pinggang istrinya seolah takut untuk melepaskannya. Alena melihat itu semua.


"Ah, maaf aku tak bisa lama. Ada meeting yang harus kuhadiri. Tak apa kan kutinggal?" ucap Alena merasa bersalah.


"Tentu. Terima kasih sekali lagi." jawab Angel tersenyum tulus menatap Alena yang sudah berdiri dari duduknya.


Alena segera beranjak dari cafe itu. Sebenarnya meeting hanyalah alasan untuknya agar segera bisa pergi dari hadapan Al dan istrinya. Meski dirinya sudah tahu Al pria beristri namun Alena tetap saja merasakan sakit di hatinya.


Flashback off


.


.


.

__ADS_1


Maafkan typo 🙏


__ADS_2