Perselingkuhan

Perselingkuhan
Episode 33


__ADS_3

Dion sudah nangkring di motornya menunggu munculnya Angel di halte bus dekat rumahnya. Tempat yang biasanya jadi tempat Angel naik bus untuk berangkat ke sekolah.


Semalam setelah adu jotosnya dengan Bryan, Dion memaksa lagi untuk menjemput Angel ke rumah besarnya, tapi Angel menolak karena Angel belum siap memberitahukan hubungannya dengan Dion.


Alhasil Dion memaksakan untuk menjemput di halte bus tempat biasanya Angel naik. Angel terpaksa mengiyakan keinginan Dion meski dirinya juga senang. Dion melambaikan tangannya saat melihat Angel berjalan menuju halte. Angel balas melambaikan tangannya.


"Ah, masih sakitkah?" tanya Angel merasa bersalah menatap sudut bibir Dion tertempel plester, menyentuh luka itu.


"Sudah tak apa, hanya luka yang tak seberapa, nanti juga sembuh." hibur Dion tersenyum menggenggam erat tangan Angel yang menyentuh bibirnya.


"Maaf..." ucap Angel merasa bersalah.


"Tak apa kak, tak usah cemas." hibur Dion lagi semakin mengeratkan genggaman tangannya. Angel hanya tersenyum.


"Naik kak!" ucap Dion sambil menyodorkan helm untuk dipakai Angel.


Angel menerima dan memakainya sambil tersenyum manis. Saat mengunci helm itu, Angel kesulitan hingga Dion membantunya karena ternyata tersangkut di rambut panjang Angel yang digerai.


"Aduh..." seru Angel yang merasakan rambutnya ditarik Dion.


"Ah, maaf kak." ucap Dion sontak merasa bersalah.


"Tak apa."


"Sedikit lagi kak, sebentar."


Hingga helm itu pun terpasang sempurna tanpa melukai kepala Angel yang mungkin tak sengaja menarik rambut Angel.


**


"Ma..."


"Ya pa."


"Siapa pemuda yang naik motor dengan Angel semalam?"


"Siapa sayang?"


"Entahlah, kata satpam dulu sering kemari?"


"Siapa sayang bikin penasaran, semalam aku sudah tidur jadi tak dengar apapun."


"Entahlah. Aku berangkat."


"Hati-hati sayang." mendekat mencium punggung tangan suaminya dan tak lupa kecupan mesra di bibir.

__ADS_1


Karina masuk kembali ke dalam rumah setelah mengantar suaminya sampai ke depan. Karena sopir yang biasa mengantarkannya sudah menunggu.


"Bi..." panggil Karina pada pelayan rumahnya.


"Ya nyonya?" pelanggan mendekati Karina yang sudah ada di ruang makan.


"Apa semalam ada masalah yang terjadi di depan rumah?" tanya Karina pada pelayan itu.


"Ah, iya nyonya. Saya juga baru dengar dari pak satpam pagi tadi. Katanya teman non Angel berkelahi dengan teman non Angel yang sering menjemputnya kuliah nyonya." jelas pelayan itu.


"Teman Angel?"


Pelayan itu menjelaskan runut masalah yang didengarnya dari pak satpam pagi itu. Karina hanya mengangguk paham. Tapi dia masih penasaran siapa dua pria yang berkelahi itu. Derian tahu, tapi dia tak menegurnya? Mungkinkah dia tahu setelah mereka bubar? batin Karina, dia pun menggelengkan kepalanya dan masuk ke kamar. Entah kenapa akhir-akhir ini tubuhnya sangat lemah dan merasa sakit di sekujur tubuhnya.


**


Di kampus, Angel turun dari motor Dion. Dan dibantu Dion melepaskan helmnya agar tak kesulitan seperti tadi.


"Ayo kak!" ajak Dion menggandeng jemari tangan Angel setelah meletakkan helmnya di motor.


Angel segera menarik jemari tangannya yang digenggam Dion. Dion pun berbalik terkejut menatap Angel bingung karena penolakan genggaman tangannya oleh Angel.


"Sebaiknya jangan lakukan dulu di kampus." jelas Angel atas penolakan genggaman tangannya.


"Itu salah satunya, tapi aku masih belum siap untuk menunjukkan hubungan kita di depan umum." jelas Angel gugup tak berani menatap wajah Dion karena masih malu.


Dion menangkup kedua pipi Angel dengan kedua tangannya untuk dihadapkan menatapnya.


"Kak, aku tak peduli orang lain. Aku malah ingin menunjukkan kalau aku sangat mencintaimu. Dan aku tak mau menyembunyikan hubungan kita." jelas Dion yang lagi membuatnya terharu dan bahagia. Dadanya bergemuruh kencang.


"Tapi..."


"Ayolah!" Dion memaksa menggandeng jemari tangan Angel dan menariknya menuju kelas.


"Nanti makan siang bersama ya kak? Aku akan menghampiri kakak nanti saat istirahat." ucap Dion setelah sampai di depan kelas Angel.


Yang ditatap oleh seluruh teman sekelas Angel. Tak hanya teman sekelas. Bahkan satu kampus yang melihat Dion menarik jemari tangan Angel ada yang merasa iri dan dengki. Banyak yang bisik-bisik dan kasak kusuk tentang pendapat mereka mengenai Angel yang seolah menilainya sebagai gadis murahan.


"Eh, dia kan mantannya kak Al, kok bisa ya langsung dapat ganti?"


"Iya ya. Dion lagi, mahasiswa baru yang cakep itu."


"Kok mau ya Dion sama cewek kaya gitu, siapa-siapa diiyani."


"Gak tanggung-tanggung Lo yang digandeng."

__ADS_1


"Iya ya. Tampan-tampan dan tajir-tajir."


"Betul. Kemarin masih dengan kak Bryan, anak pemilik kampus."


"Hu um betul. Dan waktu itu katanya juga pacaran dengan idola kampus kak Al."


"Ho oh betul itu. Dan sekarang mahasiswa baru idola kampus baru setelah kak Al dan kak Bryan yang gak ada di kampus."


"Hebat bener ya, bisa menggaet cowok-cowok yang tidak biasa saja."


"Apa sih resepnya. Jangan-jangan dia jual diri lagi."


"Bener tuh. Lihat! Pakaiannya semua branded Lo."


"Iya ya, baru nyadar aku."


"Iya pasti jual diri, secara dia cantik meski gak cantik-cantik amat."


"Apa sih yang dilihat para cowok tampan-tampan itu pada Angel."


"Dasar cewek murahan. Semua diembat."


"Hu um betul."


"Iya."


Semua nyinyiran para mahasiswi kampus yang tak suka Angel menghujatnya. Meski Angel berusaha tegar dengan nyinyiran yang tak sengaja terdengar olehnya itu, Angel tetap berusaha sabar dan tegar. Toh, dijelaskan pun percuma kalau orang sudah tak suka, dijelaskan seperti apapun tetap saja tak bisa menerima kebenaran itu.


Angel hanya diam saja, dia pun tak perlu menjelaskan apapun. Karena itu semua tak benar adanya. Angel ingin fokus saja pada kuliahnya. Memang Angel belum membuka identitasnya yang sebenarnya di kampus. Angel lebih nyaman menjadi dirinya sendiri.


Kalau pun dia jujur tentang siapa dirinya yang sebenarnya pasti banyak para mahasiswa dan mahasiswi itu yang menjilat mendekat padanya. Karena ingin mendapatkan 'nama' dengan berteman dengannya yang seorang Aftano. Keluarga terkaya dan terkenal di negerinya. Dan keluarganya juga disegani oleh seluruh lapisan masyarakat baik itu karena kebaikan dan kemurahan keluarga Aftano.


TBC


Mohon dukungannya


Beri like, rate dan vote nya


Makasih yang sudah mendukung 🙏🙏


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2