Perselingkuhan

Perselingkuhan
Extra part 10 (Prolog season 2)


__ADS_3

"Selamat pagi ma, pa. Selamat pagi adik-adikku." sapa Angel saat tiba di meja makan, tak lupa dia mengecup pipi papa dan mamanya yang sudah bersiap untuk sarapan tanpa mengecup pipi ketiga adiknya yang sudah mulai sarapan. Tapi mengusap rambut adik lelaki bungsunya.


"Kakak apaan sih, aku kan sudah menyisirnya dengan rapi tadi!" seru Arthur si bungsu tak suka, yang dijawab dengan juluran lidahnya mengejek si bungsu. Si bungsu Arthur cemberut dan menatap mamanya meminta pembelaan.


"Angel..." bukan mamanya yang menegur tapi papanya, Derian, meski umurnya tak muda lagi, papanya masih terlihat sama wajahnya terlihat muda dengan wajah di masa mudanya hanya kaca mata baca yang dengan setia bertengger di hidung Derian yang membedakannya.


Angel hanya tersenyum menundukkan kepalanya memohon maaf pada papanya. Papanya selalu membela Arthur jika ketiga saudaranya menggodanya, tapi ketiga saudaranya tau itu semua hanya bercanda.


Tapi wajah cemberut Arthur menjadi hiburan tersendiri bagi Angel, adik lelakinya itu sangat imut. Mungkin karena dia anak laki-laki sendiri diantara anak-anak papa, sehingga papanya selalu memberikan sedikit lebih perhatian.


"Kau sudah siap sayang?" tanya Karina mengambilkan sarapan untuk putrinya menatap Angel.


"Tentu ma." jawab Angel yakin. Karina memberikan piring Angel yang sudah diisi dengan nasi dan lauk pauk.


"Makasih ma." ucap Angel lagi menerima piringnya.


"Ma, aku juga mau tambah lauk itu." seru Arthur.

__ADS_1


"Ambilah sayang..." jawab Karina menyerahkan mangkuk tempat lauk yang diminta Arthur.


"Mau tambah gendut?" ejek Angel yang dijawab Arthur dengan cemberutan di bibir Arthur menatap Derian meminta pembelaan.


Mungkin karena masih belum dewasa, Arthur memang mempunyai bentuk tubuh yang sedikit buncit, itu karena papa dan mamanya memberikan apapun yang diminta oleh Arthur. Arthur sendiri sangat menyukai camilan, makanan dan apapun itu yang dimakan, dia tak menolak untuk menyantapnya.


Bahkan uang saku dan jajan yang dibawanya di sekolah lebih banyak jajannya. Katanya takut kelaparan. Bahkan setiap saat dia bisa menghabiskan waktu hanya untuk makan.


"Angel..." tegur Derian lagi menatap tajam Angel.


"Ih... dasar pengadu." ucap Angel lirih yang tak didengar Arthur, meski itu hanya bercanda. Tapi Arthur tau kakaknya pasti mengatainya lagi.


Meski tak mendapat urutan pertama, kecerdasannya adalah salah satu kelebihan Angel. Dia kuliah di kampus yang merupakan kampus yang didonaturi papanya. Papanya adalah donatur pertama yang memberikan donasi terbesar di kampus itu.


Meski begitu Angel ikut tes masuk murni karena prestasinya sendiri tanpa memakai embel-embel nama papanya untuk masuk kampus itu. Bahkan tak ada yang tau kalau Angel adalah putri seorang pengusaha terkenal yang menjadi donatur pertama di kampus itu.


Angel tak pernah menggunakan nama Aftano di belakang nama papanya. Memang semua tau dia dari keluarga mampu tapi tak ada yang tau jika dia putri seorang Aftano. Dan Angel tak mau membanggakan dirinya sendiri. Dia lebih senang disukai karena dirinya sendiri bukan karena seorang Aftano yang sudah menjadi pengusaha nomer satu di kota ini bahkan terkenal di negeri ini atau malah semakin merambah ke internasional.

__ADS_1


Sepak terjang seorang Aftano memang terkenal di lingkungan para pengusaha di negeri ini. Maka tak ayal jika ada yang mendengar nama Aftano di belakangnya, mereka langsung bertekuk lutut tak berani melakukan apapun. Karena hampir semua usaha dan industri berada di bawah naungan Aftano corporation.


Setelah Karina, istri Derian, Derian memutuskan untuk mengganti nama perusahaannya dengan nama Aftano corporation yang didedikasikan pada rasa cintanya pada istrinya Karina.


Karena dengan semangat dari istrinya di sisinya, Aftano corporation menjadi lebih jaya dan berkembang di kota-kota besar negeri ini bahkan sudah ke luar negeri meski masih di negara-negara tetangga. Dan rencana ingin mengembangkan lebih lagi ke kancah internasional.


Angel melangkahkan kakinya menuju kampusnya, di hari pertama ospek dirinya tak mau terlambat, bahkan dia menolak diantar sopir, dia memilih untuk naik bus umum untuk menghindari kecemburuan sosial di lingkungan kampusnya.


Dia mau dikenal sebagai seorang yang sederhana. Dia ingin mencari teman atau sahabat yang benar-benar mau melihatnya apa adanya tanpa embel-embel nama Aftano di belakangnya.


Mohon dukungannya


Beri like, rate dan vote nya


Makasih 🙏🙏


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2