
Angel berjalan menuju kampusnya yang sebentar lagi akan dimulai ospek untuk mahasiswa dan mahasiswi baru kampus itu.
Termasuk dirinya yang merupakan mahasiswi baru yang mendapat urutan lima besar saat tes awal masuk pendaftaran kampus. Meski begitu, itu murni hasil jerih payahnya sendiri bukan karena dia putri seorang Aftano.
Bahkan tak ada yang tau jika Angel adalah putri dari Ferderian Zio Aftano, seorang pengusaha terkenal nomer 1 di kotanya bahkan terkenal di negerinya. Angel meminta papanya untuk tidak mengatakan yang sebenarnya pada pihak kampus siapa dirinya, alhasil Angel hanya dikenal sebagai mahasiswi yang pintar dan cerdas.
"Ayo, semua berbaris! Yang terlambat akan dapat hukuman." seru seorang senior kampus yang memimpin ospek mahasiswa dan mahasiswi baru yang juga ketua tingkat.
Semua mahasiswa dan mahasiswi baru langsung berlari menuju ke lapangan berbaris rapi sesuai nomer urutan di terimanya berdasarkan tes ujian masuk.
"Ah, sial. Aku telat." bisik 2 gadis itu yang baru datang dari arah gerbang yang hampir tertutup.
"Yang terlambat berbaris di sebelah tiang bendera." teriak pemimpin barisan itu.
Setelah satu jam disuruh berbaris di lapangan yang lumayan panas, mahasiswa dan mahasiswi baru dikumpulkan di aula demi mendapatkan wejangan dan ceramah mulai dari kepala rektor kampus, wakil rektor dan tak ketinggalan senior ketua tingkat mereka.
Detik demi detik, menit demi menit bahkan sampai entahlah berapa jam acara itu akhirnya berakhir setelah dua jam. Para mahasiswa dan mahasiswi baru istirahat.
Sementara itu ada 7 anak mahasiswa dan mahasiswi baru yang terlambat tadi sedang disidang untuk menjalankan sanksi karena keterlambatannya.
"Kalian tau salah kalian apa?" tanya ketua tingkat itu duduk di kursi di depan para ke 7 mahasiswa dan mahasiswi baru yang terlambat itu.
"Tahu kak..." seru mereka kompak. Diantaranya ada 5 mahasiswa dan 2 mahasiswi.
"Kalian minta tanda tangan pada seluruh senior ospek yang memberi arahan pagi ini. Sekarang! Cepat! Saya tunggu sampai satu jam dari sekarang." seru ketua tingkat itu.
Semuanya langsung berlari menuju senior-senior yang yang hadir pada ospek tadi.
Angel sedang duduk di taman kampus itu, sedang istirahat sejenak setelah lama mendengar sambutan-sambutan dari para rektor kampus dan berbaris di pagi hari.
Meski otak Angel cerdas dan pintar tapi tubuh Angel sedikit lemah. Jika dia terlalu memaksakan diri pasti akan pingsan.
__ADS_1
Tekanan darahnya memang rendah, itu sudah sejak kecil dialami. Tapi bukan penyakit serius, hanya dokter menyarankan untuk tidak terlalu keras menggunakan otaknya.
"Ah, akhirnya, hukumanku selesai juga." keluh seorang mahasiswi yang duduk di sebelah bangku Angel yang sedang menikmati bekal makan siang yang sengaja dibawanya dari rumah.
Mamanya selalu membawakan bekal yang baik untuk kesehatan tubuh Angel. Itu sudah dilakukan sejak SMU mengingat sekolahnya mungkin akan pulang sore bahkan sampai malam jika ada pelajaran tambahan. Mungkin kantin sekolah menyediakan banyak makanan-makanan sehat yang sesuai standar kesehatan dari dinas kesehatan tapi untuk antri lama, Angel tidak akan sanggup berlama-lama antri.
Akan lebih efektif dan efisien jika membawa bekal dari rumah. Angel menatap wajah mahasiswi baru itu yang ngos-ngosan kelelahan karena menjalankan sanksi keterlambatan masuk ospek pertama tadi.
"Mau minum?" tawar Angel menyodorkan botol minumannya yang berisi jus jeruk untuk menambah stamina tubuhnya.
Angel membawa 2 botol setiap hari, 1 untuk istirahat pertama dan 1 untuk istirahat kedua nanti. Kalau sudah habis terpaksa Angel membeli di kantin. Kalau istirahat kedua kantin tidak seramai istirahat pertama.
Mahasiswi itu menoleh menatap Angel lekat dan beralih menatap minuman botol yang berisi jus jeruk dengan botol unik.
"Terima kasih." jawab mahasiswi itu menerima uluran minuman itu dan langsung menenggaknya hingga habis.
Setelah habis, mahasiswi itu menoleh pada Angel dengan raut wajah bersalah, dirinya menatap botol kosong itu dan Angel bergantian. Dia benar-benar haus dan capek, sampai tak ingat minuman siapa yang diminumnya.
"Tak apa, aku masih punya satu." jawab Angel seolah tau arti tatapan mahasiswi baru itu menunjukkan botol minuman satunya yang masih utuh.
"Sudahlah tak apa. Kau tak akan menemukannya di kantin minuman yang sama. Jika kau berniat menggantinya." canda Angel tersenyum senang melihat salah tingkah mahasiswi itu.
"Maaf.. aku sungguh minta maaf.. Ah iya, kenalkan, namaku Dinda, aku mahasiswi baru kampus ini." ucap mahasiswi baru itu yang bernama Dinda mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan memperkenalkan diri pada Angel.
Angel menatap tangan yang diulurkan padanya dan beralih menatap Dinda dan tersenyum menerima uluran tangan itu.
"Aku Angel, mahasiswi baru juga, salam kenal." sapa Angel, mereka pun tersenyum senang.
"Sayang..." seru seorang pria yang membuat Dinda menoleh, hapal suara seseorang yang memang memanggilnya.
"Aku mencarimu kemana-mana? Ini minumlah, kau pasti haus dan capek." ucap pria itu menyodorkan botol minuman.
__ADS_1
Dinda menatap minuman itu dan beralih menatap Angel entah kenapa dia seolah minta pendapat menerima tidaknya minuman itu. Angel hanya mengedikkan kedua bahunya dan meminum minumannya yang lain dari botol satunya lagi.
"Aku tadi sudah menghabiskan minumannya, jadi kau terlambat, aku sudah tak haus lagi." jelas Dinda menunjuk Angel dan mengembalikan botol minuman itu pada pria itu.
"Aku juga bawakan kau roti. Makanlah!" ucap pria itu lagi ikut duduk di sebelah Dinda dengan Dinda berada di tengah antara Angel dan pria itu.
"Ah iya, boleh aku memanggilmu Angel saja?" pinta Dinda yang ternyata lumayan cerewet juga. Angel hanya mengangguk menjawab pertanyaan Dinda.
"Oh ya perkenalkan, dia Delon. Pacarku." ucap Dinda lagi memperkenalkan pria itu yang ternyata pacarnya.
"Angel." ulur tangan Angel memperkenalkan diri.
"Delon." pria yang bernama Delon itu memperkenalkan diri menjabat tangan Angel.
"Jangan ganjen, sudah punya pacar juga." ucap Dinda menepuk punggung tangan Delon kencang karena tak segera melepas jabatan tangannya pada Angel.
"Sayang..." rayu Delon menarik jemari tangan Dinda yang pura-pura ditepisnya.
"Aku marah." seru Dinda.
"Maaf.." ucap Delon menyentuh kedua telinganya dengan kedua tangannya memohon maaf.
TBC
Mohon dukungannya
Beri like, rate dan vote nya
Makasih 🙏🙏
.
__ADS_1
.
.