Perselingkuhan

Perselingkuhan
Chapter 19


__ADS_3

Karina menatap bayangannya di cermin meja rias kamarnya. Mengingat kembali video yang dilihatnya di ponsel Noah.Derian yang melamun dengan tatapan mata kosong, seperti orang mati.Wajahnya yang pucat,kurus,kusut tak terurus dengan janggut yang semakin memanjang yang bahkan tak bercukur setelah pertemuan terakhir mereka membuat wajahnya semakin tampak seperti mayat hidup.Jiwanya seperti tak ditempatnya.


Keputusan Karina mengakhiri hubungan mereka agar mereka bisa terhindar dari masalah yang diinginkan membuat Karina merasa bersalah.Meski dirinya juga merasakan sakit hatinya mengakhiri hubungan mereka, Karina mencoba menghibur dirinya menyibukkan dengan mengerjakan pekerjaan di tempat kerjanya.Hubungannya dengan suaminya pun bahkan belum ada kemajuan sama sekali, meski sudah tidur bersama dalam satu kamar,tapi Karina masih belum bisa berhubungan untuk lebih.


"Kau sudah pulang?"ucap Reno mengecup pipi Karina mengejutkan Karina.Karina menatap Reno dalam bayangan cermin.Reno mendekap tubuh Karina dari belakang.


"Kau membuatku terkejut,"jawab Karina mengelus dadanya.


"Kau melamun?"tanya Reno menatap istrinya yang tadi terlihat melamun.


"Ah, mungkin aku kecapean,"elak Karina mengalihkan pandangan ke arah lain sambil pura-pura sibuk menyisir rambutnya.


"Kau sudah makan?"tanya Reno ikut mengalihkan pembicaraan membuatnya sadar Karina tak mau membahasnya lagi.


"Belum?Kau lapar?Aku akan memasak untukmu,"ucap Karina hendak berdiri dicegah Reno,Reno menarik tubuh Karina menghadapnya masih duduk di kursi meja rias,Reno berjongkok menumpu pada kedua lututnya menghadap Karina.Karina menunduk menatap Reno mencoba tersenyum manis.


"Kau tahu,aku sangat bahagia,"kata Reno, Karina hanya tersenyum getir, mengingatkan kembali tentang Derian.


"Aku mau mengajakmu makan malam di rumah ibu?Kau bersedia kan?"tanya Reno ragu takut Karina menolaknya. Karina belum menjawab, senyum di bibirnya menghilang, Reno melihat itu.


"Ibu mengundang kita makan malam,dia sangat senang saat aku bercerita tentang kita dan dia ingin bertemu dengan kita..."ucap Reno lagi.


"Baiklah..."jawab Karina agak ragu.Setelah dirinya tak kunjung memberikan keturunan pada Reno,ibu mertuanya itu menunjukkan sikap yang tidak baik padanya,bahkan kadang keluarga suaminya menyindirnya dengan kata-kata tajam, bahkan suaminya tak bisa berbuat banyak.


"Kalau kau tak nyaman,kau bisa menolaknya" hibur Reno.

__ADS_1


"Tidak,kita akan makan malam di rumah ibu."


"Terima kasih... terima kasih,"ucap Reno tersenyum senang mengecup punggung tangan Karina berkali-kali.


Pukul 7 malam,Karina perjalanan menuju rumah mertuanya dengan Reno.Di perjalanan Reno tak henti-hentinya tersenyum sesekali menatap istrinya penuh cinta.Karina hanya membalas dengan senyum getir.Dirinya masih teringat kata-kata dan video tentang Derian dari sekretarisnya tadi.


Reno memarkir mobilnya di halaman rumah ibunya.Mereka keluar bersamaan,Reno menggandeng tangan Karina dengan erat. Saat tiba di depan pintu, mereka disambut kepala pelayan ibu.Keluarga Reno cukup terpandang dan kaya,meski tak sekaya Derian mertuanya termasuk orang yang berpengaruh,meski ayah Reno sudah tiada,tapi ibunya Reno termasuk wanita tangguh,saat ayah Reno pergi ibunya membesarkan kedua putranya dengan baik,tanpa kurang suatu apapun,bahkan bisnis properti mereka mengalami kemajuan saat dipegang Reno. Adik Reno masih kuliah di luar negeri,Karina pernah bertemu sekali saat pernikahannya dengan Reno.


Kami langsung diantar ke ruang makan yang sudah disiapkan para pelayan.


"Mas Reno !"seru seorang wanita dari dalam sambil menggendong seorang anak mungkin berumur 10 bulanan. Wajah Karina berubah pias saat melihat siapa wanita itu.Ya,dia adalah istri kedua Reno, yang ternyata juga ada disana.


Reno langsung salah tingkah mendapati istri keduanya juga ada disana,Reno langsung berusaha menjelaskan kepada Karina dan entah kenapa Karina hanya bersikap biasa saja.Karina langsung mengendalikan perasaannya, bagaimanapun juga dia ibu dari anak Reno, mungkin ibu juga mengundangnya.Dan mungkin juga wanita itu merindukan putranya.Karina berusaha meredam emosinya untuk tidak mengambil kesimpulan yang gegabah.Mungkin Reno punya alasan yang tepat.


"Iya,ibu,"balas Irene menyapa ibu, memeluk cipika-cipiki ibu Reno.Hati Karina serasa diremas sakit melihat keakraban ibu mertuanya dan menantu keduanya,dulu waktu mereka masih pengantin baru, ibunya Reno juga sangat baik padanya bahkan sangat baik.


Dia juga memperlakukan Karina seperti putri kandungnya sendiri,bahkan tak pernah memandang sebelah mata meski Karina seorang anak yatim-piatu yang tinggal bersama paman dan bibinya.


"Apa kabar ibu? Semoga ibu selalu sehat,"sapa Karina pada ibu Reno mendekat hendak mencium tangan ibu Reno tapi segera ditepisnya.


"Karena cucu ibu,ibu selalu sehat,"jawab ibunya Reno ketus.Karina hanya menunduk tak berani menatap.


"Syukurlah!"ucap Karina lagi berusaha mengontrol emosinya.


"Ibu,,"seru Reno marah tak terima perlakuan ibunya terhadap Karina.

__ADS_1


"Kenapa?Ibu tentu sehat ditemani cucu ibu yang tampan ini,,ya kan sayang"sindir ibunya Reno sambil meraih anak itu menggendongnya.


"Ibu,,"Reno masih melawan,tapi genggaman tangan Karina membuat Reno menatap Karina dan Karina menggelengkan kepalanya perlahan berharap untuk tidak mendebat ibunya. Irene tersenyum penuh kemenangan.


"Lebih baik aku tak menuruti ibu untuk makan malam,"ucap Reno lagi masih mendebat ibunya.


"Ibu tak pernah mengundangmu,kau yang minta ibu mengundang kalian!"seru ibunya Reno semakin tajam. Wajah Karina mencelos mendengar kata-kata tajam ibu mertuanya, seolah dirinya tamu tak diundang disitu yang artinya dirinya tak diterima di rumah itu. Karina menatap Reno dengan pandangan meminta penjelasan.


"Ibu,,"seru Reno lagi.


"Maaf Bu,mas Reno memang tak mengajak saya kesini,tapi saya ingin mengunjungi ibu, mendengar kabar ibu dan ternyata ibu sehat-sehat saja,"ucap Karina menahan rasa sakit hatinya karena tak dihargai sama sekali dan demi menutupi kesalahan suaminya. Karina mencoba menahan diri untuk percaya suaminya bahwa suaminya berniat baik.


"Kalau sudah tau ya sudah,siapa yang tak sehat, mempunyai cucu yang diimpikan oleh seorang nenek yang laaama mendapatkan cucu, padahal anaknya sudah menikah."jawab ibu mertuanya ketus terus menyindir Karina, seolah mengusir mereka secara halus, Irene hanya diam masih tersenyum puas penuh kemenangan.


"Ibu,,"teriak Reno, yang lagi-lagi tangannya digenggam erat Karina mencegahnya untuk tidak membantah kata-kata ibunya, meski kata-kata ibu mertuanya benar, tapi itu sungguh menyakiti hati dan perasaan Karina. Seolah dirinya benar-benar menjadi wanita dan istri yang gagal.Ibunya Reno masih menatap sinis Karina sama sekali tak ada niat untuk menatap Karina, dia sibuk menggendong cucunya bermain, menimang-nimangnya, seolah menyindir Karina yang tak bisa memberikannya cucu.


TBC


.


.


.


Minta dukungannya Kaka,, jangan lupa like dan vote nya makasih 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2