Perselingkuhan

Perselingkuhan
Episode 98


__ADS_3

Sudah lebih sebulan, kini usaha Al tidak sia-sia. Dia sudah bisa berdiri dengan kakinya sendiri. Ini semua berkat ketelatenan Al yang terus berusaha berlatih dikala dia senggang. Juga usaha keras para dokter yang tak henti-hentinya menyemangatinya untuk pantang menyerah.


Kini kedua tangannya juga sudah normal kembali digerakkannya. Bahkan makan sendiri kini tak membuatnya kesulitan lagi seperti sebelum-sebelumnya. Al merasa bangga dengan dirinya karena usahanya tidak sia-sia selama ini meski berulang kali harus terjatuh dan terjatuh lagi di setiap latihannya.


"Al..." seru Alena yang siang itu langsung pulang ke rumahnya karena mendapat kabar dari dokter kalau Al sudah bisa berdiri meski jalannya masih terpatah-patah karena terlalu lama tak digerakkannya. Al sontak menoleh ke arah suara.


"Alena..." ucap Al balas menyapa.


Al yang kini berdiri di dekat jendela berusaha untuk menyesuaikan kakinya untuk menopang lebih lama. Alena langsung menghambur memeluk Al saking bahagianya mendapat kabar kemajuan penyembuhan Al.


Al yang tak siap dan tak tahu reaksi Alena yang tiba-tiba tak siap dengan kakinya yang baru belajar berdiri sontak membuat Al terjerembab ke belakang dan keduanya pun jatuh ke lantai dengan Alena menindih tubuh Al dan tanpa sengaja bibir mereka bersentuhan satu sama lain.


Keduanya membelalakkan mata terkejut. Al dan Alena sama-sama terdiam, entah apa yang membuat mereka terdiam. Entah Al yang belum menyadari tubuhnya sudah bisa bergerak bebas. Tak segera mendorong tubuh Alena malah diam seperti menikmati kecupan itu sejenak. Alena juga terdiam, merasa tak ada penolakan dari Al, Alena memejamkan mata.


Al yang sejak lama tak pernah melakukan kontak fisik lebih dari apapun, melihat mata Alena yang terpejam menggerakkan bibirnya mencium Alena perlahan. Alena merasa hatinya membuncah saat Al mulai menciumnya dan Alena pun membalas ciuman itu lembut. Keduanya berciuman agak lama.


"Nona, ini... maafkan saya nona." pelayan yang tiba-tiba masuk melihat adegan majikannya itu menunduk meminta maaf dan langsung berlari pergi meninggalkan kamar itu yang pintunya dibiarkan terbuka.


Keduanya reflek langsung menghentikan ciuman itu. Alena langsung berdiri, begitu juga Al. Sekelebat bayangan istrinya menari-nari di pelupuk matanya. Seketika Al merasa bersalah kembali.


"Maaf..." ucap Al berjalan duduk di sofa kamar itu dengan tertatih.


Bantuan papahan tangan Alena ditepis meski tak kasar. Alena menjadi bingung dengan sikap spontan Al yang langsung berubah setelah mereka berciuman seolah-olah merasa menyesal telah menciumnya.

__ADS_1


"A... akulah yang seharusnya minta maaf." ucap Alena.


"Tidak, maaf..." Al mengambil makanannya yang diantar pelayan tadi, segera makan dengan suasana yang sangat canggung diantara keduanya.


Alena pamit dari kamar Al dengan dada yang berdegup kencang. Dia tersenyum bahagia, entahlah.


**


Sebulan setelah Al bisa berdiri sendiri, kini dia sudah seperti orang normal kebanyakan. Dia sudah benar-benar sembuh. Itulah yang diucapkan para dokter yang merawatnya dan berniat mengakhiri pengobatan pada Al.


Dokter hanya menyarankan untuk kontrol satu minggu kemudian jika dirasa sudah benar-benar tak ada keluhan di bagian lain. Memastikan bahwa Al benar-benar sembuh. Dan selama itu pula Al menghindari Alena untuk bertemu berduaan saja.


Al selalu meminta pelayan pria yang selalu mendampinginya yang dimintanya pada Alena setelah dia bangun dari komanya untuk menemani setiap Alena menghampirinya. Al akan ikut pergi jika Alena meminta pelayan yang sudah layaknya pengawalnya itu pergi dari sisinya saat Alena mendekatinya.


"Tidak ada apa-apa."


"Apa karena ciuman itu?" sentak Alena lagi yang membuat Al sontak menoleh menatap Alena.


Pelayan yang tak sengaja mendengar percakapan pribadi majikannya sontak merona dan meninggalkan keduanya perlahan. Bukan ranahnya untuk ikut mencuri dengar percakapan intim kedua majikannya itu. Dia tahu diri untuk meninggalkan mereka berdua berbicara dari hati ke hati untuk keduanya menyelesaikan masalah keduanya.


Meski pelayan itu tahu kedua majikannya itu sedang ada masalah, pelayan itu tahu bahwa Al memintanya tetap tinggal di dekatnya meski Alena memintanya untuk pergi untuk agar tidak ada apapun sesuatu yang salah yang terjadi pada mereka.


"Maaf." jawab Al memalingkan wajahnya.

__ADS_1


"Aku menyukaimu." ucapan Alena sontak membuat Al langsung menoleh menatap Alena lekat.


"Ya, aku menyukaimu. Aku juga menyukai ciuman itu. Aku juga tak menyesali ciuman itu. Lalu apa yang salah, kita sama-sama sudah dewasa untuk tahu tentang hal itu." ucap Alena yang tanpa sadar air matanya sudah mengalir.


Sesak dadanya perlahan berkurang karena sudah bisa meluapkan perasaan terpendamnya selama ini.


"Buang perasaan itu. Itu semua salah. Aku sudah beristri." jawab Al membuang pandangannya ke arah lain.


"Aku tak peduli meski kau sudah beristri. Bukan maksudku untuk menjadi pelakor dalam rumah tanggamu. Aku hanya ingin mengatakan perasaan sukaku padanya. Aku tak mengharapkan balasan darimu atas perasaanmu. Aku hanya ingin mengatakan apa yang ingin kukatakan bahwa perasaanku selama ini padamu benar-benar perasaan suka pada seorang pria bukan hanya mengangumi. Mungkin karena terlalu sering dan lama kita berada di tempat dan rumah yang sama. Aku pun sudah berusaha menepis dan menghilangkan perasaanku ini dari hatiku. Namun, semakin aku berusaha menghilangkannya malah perasaan itu semakin besar padamu. Apalagi tanpa alasan yang jelas tiba-tiba kau selalu menghindariku." jelas Alena berderai air matanya.


Al menegang mendengar ucapan Alena. Meski Al berusaha juga untuk menghindari Alena, perasaannya juga campur aduk. Di sisi lain dia teringat istrinya yang belum ada satu minggu itu ditinggalkan. Sekarang Al juga entahlah merasakan dirinya nyaman saat bersama Alena. Al tak menilai perasaannya itu adalah suka atau cinta pada wanita.


"Maaf." satu kata itu yang bisa diucapkannya tanpa menatap wajah Alena.


"Aku tahu. Aku tak memaksa kau harus menerimanya. Aku hanya ingin kau tahu bahwa perasaanku tulus." ucap Alena berlalu pergi meninggalkan kamar Al.


TBC


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2