
Reno menerima pesan dari pak Ahmad makelar penyewaan rumah tempat tinggal Karina dan dirinya dulu saat masih menjadi suami istri. Reno segera menuju alamat yang tertera meski sedang ada meeting penting hari itu. Reno menyuruh sekretarisnya mewakili meeting itu.
Reno tiba di alamat yang tertera pada pesan itu, sebuah apartemen yang tak tergolong mewah tapi lumayan mahal. Apartemen mewah nomer dua setelah jenis apartemen mewah Derian.
Reno menekan bel apartemen itu. Keluar seorang pria muda.
"Pak Ahmad?"tanya Reno ragu yang tak percaya kalau semuda itu pak Ahmad. Pria itu tak menjawab tapi membuka lebar pintu apartemen itu menyuruh Reno masuk ke dalam untuk mengikuti pria itu.
"Tuan, ada tamu untuk anda?"ucap pria itu pada pria di dalam sebuah ruangan yang diketahui adalah ruang kerja. Reno disuruh masuk untuk menemui orang yang ada di dalam ruangannya itu yang ternyata bernama pak Ahmad, lalu siapa pria muda ini? batin Reno heran tapi tak bertanya detailnya. Urusannya dengan pak Ahmad jauh lebih penting.
"Tuan Reno? Reno Sebastian?"sambut pak Ahmad mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.
"Ya? Ah benar."jawab Reno keheranan bagaimana pria ini bisa tau tentang dirinya.
"Ah, anda pasti bertanya-tanya, bagaimana saya mengenal anda?"Reno hanya mengangguk penuh tanda tanya.
"Ini."ucap pak Ahmad mengulurkan pada Reno sebuah cek dengan nominal yang lumayan besar.
"Apa ini?"tanya Reno keheranan penuh tanda tanya.
"Ini cek?Cek asli."ucap pak Ahmad.
"Saya tau ini cek, apa maksud dari cek ini?" tanya Reno lagi masih penasaran membaca nama yang tertera pada cek itu adalah namanya.
"Ini cek biaya persewaan rumah Bu Karina. Bu Karina berpesan pada saya , setelah rumah itu sudah disewakan, dia menyuruh saya untuk memberikan uang sewa itu pada anda.
Dan berdasarkan foto anda yang ditinggalkannya andalah orang yang ada di foto itu yang memiliki nama pad cek ini."jelas pak Ahmad.
"Tunggu..tunggu... biar saya mencernanya sebentar."Reno terlihat berpikir.Pak Ahmad hanya diam tersenyum melihat keraguan pada Reno.
"Dimana Karina?"tanya Reno akhirnya setelah lama berpikir.
**
Reno melangkah lunglai menuju mobilnya diparkir.
"*Maaf... saya tak tahu dimana Bu Karina?"
__ADS_1
"Apa maksud anda tak tahu?"ucap Reno emosi hingga berdiri dari tempat duduknya. Pria muda yang diketahui ternyata sekretaris,asisten dan juga bodyguard pak Ahmad yang berdiri tak jauh dari tempat duduknya itu hendak mendekati Reno, tapi angkatan tangan pak Ahmad menghentikan langkahnya.
"Sebulan lebih kalau tidak salah, tepatnya seminggu sebelum rumah itu laku disewa orang, Bu Karina datang ke tempat saya untuk mencarikan penyewa rumahnya untuk jangka panjang."jawab pak Ahmad menjeda kalimatnya.
"Dan Bu Karin berpesan pada saya jadikan uang itu dalam bentuk cek atas nama anda Reno Sebastian. Dan berikan cek itu pada nama yang tertera pada cek itu jika suatu hari anda datang menemui saya."jelasnya lagi. Reno hanya terdiam menunggu penjelasan selanjutnya.
"Bu Karin berpesan pada saya terima kasih dan maaf. Itu pesan terakhir Bu Karin pada saya pada anda. Dan ini, cek untuk anda seharga sewa rumah selama 5 tahun dan dipotong sepuluh persen sebagai jasa saya, dan itu sudah menjadi kesepakatan saya,ini surat perjanjian kami. Dan surat perjanjian sewa." jelas pak Ahmad menunjukkan berkas-berkas yang dimaksud.
Reno membaca keseluruhan berkas itu tertera tanda tangan Karina bermaterai. Itu memang tanda tangan Karina.
"Kenapa anda tak mengirimkan uang ini padanya malah memberikan uang ini pada saya?"
"Bu Karin tak meninggalkan alamat,no rekening atau nomer ponsel. Kukira mungkin anda tau sesuatu."
Reno masih diam penuh tanda tanya.
"Saya sudah menyampaikan amanat dari Bu
Karin dan sekarang saya sudah tidak ada urusan lagi padanya."ucap pak Ahmad.
"Dan berkas ini anda simpan dan berkas ini saya yang simpan."ucap pak Ahmad menambahkan, berkas surat perjanjian kontrak sewa rumah diulurkan pada Reno dan berkas surat jasa sepuluh persen disimpan pak Ahmad*.
***
Tapi entah kemana Adelia, saat terakhir kalinya dia bertemu saat Derian minta penjelasan tentang hasil tes DNA Angel.
Ternyata ancaman itu membuat Adelia pergi meninggalkan rumah Derian tanpa pamit dan tanpa membawa apapun bahkan dia juga meninggalkan putrinya untuk dipercayakan sepenuhnya pada Derian. Adelia menghilang tanpa jejak hanya meninggalkan surat perceraian yang sudah ditandatangani.
Tapi entah kenapa juga hati Derian terasa kosong, selama ini perceraian yang diinginkan tercapai tapi begitu tak membahagiakannya. Seandainya Karina disisinya saat ini pasti dirinya akan bahagia dan segera menjadikan Karina miliknya yang sah. Tapi Karina sekarang tak ada si sisinya.
Kemana kau Karina?Apa kau tak bahagia bersamaku? batin Derian melamun di dalam mobil yang dikendarai sopir perjalanan dari kantor pengadilan menuju kantornya dan disisinya ada Noah yang sedang mengutak - atik notebook nya menyelesaikan pekerjaannya.
***
"Pak direktur..."sapa resepsionis kantornya. Ingin bicara tapi muncul keraguan padanya melihat wajah Derian dingin dan tajam seperti dalam suasana hati yang kurang baik, takut dirinya malah dibentak jika berbicara lebih lagi.
"Ada apa?"Derian yang tak menjawab disela Noah bertanya pada resepsionis itu yang terlihat ragu.
__ADS_1
"Tuan Noah, ada yang mencari pak direktur, beliau sedang menunggu di ruang istirahat." jelas resepsionis wanita itu lancar saat berbicara dengan Noah.
"Siapa?"tanya Derian menyela pembicaraan mereka.
"Tuan Reno Sebastian dari perusahaan AB."jelasnya lagi takut-takut karena disela Derian yang mungkin akan membentaknya.
Derian menatap ruang istirahat yang berada tepat di depan resepsionis itu. Derian masuk ke dalam melihat Reno duduk di sofa dengan wajah yang dingin dan tajam.
Bugh...
Satu pukulan melayang di pipi Derian yang membuat terhuyung jatuh ke lantai karena tak siap dengan pukulan Reno yang mendadak.
"Dimana Karina?"tanya Reno setelah dirinya puas melampiaskan amarahnya pada Derian.
"Dia pergi."jawab Derian enteng tak berniat berdiri dari jatuhnya setelah dipukul Reno.
"Apa maksudmu pergi?"seru Reno berteriak emosi.
"Dia tak mau berada di sisiku?"lirih Derian tapi masih terdengar Reno.
"Kau tak mencarinya?"ucap Reno setelah tenang.
"Dia yang memilih pergi dan tak mau berada di sisiku? Dan aku pun sudah berusaha mencarinya juga. Aku sudah menyerah!"seru Derian berteriak kencang hingga Noah yang berada di luar pintu ruangan istirahat mendengar.
"Selemah itukah perasaanmu?Hanya sebesar itu rasa cintamu?"
"Kau bilang lemah?Kau bilang sebesar itu?Kau tau aku bisa meninggalkan apapun semua milikku, apapun itu asal dia tetap berada di sisiku. Tapi dia memilih pergi, pergi dariku. Meninggalkanku..."teriak Derian menepuk dadanya yang terasa sesak jika dia mengingat Karina.
TBC
Mohon dukungannya
Beri like, rate dan vote nya
Makasih 🙏🙏
.
__ADS_1
.
.