
Berjalan menyusuri jalan,seorang cowok dengan mengenakan pakaian yang seadanya,ia seperti mencari sesuatu.
"Cari apa Pak..??",tanya seseorang dari belakang punggung nya."Eh,dek liat dompet Bapak yang jatuh gak..?",tanya Bapak itu pada cowok remaja di depan nya."Gak Pak,ini saya baru lewat..",jawab cowok itu."Biar saya bantu ya Pak..",sambung cowok itu sambil membantu mencari.
Sudah beberapa menit mencari-cari tapi tak menemukan apa-apa."Sudah lah nak,mungkin sudah bukan rejeki Bapak", ucap Bapak itu pasrah."Maaf Pak,saya gak bisa menemukan dompet Bapak..",balas cowok itu sambil nunduk."Bukan salah kamu...",ucap Bapak itu sambil tersenyum.
Senja mulai hadir,cowok itu terlambat pulang lagi ke rumah nya.Nampak seorang wanita sudah menunggunya didepan teras rumah."Hari ini kenapa lagi..?",tanya wanita itu."Nanti Radit cerita ya Bu..",jawabnya sambil menyalami wanita itu.
__ADS_1
Raditya Hakim Prakasa namanya,cowok ini tinggal di kota Bandung bersama Ibu nya.Ibu Wulan nama yang sering orang panggil,mereka duduk di komplek yang terpencil.Dari kecil Radit memang tinggal bersama ibu nya,karena setau nya Bapak nya sudah lama meninggal.Radit dari kecil sudah mulai bekerja,karena ibu nya tak mampu membayar uang sekolah nya.Kehidupan yang susah sudah ia alami sejak kecil hingga sekarang,jadi sudah tak menjadi sebuah beban bagi nya jika harus sekolah dan berkerja setiap hari.
Malam adalah waktu istirahat bagi orang-orang seperti mereka."Putra..",panggil Bu Wulan sambil mempersiapkan makan malam.Putra adalah panggilan Bu Wulan untuk Radit,dari kecil sampai sekarang ia remaja."Iya Bu..",jawab Radit berjalan ke arah dapur.Saat sedang sarapan pikiran Radit tak fokus,ia merenung tak seperti biasanya."Kenapa..??",tanya Bu Wulan melirik ke arah Radit."Bu,kira-kira Radit bisa dapat beasiswa gak ya.Pengen deh sekolah di tempat yang terbaik di kota ini..",jawab Radit."Doa nya jangan lupa kalo selesai solat..",ucap Ibunya meyakinkan Radit."Itu mah pasti atuh Bu..",jawabnya sambil tersenyum.
Ujian akhir tahun sudah selesai tinggal menunggu hasil kelulusan di umumkan."Loe lulus dari sini mau lanjut kemana..?",tanya Radit pada cowok di samping nya."Mungkin gue bakalan pindah ke Jogja..",ucap cowok itu."Kalo loe..??",sambung Rizky."Gue nunggu pengumuman sekolah dulu..",jawab Radit memandang Rizky.
Rizky Pradikta,ia teman dekat Radit.Ia anak seorang pengusaha sukses,Papinya punya bisnis dimana-mana.Pergi sekolah saja ia mengendarai mobil pribadi sendiri,apa yang ia mau semua terpenuhi.Yang membuat Radit dekat dengan Rizky,ia seorang yang ramah dan sopan dengan siapapun.
__ADS_1
Beberapa menit memutar-mutar di toko itu,Rizky membeli lima baju.Dua untuknya,tiga untuk Radit."Gak usah Ki,satu aja udah cukup kok..",ucap Radit."Eh,gak ya Dit.Loe itu teman gue,dari gue masuk sekolah sampai sekarang.Masak buat teman gue perhitungan??, itu bukan tipe gue..",jelas Rizky pada Radit.Radit hanya membalas dengan menepuk pundaknya Rizky.
Sudah seharian mereka bersama,berkeliling memutar kota sambil bercerita-cerita."Dit,kalo kita gak satu sekolah lagi loe tetap masih jadi teman gue ya.So..kalo loe butuh apa-apa tinggal bilang aja..",ucap Rizky sambil mengendarai mobil nya."Makasih Ki,loe udah mau nganggap gue teman loe.Ya,meskipun kita berbeda..",balas Radit melirik ke arah Rizky."Gak ada yang beda kok,malah lebih loe dari gue.Loe juara di sekolah,orang yang di bangga-banggain setiap guru.Dan gue yakin loe pasti bisa meraih apa yang loe inginkan.."ucap Rizky sambil menepuk pundak teman nya.Mereka sama-sama tersenyum.
Hari pengumuman sudah tiba,Radit dan semua murid berkumpul di lapangan sekolah.Begitu senang semua murid ketika mendengar kelulusan nya.Radit dan Rizky berpelukan untuk semua usaha mereka yang sudah terbalaskan."Dit..!!",panggil Rizky saat sedang duduk menunggu antri di kantin.Radit hanya menjawab dengan menaikkan keningnya."Loe gak tanya tentang beasiswa itu sama guru..?"sambung Rizky."Emang harus sekarang ya Ki..??"tanya Radit serius."Caelah,kapan lagi kalo gak sekarang.Besok gak ada waktu lagi..",jawab Rizky serius."Temenin gue yok..",ucap Radit sambil bangkit dari duduknya.Rizky langsung bangkit dan berjalan menuju ke ruang guru.
Beberapa menit Radit di dalam,Rizky sudah sangat penasaran di luar menunggu berita dari Radit."Gimana..?",tanya Rizky yang melihat muka Radit yang lesu."Bukan rezeki gue Ki,tahun ini gak ada beasiswa..", ucap Radit lemah."Gue yakin pasti ada jalan lain buat masalah ini", balas Rizky sambil merangkul Radit."Iya Ki..",ucap Radit pelan.
__ADS_1
Pulang dengan wajah lesu,Radit seperti kehilangan semangat nya."Dit,kok mukanya lesu gitu..?",tanya Bu Wulan sambil menyapu di depan rumahnya."Radit gak dapat beasiswa Bu..", jawab Radit sedih."Eu...gak usah patah semangat gitu dong,pasti ada jalan buat nyelesain masalah itu.Mungkin belum rezeki..", ucap Bu Wulan sambil mengelus rambut Radit.
Sepanjang malam ia berpikir apa yang akan ia lakukan jika tak bisa melanjutkan sekolahnya lagi.Mungkin ia harus bekerja di pasar lagi,tanpa melanjutkan pendidikan nya."Masih belum bisa terima..!!",suara di belakang Radit."Gak kok Bu.Radit cuma mikir kalo gak sekolah lagi,Radit harus kerja seharian di pasar.."ucap Radit memandang ibunya."Maafin Ibu ya,gak bisa sekolahin kamu di sekolah yang kamu inginkan.."ucap Bu Wulan memegang pundak Radit."Gak kok Bu,ini udah takdir Radit.Radit ikhlas kok,lagian Radit yakin suatu hari nanti pasti bisa lanjutin pendidikan lagi..",balas Radit sambil tersenyum ke arah ibunya."Mulai besok Radit bakalan cari kerja di pasar,mungkin ada kerjaan buat nambah tabungan kita",sambung Radit semangat.Bu Wulan tersenyum melihat Radit kembali semangat.