
Clara berjalan menyusuri jalan yang ia lewat, tapi ia bingung semua lorong sama.Ia mulai pusing dan lemes,tak tau harus mencari si Mbak ke mana.
"Kayaknya udah 5 kali gue muter di jalan ini"ucap Clara bingung.
"Aduh...satu orang pun gak ada yang di kenal lagi"lanjutnya sendiri.
Matanya mulai berlinang-linang,ia lapar karena tadi tidak sempat sarapan.Ia jongkok di pojok toko yang tertutup,serasa pengemis.
Air matanya tak dapat di tahan lagi,ia menangis tersedak-sedak sambil menundukkan kepalanya.Rasa malu hilang,padahal ia bukan cewek yang mudah nangis.
Beberapa menit ia nangis ada seseorang memegang bahunya,ia bangun dari duduknya dan mengira itu si Mbak tanpa melihat-lihatnya tangisannya makin kencang.
"Kok nangis nya tambah kenceng sih",ucap orang itu.
Mendengar ucapan itu,Clara membuka matanya.Bukan diam dari tangisannya,tapi malah memukul orang itu.
"Aduh..aduh.."ucap cowok itu kesakitan.
"Udah..udah..gak usah nangis lagi,malu di liatin orang",lanjutnya.
"Lo..loe kok lama banget sih,gu..gue ketakutan tau.Ga..gak ada yang gu..gue kenal disini"ucap Clara terbatah-batah.
Sejenak cowok itu terdiam,baru kali ini ia lihat cewek nangis.Apalagi yang nangis cewek yang sering ketawa,sontak membuatnya mematung.
"Apa yang loe liat"tanya Clara sambil menghapus air matanya.
Radit yang mematung terkejut.
"Kenapa?",tanyanya.
"Oh ya,kok loe bisa nyasar sampe ke sini?"lanjut Radit.
"Tadi gue nemenin Mbak belanja,abis itu ...",ucap Clara dan terdiam tanpa melanjutkannya.
Radit mengerutkan keningnya.
__ADS_1
"Kok gak di lanjut.."tanya Radit.
Sontak Clara memegang perutnya yang berbunyi,ia kelaparan.Clara menunduk malu,karena baru kali ini mengalami kejadian seperti ini.
Radit tersenyum tipis melihat tingkat cewek ini.
"Ya udah kita cari makan dulu,kasian cacing di perut loe",ucap Radit sambil berjalan.
"Harusnya loe kasian sama gue",balas Clara mengikut di belakang.
...
"Mang,pesen 2 mangkok ya",ucap Radit ke tukang bakso.
"Siap Dit",jawab si Mamang.
Clara hanya berdiri,ia heran ternyata banyak penjual makanan di pinggir jalan yang dekat dengan pasar.Bermacam-macam jenis jajanan yang kelihatan enak-enak,tak kalah dengan di restoran.
"Duduk,loe mau pingsan gara-gara kelelahan berdiri",ucap Radit sambil membersihkan kursi untuk Clara.
"Loe gak pernah ke tempat yang beginian ya,"tanya Radit.
"Pernah,tapi gak disini"balas Clara ngasal.
Clara sibuk dengan melihat sekitarnya, ternyata banyak juga orang yang tertarik dengan jajanan disini.
"Ini pesanannya"ucap Mamang penjual mie bakso.
"Makasih Mang",jawab Radit.
"Nih,makan."ucap Radit sambil meletakkan bakso di depan Clara.
Bau dari bakso membuat Clara sadar.
"Euuu..Enak nihh",balas Clara senyum.
__ADS_1
"Coba dulu",ucap Radit singkat.
Meskipun untuk pertama kalinya mencoba jajanan di pinggir jalan,tak masalah untuk seorang Clara.Ia sangat menikmatinya.
"Udah kenyang?"tanya Radit.
Clara sibuk dengan menyantap baksonya,ia tak mendengar ucapan Radit.
Radit menatap Clara begitu lama,tapi tak di hirau.
"Dit,mie bakso disini gak kalah enak sama yang di resto sana"ucap Clara sambil meletak mangkuk mie yang sudah kosong.
"Kalo lagi laper,semua makanan enak"balas Radit.
"Loe nyindir gue"ucap Clara memonyokkan mulutnya.
Radit tersenyum melihat tingkat Clara.
"Gak lah,masak cuma ngatain itu doang loe monyok gitu"ucap Radit sambil senyum.
Mendengar itu, Clara langsung malu.
"Oh ya,makasih ya.Kalo gak ada loe gue pasti..."ucap Clara nunduk tapi tanpa selesai langsung di potong oleh Radit.
"Udah,mending sekarang gue anterin loe pulang"ucap Radit.
"Mumpung loe ada,temenin gue liat-liat pasar aja"minta Clara.
"Ra,apa yang na mau di liat disini.Lagian gue sibuk harus kerja"jelas Radit.
"Kalo gitu gue ikut ketempat kerja loe"ucap Clara semangat.
"Terserah loe deh,kalo dilarang loe juga gak bakalan denger",ucap Radit sambil bangkit dari duduknya.
Clara hanya tersenyum dan ikuti langkah Radit.
__ADS_1