Pewaris Tahta

Pewaris Tahta
Clara Sofia


__ADS_3

Clara duduk berdekatan dengan Radit,ia termasuk siswa yang mudah bergaul.Beberapa hari baru pindah sekolah,ia sudah mendapatkan banyak teman.Ia dikenal sebagai cewek yang cukup ramah dengan banyak orang.Dengan gaya bicara yang ceplas-ceplos, memiliki wajah yang cantik,ia banyak di sukai para cowok-cowok di sekolah.


Clara Sofia,anak tunggal kaya raya.Papanya punya bisnis dimana-mana,dan juga orang yang berdonasi pembangunan di berbagai sekolah.Ia menutup rapat tentang kehidupan mewahnya kepada siapapun kecuali orang yang memang lebih dekat dengannya.Clara sangat dekat dengan Papanya karena Mamanya sudah lama meninggalkannya saat umurnya 4 tahun.Dari kecil ia hanya di urus oleh Papanya tanpa campur tangan dari pengasuhnya.


"Neng,hari ini mau sarapan apa?"tanya Papanya pada Clara yang sedang mondar-mandir.


"Apa aja Pa"menjawab tanpa melihat ke arah Papanya.


"Aduuhhh.Kalo tiap pagi kamu begitu, bisa-bisa telat ke sekolah"balas Papanya sambil menuju dapur.


Clasa yang buru-buru tak menghiraukan perkataan Papanya.


Setiap pagi ia pasti buru-buru karena harus bolak balik ke kamar belajarnya mengambil peralatan sekolah.Sangking besar rumahnya,ia punya banyak kamar untuk menyimpan barang-barang kebutuhan nya.


"Neng,berangkat bareng Papa aja ya",ucap Papanya menuju kamar Clara.


"Pa,Clara pergi sendiri aja",teriaknya di dalam kamar.


"Kalo gitu,Papa suruh Mang Udin buat nganterin kamu ya"balas Papanya berdiri di depan pintu kamar.


"Gak usah Pa,Clasa bawa kendaraan sendiri"ucapnya pelan.


"Terserah,yang penting harus hati-hati",ucap Papanya lembut dan meninggalkan Clara.

__ADS_1


...


Mengendarai sepeda motor dengan tenang sambil menghirup udara pagi,tanpa ada kemacetan sangat lah aman.Itu termasuk momen yang sangat di sukai Clasa, melewati perjalanan dengan santai tanpa ada hambaran.Dari kejauhan ada yang membuat ia fokus pada seseorang yang berjalan memakai seragam yang sama dengannya.


"Loe yang kemarenkan?"tanyanya sambil menghentikan motornya di depan orang itu.


Cowok itu hanya merespon dengan menatapnya dan lanjut berjalan.


"Cuek banget sih tu anak"ucap Clara sendiri.Ia berusaha mengajaknya gobrol lagi,tapi Radit tetap tidak menghiraukan.


"Berangkat bareng yuk"ajak Clara.


"Ni cewek apaan sih,"ucap Radit dalam hatinya.


"Duluan aja,makasih"balasnya dengan muka datar.


Perjalanannya mulai bosan, gara-gara kejadian dengan Radit.


"Sumpah itu cowok,kita udah baik-baik malah di cuekin"omelnya sendiri.


"Kenapa tu muka"suara yang tiba-tiba mengagetkannya.


Ia langsung menoleh ke belakang dan tersenyum lebar.

__ADS_1


"Eh loe Ga"ucap Clasa tersenyum.


"Kok mukanya jelek gitu.Apa ada yang jahatin loe?"ucap Rangga sambil melihat sekitar.


"Gak kok.Santai aja,gue bisa lawan orang yang gangguin gue"balas Clara pede.


Rangga tersenyum melihat tingkah laku Clara.


"Yuk bareng,nanti telat.Baru sekolah gue udah mulai langgar peraturan, bisa jadi masalah"ucap Clasa sambil menghidupkan motornya.


"Oke"balas Rangga menyusul Clara.


...


Hari ini parkiran sekolah penuh,banyak murid yang mulai mengendarai sepeda motornya masing-masing.Kalau mengendarai yang beroda empat pasti kena macet,maklum setiap satu rumah pasti punya mobil.


"Raaa..."panggil Rangga setelah memarkir motornya.


Clara yang mendengar panggilan itu hanya menoleh dan menaikan keningnya.


"Disini masih muat,parkir disini aja"lanjut Rangga.


Clara membalas jempol dan mengikuti perintah Rangga.

__ADS_1


"Yuk masuk bareng",ucap Rangga.


"Kita kan gak searah.Gue kesana,loe kesana",ucap Clara sambil nunjuk.


__ADS_2