
setelah sampai di kota Hiroshima bean pun terkejut kok bisa salah, setelah itu dikarenakan sudah malam bioka
"bagaimana kita bisa tidur malam ini dengan keadaan kenzo dan seira seperti ini" tanya bean
"seperti nya kita bawa mereka ke rumah sakit saja bean, aku takut mereka kenapa kenapa" jawab bioka
bean dan bioka pun langsung membawa kenzo dan seira yang masih belum siuman dari pingsan nya.
sesampai nya mereka di rumah sakit kenzo dan seira pun di periksa oleh dokter sedangkan bean dan bioka membereskan biaya administrasi.
"sudah larut malam banget bean sebaik nya kita mencari ruang VVIP untuk mereka berdua agar kita juga bisa beristirahat" kata bioka
"kau benar bioka, akan ku urus semua sementara kau tunggu lah di luar kamar kenzo dan seira" sahut bean
sementara yoon jee yang melihat berita kematian tuan chou menjadi resah dan hendak menelpon kenzo kembali akan tetapi tak ada yang mengangkat nya dikarenakan HP Kenzo telah habis baterai.
"kemana kau ken, aku harap kau baik baik saja " berkata melihat ke arah langit
yoon jee tak lupa mendoakan Kenzo yang saat ini tiada kabar
sin berganti di kediaman Kenzo dimana Jack di perintahkan tuan wakaza untuk mencari Kenzo
agar kenzo tak berbuat yang tidak tidak dan menjadi buronan polisi,
"Jack cari lah keberadaan Kenzo, temukan dimana dia aku takut dia dan teman teman nya terlibat dalam pembunuhan salah satu anggota mafia terbesar" kata tuan wakaza
"baik la tuan" jawab Jack
Jack menyuruh beberapa anak buah nya mencari Kenzo selagi dia menelpon kenzo akan tetapi nomor kenzo telah tak aktif lagi.
membuat Jack berusaha keras untuk mencari nya di karna takut kenzo di culik oleh geng mafia di kota kanto
"kalian cari lah tuan muda kenzo dikota kanto atau pun di kota tokyo" jawab Jack
"baik tuan" teriak seluruh anggota Jack
polisi kanto pun mendalami kasus terbunuh nya chou dan ingin menangkap orang orang yang terlibat dalam pembunuhan nya ketua mafia timur"
komandan ciu yang saat ini telah membaik memerintah kan untuk menangkap para pelaku yang terlibat.
"kalian kumpul lah " teriak KOMANDAN CIU
"siap komandan" sahut para anggota polisi.
tak lupa komandan ciu pun menelpon yoon jee dan juga Pitbull,akan tetapi telepon mereka tak ada yang jawab
"apa kalian melihat kapten yoon jee dan kapten Pitbull" tanya komandan ciu
"tidak ada yang melihat KAPTEN komandan " teria seluruh anggota polisi
"sesegera suruh mereka menghubungi ku jika benar benar bertemu mereka
"komandan aku sepertinya melihat mereka di rumah sakit dikarenakan aku pernah melihat kapten bean keluar dari ruangan operasi"
"di rumah sakit, antarkan aku kesana " menyuruh salah seorang prajurit "
" baik komandan, baiklah ke mobil ini" kata ciu menyuruh salah seorang anggota polisi
sesampainya ciu di rumah sakit ciu pun langsung dibawah salah seorang anggota yang menemani Pitbull dan yoon jee ke ruangan mereka berdua
tanpa yoon jee yang telah sehat sedang kan Pitbull masih butuh istirahat selama 2 sampai 3 untuk pemulihan
"hormat komandan" kata Pitbull
"semoga kalian berdua lekas membaik" kata komandan ciu kepada Pitbull
" semoga komandan, sepertinya aku belum bisa bertugas komandan " canda Pitbull
__ADS_1
"aku kemari bukan untuk itu Pitbull, aku kemari ingin menanyakan pembunuh Chou" kata komandan ciu
"aku sendiri lah yang membunuh nya komandan, aku ingin membalas kan kematian ayah ku" kata Pitbull
"kau berbohong Pitbull, sidik jari di TKP dekat chou tak ada menjurus ke sidik jari mu" kata komandan ciu
"hahahahaha, sudahkah komandan lupakan dan tutup saja kasus itu " kata Pitbull
"ingin ku menutupi kasusnya seperti mereka yang menutup kasus orang tua kalian akan tetapi aku perlu kambing hitam dibalik kematian Chou" sahut komandan
"bagaimana kalau geng kyozo yang menuntut balas" kata Pitbull
"wah, kenapa aku tak berfikiran ya " kata Pitbull sambil menepuk bahu Pitbull
setelah obrolan lama komandan menengok ke kamar yoon jee akan tetapi yoon jee sudah tidak ada dikamar itu dikarenakan yoon jee menuju ke kamar mandi,
kemudian komandan ciu pun langsung bergegas kantor nya untuk menjelaskan kepada wartawan tentang pembunuhan Chou.
dimana komandan ciu memakai alibi bahwa pembunuh tuan chou adalah rekan bisnis nya sendiri yang diketuai oleh tuan kyozo.
dan kasus terpaksa akan kami tutup dikarenakan kyozo tersangka utama sudah meninggal.
wartawan pun menulis sebuah berita di koran maupun menyiarkan berita otak dalang di mana pembunuh tuan Chou di pagi harinya
sin berganti dimana seira pun sadar, sedangkan kenzo masih belum sadar.
"aku dimana bioka, bean " sambil melihat ke kanan dan ke kiri
"tenanglah seira, kau di rumah sakit" kata bioka
"dimana kenzo" tanya seira
"tepat di sebelah tempat tidur mu seira " sahut bean
"apa yang terjadi padanya" tanya seira
"kau tau seira, penerus tahta pimpinan mu ini bagaikan monster yang mengamuk dan mencabik cabik lawan lawan nya kalau lawan dia keras kepadanya apa lagi kalau lawan nya melukai sahabat atau pun orang yang dekat dengan nya" kata bean mencoba menjelaskan
"apa kita sudah bisa pulang " tanya seira
"kita tidak sedang di kota Tokyo seira, aku salah membeli tiket saat buru buru kabur " kata bean
"di mana kita emang nya " tanya seira kembali
"kita saat ini berada di kota Hiroshima" jawab bean
saat keasikan mengobrol tiba tiba tak sengaja bioka menyalakan TV dan menayangkan berita kematian tuan Chou akibat persaingan bisnis antara tuan Chou dan tuan kyozo yang dimana mereka berdua sama sama mati pada Pertempuran itu.
"wah apa maksud berita itu" sahut bioka
"bagus, dengan begini kita semua tak akan menjadi incaran polisi" kata bean
"wah kamu benar bean" kata seira tersenyum
"selagi kita menunggu kenzo sadar aku akan membeli makan di luar, kalian berdiam lah disini dahulu" kata bean sambil menuju keluar kamar
saat bean menuju ke arah minimarket iya pun tak sengaja bertemu dengan seseorang wanita muda yang disiksa oleh segerombolan geng mafia kota Hiroshima, saat tak ingin memperdulikan nya berapa terkejutnya bean melihat yang disiksa itu adalah Haruka
"brengsek kalian" teriak bean sambil berlari menuju kearah mereka
"kenapa bocah ingusan berani mencampuri urusan kita" tanya salah seorang anggota mafia itu
"Hyak"
"Bugh"
"Bugh"
__ADS_1
"Bugh"
tujuan demi tinjuan bean lancar kan untuk menyelamatkan Haruka dari mereka
"tuan bean" Teriak Haruka.
"pergilah dari sini Haruka" teriak bean sambil baku hantam dengan para orang orang yang menyiksa Haruka
Haruka pun langsung berlari ke arah kantor polisi di mana Haruka melaporkan teman nya sedang di hajar oleh para gangster mafia di kota ini.
dikarenakan di kota Hiroshima gangster lebih kuat ketimbang hukum atau bisa di bilang kebal hukum, pihak polisi pun tak ingin memperdulikan laporan Haruka
hingga membuat Haruka berlutut memohon untuk membantunya tetapi tak ada satu pun yang menanggapinya
"pergilah dari kantor ini, kami tak ingin berurusan dengan gangster di kota ini " kata salah seorang anggota polisi.
Haruka pun tampak terus menangis dan ingin melihat keadaan bean, akan tetapi saat Haruka ingin kesana iya tak melihat siapa pun di sana mau itu bean atau pun para gangster.
Haruka tampak bingung dikarenakan saat Haruka dibawa ke sini mata Haruka di tutup pakai kain.
"aku berada dimana" kata Haruka dalam hati.
tiba tiba dalam kejauhan nama Haruka dipanggil oleh bean,
"Haruka, lihat kemari" teriak bean
Haruka menoleh ke arah yang di panggil dan betapa senang nya Haruka melihat bean selamat
"kakak bean" teriak Haruka dan berlari kearah bean
sadar akan bahaya terlalu lama di kota Hiroshima
bean pun sebelum bertanya tanya dengan Haruka mengajak Haruka ke rumah sakit tempat saat ini mereka berlindung.
sesampainya mereka di rumah sakit bean pun membawa Haruka ke kamar dimana ruangan kenzo dan seira dirawat
"kenapa kita ke rumah sakit tuan bean, siapa yang sakit" tanya Haruka
"nanti kau juga tau, oh iya kenapa kau bisa sampai disini dan berurusan dengan paran gangster itu" tanya bean
"orang tua ku mempunyai utang dengan seseorang mafia di kota ini, ibu tak menyangka tempat yang iya hutangkan adalah tempat dimana mafia mafia dari kota Tokyo memperjual belikan wanita, hingga karena ibu tak sanggup membayar dikarenakan merawat ayah yang sedang sakit maka aku di bawa dan dijual ke seorang mafia di kota ini" jawab Haruka sambil menangis
"kenapa kau tak meminjam dengan ku saja Haruka, aku bersedia slalu membantu mu" kata bean tampak cemas dengan keadaan Haruka sambil memeluk bahu dan berjalan ke kamar yang dituju
sesampainya mereka dikamar, bean dan Haruka pun masuk
"ke...kenapa kau membawa gadis bean" bioka yang tampak malu dengan kecantikan dan Ke semokan tubuh Haruka
"maaf aku tak membawa makan, aku baru saja menyelamatkan gadis ku yang di culik para gangster mafia babi" kata bean
"kau berurusan kembali dengan mafia di kota ini bean" sahut bioka
"maaf kan aku" kata bean
"tuan bean, sebaik nya aku tak kau bawa kemari teman teman mu masih sakit aku takut kalian kenapa kenapa" sahut Haruka yang tak enakan
"berdiam dan bersembunyi saja disini nona, kau tampak buruk dengan pakaian dan keadaan seperti itu" kata seira yang cuek
"baik tuan" menunduk
bean pun menjelaskan kalau ada seorang lagi yang dirawat di ruangan ini yang Haruka kenal siapa dia.
betapa terkejut nya Haruka melihat kenzo yang tampak sedang memakai oksigen dengan keadaan tak sadarkan diri
"ke...kenapa dengan kak kenzo tuan" tergagap
cerita kita sambung sampai disini dulu ya
__ADS_1
cerita akan saya sambung lagi di jam makan siang
salam baku hantam dan maaf kalau di penulisan masih banyak kata yang salah