Pewaris Tahta

Pewaris Tahta
Eps 73


__ADS_3

Rachel yang tak ingin di buat semakin pusing pun akhirnya langsung masuk ke apartement yang baru saja di belinya. Sesampainya di ruangan, ia yang penasaran pun langsung membongkar isi dua kantong belanjaan yang di berikan oleh Arsen padanya.


Namun apa yang terjadi, seketika mata Rachel pun jadi membulat sempurna dan di tambah pula dengan mulutnya yang ikut menganga lebar memandangi banyaknya bungkus pembalut dari berbagai jenis dan merk yang di belikan Arsen.


"Hah?!!" Ucap Rachel yang masih dibuat begitu terperangah.


"Jadi dua kantong belanjaan yang sejak tadi ku bawa isinya semua pembalut dan obat pereda nyeri saat datang bulan??!" Tanya Rachel seorang diri sembari terus memandangi berbagai merk pembalut itu.


"Astaga Arsen Limmmmm, benar-benar kau yaaaa!!" Rachel pun akhirnya menggeram seorang diri.


Namun seketika Rachel mendadak terdiam dan kembali berfikir.


"Oh wait, Arsen Lim, seorang CEO dari Blue Light Group mau secara suka rela membelikan pembalut untuk ku?!!" Tanya nya lagi sembari mulai tersenyum.


"Oh tidak, tidak, tidak, apakah ini pertanda dia semakin peduli padaku sekarang?" Rachel pun terlihat semakin kegirangan tak menentu.


"Aaaaaa Arsen Lim, lelaki itu menyebalkan tapi juga manis sekali. Aduh astaga kenapa aku jadi semakin berdebar tidak karuan begini ya." Rachel yang kembali tersipu malu dan berbunga-bunga pun berkali-kali melompat kegirangan layaknya anak kecil.


Tak lama ponsel Rachel berbunyi menandakan adanya sebuah pesan yang baru masuk. Rachel pun segera meraih ponselnya, matanya kembali terbuka lebar, namun kali ini di iringi pula dengan bibirnya yang kembali tersenyum saat membaca pesan yang tak lain ialah dari Arsen.


"Bagaimana? Sudah tau apa isinya? Ku yakin kamu membutuhkannya saat ini, semoga bermanfaat."


Isi pesan singkat itu kini berhasil membuat Rachel semakin berbunga-bunga hatinya, ia dengan girang langsung membaringkan dirinya ke sofa dan terus memandangi isi pesan itu dengan senyuman yang tak lekang dari bibirnya.


"Aaaaa so cute." Ucapnya sembari memukul-mukul dengan gemas bantal sofanya.


"Terima kasih, rasanya aku masih tidak menyangka. Dan sekarang aku bahkan sangat bingung mau menggunakan merk yang mana terlebih dulu." Balas Rachel akhirnya.


Membaca balasan dari Rachel, seketika senyuman tipis pun juga terlihat dari bibir Arsen. Ia pun akhirnya kembali melajukan mobilnya untuk langsung pulang setelah ia menghentikan mobilnya di pinggir jalan hanya untuk mengirimkan pesan untuk Rachel.

__ADS_1



Ke esokan harinya...


Cuaca pagi yang indah kembali menyapa, kini jarum jam sudah menunjukkan pukul 08.45 pagi dan Arsen akhirnya tiba di kantor. Dengan berjalan tenang ia pun masuk ke dalam ruangannya, entah kenapa begitu memasuki ruangan, matanya langsung tertuju ke arah ruangan Rachel. Saat itu Rachel sudah terlihat terduduk di kursinya sembari menyusun berkas-berkas yang ada di atas mejanya.


Sebuah senyuman tipis pun muncul begitu saja dari bibir Arsen saat memandangi Rachel yang tengah begitu fokus pada pekerjaannya. Namun saat baru saja duduk di kursi kejayaannya, ponsel Arsen tiba-tiba berbunyi menandakan ada pesan masuk.


Sebuah pesan gambar yang dikirim oleh uncle nya yang tak lain ialah Alex. Mata Arsen membulat dengan dahinya yang langsung berkerut. Terlihat dari gambar itu tampak Rachel yang sedang berdiri berhadapan dengan Antony Yue.



Di dalam gambar itu terlihat jelas Rachel sedang tersenyum seolah tersipu malu, sementara Antony nampak begitu lekat memandangi Rachel dengan senyumannya yang juga tak biasa. Melihat hal itu, entah kenapa Arsen kembali merasa kesal, seolah jiwanya terasa panas dan begitu tak suka.


Tak lama ponselnya kembali berdering, sebuah panggilan masuk dari Alex.


"Ada apa uncle?" Tanya Arsen yang terdengar begitu kesal.


"Tidak ada uncle." Jawabnya datar.


"Bagaimana? Apa kau sudah melihat gambar yang uncle kirim?" Tanya Alex yang memang sengaja ingin memancing Arsen.


"Uncle, gambar itu sungguh tidak penting bagiku, kenapa mengirimkan gambar itu padaku?" Ucap Arsen yang terdengar semakin ketus.


"Hei Arsen Lim keponakanku yang tampannya sebelas dua belas denganku, uncle mengirim itu tentu ada hubungannya dengan mu maupun dengan kita semua yang ada di BLue Light Group. Bukankah lelaki yang bersama Bella itu adalah Antony Yue? Akan sangat bagus jika Bella bisa semakin dekat dengannya, dengan begitu Antony akan terus menerus bekerja sama dengan perusahaan kita dan itu sebuah keuntungan besar." Jelas Alex sembari tersenyum, karena ia begitu tau sikap Arsen seperti itu menandakan jika ia sungguh mulai cemburu.


"Aku tidak peduli! lagi pula untuk bisa lebih maju, perusahaan kita tidak hanya bergantung pada Antony saja." Jawab Arsen.


"Emm baiklah baiklah, terserah kau saja anak muda."

__ADS_1


"Emm." Jawab Arsen.


"Eh tunggu, tapi apa benar Bella dan Antony memang sedekat itu? Apa kau sudah tau hal ini Arsen? Karena terlihat jelas dari tatapan Antony saat melihat Bella, kelihatannya dia sungguh-sungguh menyukai Bella."


"Entah lah! Bukan urusanku, sudah lah uncle, aku masih sibuk."


Tut tut tut...


Arsen yang semakin kesal pun langsung mengakhiri panggilannya dan meletakkan kasar ponselnya ke atas meja. Sementara Alex yang saat itu ada di ruangan Benzie hanya bisa cekikikan memandangi ponselnya.


"Bagaimana?" Tanga Benzie sembari tersenyum.



"Anakmu nampaknya benar-benar sedang terbakar api cemburu." Jawab Alex sembari terus tertawa.


Benzie pun semakin tersenyum, karena memang itulah yang dia harapkan. Mengetahui adanya rasa cemburu dari Arsen pada Rachel, itu menandakan sudah mulai tumbuhnya benih-benih cinta atau pun suka dari diri Arsen untuk Rachel.


"Aku benar-benar tidak menyangka, anakku perlahan bisa dengan cepat di taklukan oleh anak Martin Chou dan Shea Hauw." Celetuk Benzie sembari terus tersenyum sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Lebih tidak menyangka lagi jika itu terjadi, kau dan Martin akan menjadi besan hahaha. Padahal dulu kalian begitu bersitegang untuk mendapatkan seorang Ayuna." Alex pun kembali tertawa.


"Diam kau! itu sudah bagian dari masa lalu, lagi pula sudah terbukti siapa pemenangnya kan. Akulah yang akhirnya bisa menaklukan hati istriku, dan sekarang dia sudah tak bisa berpaling ke lain hati lagi." Jawab Benzie dengan tenang.


"Yang benar adalah, Yuna lah yang berhasil menaklukan seorang Benzie sang Macan hahaha. Kau itu ibarat hewan buas yang akhirnya bisa di jinakkan oleh sang pawang hahaha." Alex pun kembali tertawa terbahak-bahak.


"Diam kau!!!" Ketus Benzie lagi sembari ingin memukul Alex.


Namun bukannya takut, Alex justru semakin tertawa puas dan langsung berlari untuk keluar dari ruangan kerja Benzie.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2