Pewaris Tahta

Pewaris Tahta
Kedatangan murid baru


__ADS_3

"Mau cerita gak?"tanya Rangga menatap Radit serius.


"Gak penting kok Ga",balas Radit santai.


Radit mengubah topik pembicaraan,ia mencoba untuk tidak melibatkan Rangga dalam hal sepele.


"Ga,besok loe gak usah jemput gue ya..",ucap Radit melirik ke arah Rangga.


"Oke,gue gak masalah.Terserah anda..",balas Rangga dengan tersenyum.


"Loe gak ...",ucap Radit sambil menutup buku yang sedang di baca dan menatap Rangga.


"Gak apa?",tanya Rangga sinis.


"Gak lah Dit.Loe pasti ngira gue bakalan marah ya..?",lanjut Rangga sambil senyum.


Radit hanya tersenyum dan menundukkan sedikit kepalanya.


"Dit",panggil Rangga.Ia membalikkan badan ke arah Radit,seakan-akan membahas topik yang serius.


"Coba loe belajar berani,jangan dikit-dikit loe nunduk.Di depan gue loe boleh buat sesuka loe,tapi di depan orang lain loe harus terlihat berani.Biar kalo gue gak ada,loe gak mudah di gangguin",ucap Rangga serius.


Radit terdiam mendengar ucapan Rangga.


"Gue gak maksud buat ngeremehin loe Dit,tapi loe paham kan",lanjut Rangga lagi sambil menepuk bahu Radit.


Radit hanya mengangguk paham.

__ADS_1


...


Di kelas Radit mulai kepikiran dengan ucapan Rangga,ia melamun sambil memutar-mutar pulpen.Ia tak fokus dengan pelajaran yang sedang di terangkan oleh guru.


"Bu..?",ucap Radit sambil menggangkat tangannya.


"Saya izin ke toilet sebentar ya..",lanjut Radit.


Guru itu menoleh ke arah Radit dan mengangguk pelan.


Berjalan pelan sambil melamun,menyusuri lorong sekolah bukan ke arah toilet tapi ketempat biasanya ia bertemu seseorang.


"Kenapa gue kepikiran omongan nya yang tadi ya..?",ucap Radit pada dirinya sendiri.


"Woi ...",suara di balik tembok yang mengagetkan Radit.


"Ada orang gak disitu..?",lanjutnya.


"Please..tolongin gue,ada yang ngejar gue..",suara di balik tembok.


Radit langsung dengan cepat pergi,ia takut terlibat dengan hal yang begituan.Di tengah jalan,ia kepikiran lagi dengan suara yang minta tolong itu.


"Kalo gue gak nolongin,nanti bakalan nyesel.Soalnya kan gue yang denger itu orang minta tolong.Aaaahhhh...",batinnya.


"Bentar-bentar"ucap Radit sambil mencari tangga di sekelilingnya.


"Tarik tangan gue"ucap Radit pada murid itu.

__ADS_1


Dengan sekuat tenaga ia menariknya,dan keduanya cepat-cepat bersembunyi.Sambil bersembunyi murid itu memantau sekitar sekolah takut ada yang melihatnya.


"Thanks ya",ucap nya sambil melirik Radit.


"Ya.Loe anak kelas berapa?"tanya Radit tanpa melihat ke arah murid itu.


"Nanti loe tau sendiri",balasnya sambil berlari kecil meninggalkan Radit.


...


Radit kembali fokus dengan materi yang sedang di terangkan,ia sibuk mencoret-coret mencari hasil soal di papan.Ia harus fokus untuk belajar saja, tidak perlu memikirkan hal yang menurutnya tidak penting.


"Mohon perhatiannya sebentar"ucap seorang guru yang baru masuk.


"Hari ini kita kedatangan murid baru.Masuk nak",lanjut guru itu.


Semua mata tertuju pada murid itu.Bagaimana tidak, dengan rambutnya yang terurai panjang sebahu, berkulit putih, berparas cantik dan berpostur tubuh ideal.Ia berdiri di depan kelas sambil tersenyum manis.


Radit yang melihatnya tercengang.


"Itukan cewek yang tadi"ucap batinnya.Ia langsung menunduk agar murid itu tak melihatnya.


"Perkenalkan nama kamu",ucap Pak Bondan.


"Hai.Nama gue Clara Sofia.Gue pindahan dari SMA1 Bogor,semoga kita bisa berteman",ucapnya santai.


"Siapa yang Clara kenal di sekolah ini?"tanya Pak Bondan.

__ADS_1


"Dia Pak"jawab nya sambil menunjuk ke arah Radit.


Radit yang dari tadi menunduk mengangkat kepalanya dan pura-pura tersenyum.


__ADS_2