
Mendapatkan respon yang tak terduga dari Rachel, sontak membuat Arsen Lim terdiam, ia begitu dibuat terperangah hingga seolah tak mampu bergerak dari posisinya.
"Di, dia sungguh mengabaikan aku?!" Tanya Arsen dalam hati yang masih merasa tak percaya dengan respon Rachel.
Sementara Rachel yang terus melangkah menuju ke ruangannya perlahan mulai mengembangkan senyuman sinisnya.
"Rasakan kau Arsen Lim, sekarang kau baru tau kan bagaimana bingungnya jika seorang Rachel Chou sudah bersikap cuek." Ketus Rachel dalam hati.
Ke esokan harinya...
Hari ini adalah hari Minggu, hingga membuat segala aktivitas dunia perkantoran pun libur. Rachel yang merasa jenuh di rumah sang nenek pun memilih untuk jalan-jalan keluar demi membunuh rasa jenuhnya.
"Kamu mau kemana sayang? Bukankah ini hari minggu?" Tanya omanya.
"Aku merasa jenuh hanya berdiam diri di kamar oma, jadi aku ingin berjalan-jalan keluar." Jawab Rachel dengan lembut sembari memeluk sang oma yang sedang duduk menikmati secangkir teh dari belakang.
"Ya sudah, pergi lah, tapi kamu harus tetap di antar oleh supir ya."
"Siap oma."
"Hati-hati dan jangan pulang sampai larut malam! Mengerti?"
"Iya oma." Rachel pun tersenyum sembari mengecup singkat pipi kiri sang nenek.
Rachel pun akhirnya pergi, ia pun berkunjung ke beberapa tempat yang begitu ia rindukan. Hingga pada akhirnya, matanya tak sengaja menatap ke salah satu sudut kota, disana terlihat sebuah bangunan yang megah.
"Bukankah itu gedung perpustakaan terbesar di kota ini?" Tanya Rachel pada sang supir.
"Benar nona."
"Astaga, ternyata perpustakaan itu masih ada ya. Boleh kah kita putar balik dan antar aku kesana?"
"Tentu nona."
Akhirnya mobil yang mengantar Rachel berkeliling sejak tadi pun terhenti tepat di depan loby perpustakaan. Rachel dengan senyumannya pun mulai turun sembari memandang takjub ke arah bangunan yang telah di renovasi menjadi lebih modern itu.
"Aku sepertinya akan lama disini. Akan ada banyak buku yang ingin aku baca, Kamu kembali saja duluan, nanti akan aku telpon jika aku sudah ingin pulang."
__ADS_1
"Baik nona."
Mobil itu pun pergi meninggalkan Rachel yang masih berdiri di depan loby seorang diri. Rachel pun akhirnya mulai memasuki gedung perpustakaan terbesar dengan koleksi buku terlengkap di kota itu.
Tanpa terasa kini sudah ada dua buka di tangannya yang sudah ia pilih, ia pun melanjutkan menyusuri beberapa rak buku lagi demi menambah buku untuk ia baca hari itu. Hingga tanpa ia sadari, di sampingnya sudah berdiri seorang lelaki yang juga sedang mencari buku hingga Rachel pun tak sengaja menabrak tubuh tegap lelaki itu hingga buku yang ia pegang seketika terjatuh.
"Eh sorry." Ucap Rachel yang langsung jongkok untuk memungut buku yang ia jatuhkan.
"Ini buku milikmu, aku sungguh minta ma...." Ucapan Rachel seketika terhenti, ia pun sontak dibuat begitu terkejut saat mendapati lelaki itu adalah Antony.
"Tu, tuan muda Antony?" Mata Rachel pun membulat.
Saat itu Antony pun langsung tersenyum, ia pun begitu tak menyangka bisa bertemu dengan Rachel di tempat yang tak terduga.
"Bella, sedang apa disini?"
"Oh hehe aku sedang mencari beberapa buku untuk di baca." Jawab Rachel dengan tenang.
"Oh waw, ternyata kamu juga memiliki hoby membaca buku ya?"
"Sepertinya itu tidak bisa di katakan hoby, aku membaca hanya sesekali saja jika sedang merasa jenuh."
Akhirnya Rachel pun ikut tersenyum, sepanjang jalan melewati lorong-lorong perpustakan mereka terus berbincang, ternyata Antony termasuk orang yang lumayan seru jika di ajak berbincang hingga membuat Rachel melupakan sejenak rasa gundah gulananya pada Arsen.
Saking serunya berbincang, tanpa mereka sadari sudah ada beberapa paparazi yang sudah menangkap gambar mereka berdua.
"Ini akan menjadi berita utama yang bagus untuk besok. Dimana tuan muda Antony kedapatan berkencan dengan seorang wanita di sebuah perpustakaan." Ucap salah satu paparazi sembari memandangi hasil potretannya dengan wajahnya yang berbinar.
Entah berapa jam sudah mereka menghabiskan waktu di perpustakaan, akhirnya Rachel pun mulai bosan hingga ia memutuskan ingin segera pergi.
"Kamu mau kemana setelah ini?" Tanya Antony.
"Sepertinya aku akan langsung pulang tuan muda, aku sudah seharian berkeliling." Jawab Rachel dengan tenang.
"Oh Bella, ayolah, kita ini sepertinya seumuran, jadi tolong panggil aku Tony saja jika kita sedang di luar kantor."
"Emm ok ok, baiklah." Rachel pun tersenyum.
__ADS_1
"Oh ya, ini sudah hampir malam, bagaimana kalau aku ajak kamu makan malam terlebih dulu sebelum pulang. Apa kamu mau?"
Mendapat tawaran seperti itu cukup membuat Rachel kebingungan untuk menjawabnya. Di satu sisi ia merasa sudah sangat lelah dan ingin langsung pulang untuk beristirahat, tapi di sisi lain ia juga merasa tak enak untuk menolak ajakan Tony mengingat saat ini mereka adalah partner dalam dunia bisnis.
"Bagaimana? Kamu mau kan? Tapi saranku kamu harus menerima tawaranku, karena jika tidak...." Antony pun mulai memicingkan matanya menatap Rachel.
Membuat Rachel pun mulai merasa tak nyaman.
"Ji, jika tidak apa Tony?"
"Emm jika tidak...." Antony semakin memicingkan matanya dan semakin mendekat ke arah Rachel.
Membuat Rachel semakin merasa tak nyaman dan terancam.
"Jika tidak, tentu kamu akan kelaparan hahaha." Jawab Tony yang kemudian langsung tertawa.
Rachel pun langsung mendengus dan menghela nafasnya.
"Hahaha kenapa tadi wajahmu begitu ha? Apa tadi aku sudah membuatmu takut?"
"Tidak." Jawab Rachel singkat sembari mengulurkan lidahnya dan kemudian langsung beranjak begitu saja.
"Hei Bella, tunggu aku, kamu harus mau makan malam dengan ku! karena jika tidak aku akan menculikmu." Teriak Antony yang akhirnya berlari kecil untuk menyusul langkah Rachel.
"Aku tidak takut." Jawab Rachel santai dan terus melangkah.
Akhirnya karena satu dan lain hal, Rachel pun menyetujui tawaran Antony untuk makan malam bersama. Mereka pun memilih makan di sebuah restoran yang cukup mewah di kota itu serta menjadi restoran favorit bagi Antony.
"Silahkan nona manis." Ucap Antony sembari menarikkan kursi untuk Rachel.
"Terima kasih." Rachel pun kembali tersenyum tipis.
Selesai memilih menu, mereka pun kembali berbincang, dan sesekali berbincang tentang masalah perusahaan yang juga sudah lama di pimpin oleh Antony.
Dan kejadian tak terduga pun terjadi, Arsen dan Laura tak lama terlihat muncul dari balik pintu masuk. Seketika mata tajam Arsen langsung menangkap sosok Rachel yang sedang duduk sembari tersenyum manis saat berbincang dengan seorang pria yang saat itu sedang duduk membelakanginya.
"Bella? Bukankah itu Bella? Ta, tapi dengan siapa dia? Apa, apa itu pacarnya?" Tanya Arsen dalam hati.
__ADS_1
...Bersambung......