
Antony pun akhirnya ikut bangkit, lalu mulai berjalan sedikit sempoyongan sembari mulai memegangi kepalanya yang mulai terasa sedikit bergoyang-goyang.
"Hei, ada apa dengan mu ha?" Tanya Rachel yang mulai nampak panik saat menyadari langkah Antony yang mulai sempoyongan.
"Aku tidak apa-apa." Jawab Antony yang terus saja melangkah untuk kelaur dari restaurant,
"Kamu yakin bisa berjalan sampai ke mobil? Haaiis, apa kataku, mabuk itu merepotkan." Rachel pun mulai mengomel sepanjang langkahnya.
Namun Antony, seolah tak bergeming, ia terus saja melangkah menuju mobilnya dan ingin duduk di kursi kemudi. Menyadari gelagat Antony yang terlihat sudah begitu mabuk, membuat Rachel dengan cepat menarik tangannya agar ia tidak duduk disana dan Rachel pun memutuskan untuk mengambil alih setir kemudi itu.
"Hei, aku ini baru saja menikah dan masih belum merasakan indahnya bulan madu, jadi aku tidak mau mati sekarang. Ayo serahkan kunci mobilmu." Tegas Rachel sembari mengulurkan tangannya.
Mendengar hal itu sontak membuat Antony seketika terdiam dengan tatapannya yang kembali menatap Rachel dengan lekat namun juga begitu lirih.
"Disaat aku begini, dia bahkan masih memikirkan bulan madu?" Gumam Antony lirih dalam hati.
"Kamu yang akan menyetir?" Tanyanya kemudian dengan matanya yang nampak mulai sayu.
"Tentu saja. Membiarkanmu menyetir dalam keadaan mabuk adalah tindakan konyol, maka biarkan saja aku yang menyetir dan mengantarmu pulang."
"Aah tidak, aku bisa." Ucapnya sembari ingin segera menduduki setir kemudi."
"Heeh." Tegas Rachel lagi.
"Aku yang mengantarmu atau aku pulang sekarang naik taksi?" Tanya Rachel yang bermakna ancaman.
Antony pun mendengus dan tersenyum lirih, akhirnya ia mulai meraih kunci mobil dari saku celana dan memberikannya ke telapak tangan Rachel.
"Eeemm baiklah, aku hanya bisa mengandalkan mu kali ini. Tolong antarkan aku dengan selamat ya." Ujarnya yang kemudian langsung melangkah menuju pintu mobil sebelahnya.
Rachel mulai duduk berpegangan dengan stang bulat yang siap ia kendalikan.
"Jadi, kemana aku harus mengantarkan mu?" Tanya Rachel santai sembari mulai menstarter mobilnya.
"Antar aku kesini saja." Jawabnya sembari menyerahkan sebuah brosur yang ada didalam dashboard mobilnya.
Rachel pun meraihnya dan memandangi brosur sebuah hunian apartement yang ia tau jika apartement itu juga berada satu kawasan dengan apartemen tempat tinggalnya.
"Jadi kamu tinggal disini selama ini?" Tanya Rachel yang seolah tak menyangka, karena memang lokasi apartement itu hanya berjarak beberapa meter saja dari gedung apartemen miliknya.
"Belum lama, masih beberapa hari belakangan ini saja, karena aku baru membelinya seminggu yang lalu." Jawab Antony yang mulai memijiti pelipisnya sembari matanya mulai ia pejamkan.
"Oooh."
Seolah tak ingin memperpanjang pembahasan, Rachel pun kembali terdiam dan mulai melajukan mobilnya meninggalkan area restoran.
__ADS_1
Sepanjang jalan Rachel kebanyakan diam dan memilih fokus mengemudi, karena ia berfikir saat itu Antony sudah tertidur.
Namun nyatanya dugaanya itu salah saat menyadari jika Antony kembali membuka matanya dan mulai menatapnya,
"Terima kasih." Ucapnya lirih.
"Hari ini kamu sudah sangat sering mengucapkan kata itu, sudah lah kamu tidur saja." Jawab Rachel tanpa menoleh ke arahnya sedikit pun.
"Maaf karena hari ini aku hanyak merepotkan mu hehe, terlebih saat kamu yang mau tidak mau harus menggantikan aku mengemudi, maaf." Gumamnya.
"Haiss, andai aku tau kamu akan semabuk ini, aku pasti tidak akan mengizinkanmu menambah minumannya lagi."
Antony pun hanya terkekeh pelan tanpa membalasnya dengan kata-kata.
Membuat Rachel kembali diam dan memilih kembali fokus mengemudi dengan tenang. Namun di tengah perjalanan, Antony tiba-tiba saja kembali memandangi Rachel dengan tatapan yang tak biasa.
"Rachel." Panggilnya pelan.
"Eemm." Jawab Rachel tanpa menoleh.
"Apa Arsen tau kamu pergi denganku?"
"Tentu saja tidak!" Jawab Rachel masih dengan sorot matanya yang begitu fokus menatap ke jalanan.
"Kenapa tidak memberitahunya? Kenapa kamu tidak terbuka?"
"Tapi, kenapa kamu mau pergi denganku dan memilih untuk membohongi suamimu?" Tanya Antony yang mulai kembali menaruh harapan lebih pada Rachel.
"Aku hanya sedang berusaha untuk menepati janjiku padamu, itu saja." Jawab Rachel santai.
Mendengar hal itu, membuat Antony kembali menatap Rachel dengan tatapan seolah tak senang.
"Jadi hanya karena itu?"
"Iya. Kenapa?"
"Bukan karena kamu yang juga setidaknya mulai memiliki sedikit perasaan padaku?"
Mendengar hal itu sontak membuat Rachel terkekeh.
"Hahaha hei tuan muda, pertanyaan macam apa itu ha? Nampaknya kamu benar-benar mulai kehilangan kesadaran saat mempertanyakan itu. Cari lah bahan candaan yang lain jika sungguh ingin menghiburku." Rachel pun seketika terkekeh, karena menganggapnya sebagai candaan Antony saja.
"Bahan candaan? Jadi, perasaanku ini kamu anggap sebagai bahan candaan?" Antony pun mulai menegakkan duduknya dan menatap Rachel tajam.
Rachel pun seketika melirik ke arahnya dengan perasaan yang keheranan.
__ADS_1
"Antony, kamu sedang mabuk, lebih baik kamu tidur saja."
"Aku tidak sedang mabuk, aku hanya sedikit pusing, tapi aku sangat sadar dengan apa yang keluar dari mulutku."
Rachel pun akhirnya terdiam, dan memilih untuk kembali fokus tanpa ingin menggubris lagi ucapan Antony yang menurutnya mulai keluar dari jalur pertemanan.
"Kenapa kamu diam saja?" Tanyanya lagi.
"Karena aku mulai malas meladeni ucapan orang mabuk." Jawab Rachel datar.
Saat itu, Rachel mulai merasakan ketidak nyamanan atas segala ucapan Antony yang membuatnya sangat tak senang.
"Aku tidak mabuk, aku hanya sedang merasa jadi lebih berani saat ini." Tegas Antony.
Namun Rachel kali ini memilih diam seolah tak bergeming karena mulai merasa kesal pada Antonya.
"Rachel." Panggil Antony lagi yang kali ini mulai memegang lengannya,
Hal itu sontak membuat Rachel seketika menghentikan laju mobilnya dengan cara mengerem mendadak.
"Ada apa dengan tingkahmu ini ha?!" Ketus Rachel yang mulai menunjukkan ketidak senangannya terhadap Antony.
"Aku tidak bisa berbohong lagi, aku masih mencintaimu, sangat sangat mencintaimu!" Antony pun mulai meraih sebelah tangan Rachel.
Namun dengan cepat Rachel kembali menarik tangannya dengan kasar,
"Aku sangat tidak suka dengan sikapmu ini, tapi karena aku tau kamu mabuk, maka aku tidak akan memperpanjangnya kali ini. Jadi, tolong duduk tenang dan diam lah!" Tegas Rachel yang kembali mengemudikan mobilnya dengan wajahnya yang jadi begitu ketat dan masam.
Meski tetap mencoba untuk bersikap tenang di hadapan Antony, namun dalam hatinya mulai semakin gelisah dan tidak ada lagi rasa kenyamanan saat mengemudi.
"Tapi aku sungguh-sungguh Rachel Chou, segala cara sudah ku coba, tapi tetap tidak bisa menghilangkanmu dari dalam benakku! Yang ada justru rasa cintaku semakin membesar." Antony pun mulai terlihat begitu menggebu-gebu saat mengungkapkan segala isi hatinya.
Tapi Rachel tetap tak bergeming, yang ada saat itu justru rasa kesal yang semakin menjadi-jadi.
"Rachel Chou, tolong jawab aku!" Antony pun meninggikan suaranya sembari mulai meraih dagu Rachel, seolah memaksa agar menatap wajahnya.
Hal itu pun sontak membuat Rachel syok bukan kepalang, konsentrasinya dalam mengemudi mendadak buyar hingga membuatnya spontan membanting setir ke kiri, hampir menabrak pembatas jalan, namun untungnya ia masih sempat menginjak kuat rem, membuat mobil berdecit keras, hingga akhirnya terhenti di tepi jalan.
"Antony!! apa kau sudah gila?! Kita hampir menabrak pembatas jalan!!" Ketus Rachel dengan sorot mata yang kini menatap Arsen begitu tajam.
"Aku tidak peduli, mati bersamamu akan jauh lebih baik, dari pada aku harus menyaksikanmu hidup bersama lelaki lain!"
Mendengar hal itu, sontak membuat Rachel mendengus, ia begitu terkhayal seolah tak percaya kata-kata seperti itu bisa keluar dari mulut Antony yang awalnya bersikap begitu baik.
"Jadi, begini kah aslimu sebenarnya??" Tanya Rachel yang seolah masih tak menyangka.
__ADS_1
"Jika begini, maaf! Mulai saat ini aku tidak bisa berteman denganmu lagi!" Tambah Rachel lagi yang kemudian langsung bergegas membuka sabuk pengamannya dan keluar begitu saja dari mobil Antony
...Bersambung......