
Mendengar hal itu Membuat Rachel kembali tersenyum, seolah saat itu ia merasa jika Arsen tidak ingin membuatnya lelah karena harus bolak balik untuk naik turun gedung yang menjulang tinggi itu.
Hingga tiba di depan mobil, Arsen pun melepaskan pegangan tangannya, dan bersiap untuk naik ke mobil. Namun saat itu Rachel yang masih terlihat terus tersenyum, sontak membuat Arsen mulai mengernyitkan dahinya.
"Ada apa dengan senyuman mu itu?" Tanya Arsen.
Rachel pun langsung kembali tersadar, membuatnya seketika langsung menyembunyikan senyuman indahnya pagi itu, dengan memasang wajah datar ia pun langsung menggeleng cepat.
"Ayo cepat lah naik ke mobil." Ucap Arsen yang langsung masuk ke mobilnya.
Mobil pun segera melesat cepat meninggalkan kawasan kantor utama menuju ke tempat meeting yang telah di jadwalkan yaitu Starlight Corp. Menghabiskan waktu 20 menit, kini mobil mewah Arsen pun telah tiba di depan loby, kedatangannya dan Rachel saat itu pun langsung di sambut baik oleh salah satu orang kepercayaan CEO Starlight Corp.
"Selamat siang tuan muda Arsen Lim." Sapa seorang lelaki paruh baya sembari menjulurkan tangannya.
Lelaki itu bernama Beny yang merupakan tangan kanan dari pimpinan Starlight Corp yang di gadang-gadang juga memiliki usia yang tidak jauh beda dari Arsen Lim.
"Selamat siang." Arsen pun tersenyum tipis sembari membalas jabatan tangannya.
"Perkenalkan, saya adalah Beny, tangan kanan dari tuan muda Antony Yue yang merupakan CEO dari Starlight Corp ini."
"Oh baiklah tuan Beny, senang bertemu dengan anda."
"Dan ini, apa dia sekretaris anda?" Tanya Beny sembari melirik ke arah Rachel yang sejak tadi beradi di sisi Arsen.
"Oh ya, dia Bella, dan benar, dia adalah sekretaris saya." Jawab Arsen dengan tenang.
"Halo tuan, senang bertemu dengan anda." Akhirnya Rachel pun mengulurkan tangannya untuk bersalaman.
Setelah itu, Beny dan beberapa staff lainnya pun membawa Arsen dan Rachel untuk masuk ke ruangan meeting yang telah di siapkan. Baru saja Arsen dan Rachel terduduk, seorang lelaki berbadan proporsional pun terlihat masuk ke dalam ruangan itu dengan penampilan yang tak kalah formal. Badannya tinggi, berkaca mata layaknya orang jenius, dan tentunya berusia masih sangat muda.
"Tuan muda Arsen Lim, perkenalkan, ia adalah CEO Starlight Corp yaitu tuan muda Antony Yue." Ucap Beny ketika melihat Antony datang.
"Ternyata benar, dia masih sangat muda dan terlihat sangat berwibawa sekali." Gumam Rachel dalam hati.
__ADS_1
"Halo tuan muda Arsen Lim, akhirnya kita bertemu." Antony pun dengan senyum tipisnya pun langsung menjulurkan tangannya.
"Senang akhirnya bisa satu meja denganmu tuan muda Antony Yue." Jawab Arsen yang ikut tersenyum.
"Ini terdengar lucu, bisakah kita tidak perlu menggunakan kata tuan muda disini? Karena sepertinya kita sebaya, jadi harusnya tidak perlu terlalu formal." Ucap Arsen kemudian.
"Tentu, akan lebih nyaman sepertinya kita memanggil nama saja. Bukan begitu Arsen?"
Arsen pun mengangguk dan kembali tersenyum.
"Oh ya, ini Bella, dia sekretaris ku."
Antony pun seketika melirik ke arah Rachel, lalu mulai tersenyum.
"Sepertinya kamu cukup pintar dalam memilih sekretaris Arsen Lim." Celetuk Antony yang langsung menjulurkan tangannya ke arah Rachel.
"Halo nona Bella, senang bisa bertemu dengan mu." Ucapnya kemudian.
"Oh ya tentu, bahkan tanpa meeting pun, aku bersedia untuk langsung bekerja sama jika kamu yang memintanya hahaha." Jawab Antony yang masih terus memandangi Rachel.
Rachel yang mendapat jawaban seperti itu hanya bisa tersenyum, namun sebuah senyum yang sedikit terpaksa.
"Hehehe anda lucu sekali ya." Ucap Rachel.
Namun berbeda halnya dengan Arsen, melihat tatapan Antony pada Rachel, cukup membuat Arsen merasa kurang nyaman akan hal itu, di tambah lagi celetukan Antony tadi yang membuat Arsen semakin merasa risih mendengarnya.
"Apa-apaan ini? Bukankah sikapnya pada Bella terlalu berlebihan?" Gumam Arsen dalam hati sembari terus memandangi Antony dan Rachel yang masih bertatapan secara bergantian.
"Dan wanita ini juga apa-apaan? di goda sedikit saja sudah langsung membuatnya melambung tinggi. Dasar wanita." Celetuk Arsen lagi sembari mulai memutarkan bola matanya.
"Oh ok, alangkah baiknya kita langsung mulai saja meeting nya agar tidak banyak membuang waktu. Bagaimana?" Ucap Arsen yang langsung berdiri di tengah-tengah mereka.
"Oh ok. Silahkan duduk." Jawab Antony yang langsung tersentak.
__ADS_1
Akhirnya meeting pun di mulai dengan cukup serius, Rachel pun mulai membacakan konsep yang telah di susun olehnya dan menjelaskan secara detail bagaimana kelak konsep itu jika berjalan dengan baik. Keuletan dan ke profesionalan Rachel memang tidak perlu di ragukan lagi, hal itu terbukti dari Arsen dan Antony yang dibuat begitu menikmati saat Rachel menjelaskan semua konsep-konsepnya.
Prokk prokk prokk
Suara tepuk tangan dari Antony Yue seketika terdengar saat Rachel baru saja duduk kembali setelah selesai menjelaskan semua materi konsep yang dibuatnya.
"Bravo, bravo, bravo." Ucap Antony sembari terus bertepuk tangan sembari menggelengkan-gelengkan kepalanya.
"Konsep kalian benar-benar mengagumkan, apalagi saat konsep itu di jelaskan langsung oleh sekretaris yang juga sudah terlihat begitu mengagumkan." Tambah Antony lagi.
Mendengar hal itu membuat Arsen Lim seketika hanya bisa mendengus pelan.
"Baiklah, aku tidak mau banyak bicara lagi, aku mau langsung menandatangani kontrak kerjanya saja."
"Benarkah? Jadi anda langsung setuju untuk bekerja sama?" Tanya Rachel yang seolah tak percaya.
"Yes of course, tidak ada alasan lagi bagiku untuk menolak kerja sama ini." Jawab Antony sembari mengangguk.
Wajah Rachel pun seketika berbinar, karena ini merupakan salah satu proyek kerja sama yang besar. Ia pun melirik ke arah Arsen Lim yang saat itu masih memasang wajah datarnya karena ia begitu tidak suka dengan sikap Antony yang dirasanya begitu berlebihan saat memuji Rachel.
"Tuan muda, kita berhasil, kita langsung dapat proyek besar ini." Ucap Rachel dengan suara pelan pada Arsen sembari memegang lengannya.
Arsen pun akhirnya memunculkan senyumnya lalu mengangguk pelan.
Rachel dengan cepat pun langsung mengeluarkan lembaran kontrak kerja, tanpa berfikir panjang dan bahkan tanpa membaca kontraknya lagi, Antony pun langsung saja menandatangani nya.
"Tuan muda, apa tidak sebaiknya anda membaca kontraknya dulu?" Tanya Rachel lagi.
"Ah tidak perlu, lagi pula aku tau bagaimana track record Blue Light Group, dan aku percaya." Jawab Antony dengan tenang.
Kemudian kontrak itu pun juga langsung di tandatangani oleh Arsen yang juga merupakan CEO dari Blue Light Group. Menghabiskan waktu selama lebih kurang 2 jam saja, kini meeting pun selesai. Antony nampaknya masih begitu nyaman berkomunikasi dengan Rachel hingga ia terus saja mengajak Rachel berbicara di sepanjang mereka berjalan keluar dari ruangan meeting.
...Bersambung......
__ADS_1