Pewaris Tahta

Pewaris Tahta
Extra Part


__ADS_3

"Oh god, sayang,,, hati-hati! Astagaaaa!" Pekik Arsen yang kala itu melangkah di belakang Rachel.


Rachel yang kala itu begitu energic menuruni anak tangga dengan langkah penuh semangat, seperti bukan orang yang sedang hamil muda, sangat berenergi.


"Tenang lah, jangan terlalu berlebihan sayang, I can handle it. Lagi pula usia kandunganku masih 3 bulan." Jawab Rachel dengan tenang.


Arsen hanya mendengus sembari mengusap wajahnya, belakangan ini Arsen memang benar-benar seperti orang yang hidup dalam kecemasan. Bukan karena Rachel yang mengidam aneh minta ini dan itu, atau bukan pula karena Rachel mengalami sakit selama trimester pertama, melainkan karena Rachel justru berubah menjadi orang yang seolah tidak bisa diam, powerfull, hingga membuat Arsen takut dan sering panik dibuatnya.


"Jalannya pelan-pelan saja sayang, kita sedang tidak terburu-buru, kasihan calon anak kita jika harus terus terguncang-guncang di dalam" Ucap Arsen lagi.


"Tapi aku sudah sangat lapar sayang, ayo cepat lah." Bukan menuruti apa kata suami, Rachel justru semakin melajukan langkahnya menuju meja makan.


Ya, selama Rachel hamil, Yuna dan Benzie meminta Rachel dan Arsen agar tinggal bersama di rumah utama keluarga Lim, dan tidak ada alasan bagi Arsen untuk tidak setuju karena ini demi kebaikan Rachel dan calon buah hati mereka.


"Selamat pagi ma, pa." Sapa Rachel dengan sangat ramah.


"Pagi nak, ayo duduk dan makan lah." Jawab Yuna dengan senyuman ranum.


Rachel pun bergegas ingin menarik kursi miliknya. Namun Arsen yang ada di belakangnya, seketika bergegas menyusulnya dan mengambil alih kursi yang terbuat dari kayu jati yang sangat kokoh itu.


"Jangan! Biar aku saja." Ucap Arsen yang langsung menarikkan kursi yang cukup berat itu dan mempersilahkan Rachel untuk duduk setelahnya.


Rachel tersenyum menatap suaminya,


"Terima kasih sayangku, kamu yang terbaik." Rachel mencoel singkat dagu Arsen, lalu kemudian langsung duduk begitu saja.


Yuna dan Benzie yang melihat hal itu hanya bisa tersenyum.


"Sayang, coba sekali-sekali kamu bersikap seperti Rachel, pasti aku akan senang." Bisik Benzie pada Yuna.


"Sikap yang mana??" Tanya Yuna bingung.


Benzie tidak menjawab dengan ucapan, melainkan ia langsung memperagakan saat Rachel mencolek dagu suaminya dengan sangat genitnya. Yuna pun seketika tertawa namun dengan suara yang kecil,.


"Eeemm baik lah suamiku, mulai saat ini aku akan mencolekmu setiap hari layaknya sabun colek." Jawab Yuna sembari mencolek dagu Benzie.

__ADS_1


Membuat Benzie akhirnya semakin tersenyum geli, namun entah kenapa dia begitu suka saat melihat Yuna bersikap genit padanya.


Sarapan berlalu dengan damai, Arsen dan Rachel pamit untuk berangkat ke kantor. Sebenarnya sudah berulang kali Arsen melarang Rachel untuk kembali bekerja dan menyarankannya agar beristirahat saja di rumah, namun apakan daya, Rachel yang semenjak hamil justru terlihat semakin lincah justru terus merengek layaknya anak kecil, meminta agar Arsen memberikan pekerjaan lagi untuknya di kantor utama.


Tak ada pilihan bagi Arsen selain menyetujui kemauan istri tercintanya itu. Rachel kembali bekerja sebagai sekretaris pribadi Arsen, dia memang kompeten dalam bidang itu, namun juga di satu sisi, kehadirannya yang berada satu ruangan dengan Arsen justru sering membuyarkan konsentrasi Arsen dalam bekerja. Jika sedang tidak ada kegiatan dan mulai merasa bosan, Rachel sudah pasti selalu menghampiri meja Arsen dan mulai menggodanya dengan duduk berpangku di atas paha suaminya itu.


"Sayang aku bosan." Ucap Rachel dengan nada manjanya.


"Oh tidak! Jangan sayang, jika bosan lebih baik kamu beristirahat saja di sofa itu."


"Aaaa tidak mau." Rengek Rachel yang terus memeluk dan menciumi Arsen.


"Sayang, please, jangan sekarang! Kamu tau bagaimana aku kalau sudah terpancing, maka aku tidak akan sanggup menahannya." Ucap Arsen saat Rachel mulai menciumi area rahang hingga leher Arsen.


"Biar saja, justru aku ingin melihatnya lagi, melihat bagaimana wajahmu yang memerah dan nampak tegang itu sayang." Jawab Rachel sembari tersenyum geli dan kembali menciumi suaminya.


"Jadi,,, kamu menantang bos mu sendiri?!"


"Kalau iya, kenapa?" Jawab Rachel dengan wajah menggoda.


"Kamu yakin tidak akan menyesal?!"


"Sepertinya tidak akan." Jawab Rachel yang terus tersenyum sembari kembali mencolek-colek dagu Arsen.


Arsen mendengus, lalu langsung menangkap tangan Rachel untuk menghentikan aksinya. Rachel yang terkejut pun langsung terdiam dengan tatapan penuh tanda tanya. Saat itu Arsen mulai tak bisa lagi mengendalikan dirinya, ia pun langsung menggendong Rachel, mendudukkannya di atas meja dan langsung menyambar bibirnya begitu saja.


Kelakukan Rachel benar-benar membuat Arsen jadi seperti singa yang lapar dan liar. Ciuman Arsen semakin menuntut, hingga membuat Rachel yang terduduk di atas meja kerja, perlahan tapi pasti jadi mulai terbaring karena dorongan dari Arsen.



Arsen melahap bibir mungil itu seolah tanpa ampun, namun justru itu yang Rachel sukai saat itu. Bahkan mereka sudah sering melakukannya di kantor, terutama di ruang pribadi milik Arsen, di berbagai sudut, terutama di sofa, bahkan pernah juga di ruang meeting yang kosong dan diatas atap gedung, meski kadang harus melakukannya sambil berdiri, tentu tidak jadi masalah bagi Arsen, karena asal melakukannya dengan istrinya tercinta, maka Arsen akan menyukai semua gaya, gaya apapun.


Beberapa bulan kemudian...


Hari-hari berlalu seolah terasa begitu singkat, rumah tangga yang awalnya begitu banyak di terpa badai, kini seolah begitu tenang dan selalu tentram, dan jauh dari isu miring.

__ADS_1


Bahkan saat ini, adalah detik-detik menegangkan bagi Arsen dan Rachel, detik-detik menantikan kehadiran anak pertama mereka. Rachel sudah merasakan mulas yang tidak teratur sejak dua hari lalu, kini ia sudah berada di rumah sakit milik keluarganya sendiri, di bangsal yang tentu saja bangsal VVIP. Saat sedang berjalan mondar mandir di dalam ruangan yang cukup luas, tiba-tiba air ketuban keluar dan mengalir begitu saja membasahi lantai, disertai dengan beberapa bercak darah, membuat Rachel memekik.


"Air ketuban!! Apa ini air ketuban??!" Teriak Rachel.


Arsen langsung berlari menghampiri istrinya, di susul pula dengan dua suster.


"Iya benar nona, sudah waktunya, ayo kita segera ke ruang persalinan."


Rachel dibawa dengan cepat menggunakan sebuah kursi roda, lampu ruangan di hidupkan, dokter dengan cepat memakai sarung tangan, Rachel berbaring sembari memegang erat tangan Arsen yang seolah tak ia biarkan lepas darinya.


"Baiklah sayang, aku yakin kamu kuat, kamu hebat, kamu pasti bisa! Ok?" Bisik Arsen.


Rachel dengan matanya yang berkabut, akibat menahan sakit yang semakin tak berjarak muncul, hanya bisa mengangguk saja.


Mengikuti arahan dari Dokter, akhirnya hanya dengan beberapa kali tarikan nafas dan sekali mengejan kuat dan panjang, seorang bayi perempuan yang begitu cantik dan putih pun keluar, diiringi dengan suara tangisan yang menggema di ruangan itu.


Seorang bayi yang kehadirannya menambah rasa suka cinta di keluarga Lim, menambah daftar keanggotaan keluarga Lim tentunya. Bayi lucu yang menggemaskan, yang kemudian diberi nama Freya Zylvecia Lim.


...Selesai!...


Terima kasih banyak semua pembaca yang sudah meluangkan waktu untuk membaca cerita ini mulai dari DUNIA MALAM YUNA hingga season 2 yang berjudul PEWARIS TAHTA.


Ada banyak cobaan saat menulis dua karya yang saling berhubungan ini, dan saya hampir menyerah untuk menulis kala itu. Tapi berkat pembaca yang selalu support dan mengirimkan cintanya melalui komentar, vote, dan like, membuat author semangat lagi dan mengurungkan niat untuk berhenti disini.


Dengan selesainya PEWARIS TAHTA, maka dengan ini author juga mengumumkan novel lain karya author yang akan author lanjutkan yaitu VIRZARA, dukung dan baca juga ya teman-teman.


Ada juga karya baru yang tidak kalah seru dan menarik dengan judul MY CEO MY HUSBAND, silahkan mampir:)


Tapi untuk yang mulai jenuh dengan kisah CEO dan percintaan, bisa juga mampir ke kisah antara ibu dan anak yang penuh dengan air mata yang berjudul IBUKU SAYANG IBUKU MALANG


Kalian bisa ketik di kolom pencarian dengan judul yang sudah tertera dengan nama penulis Annisha A. Tapi kalau bingung, bisa langsung klik profilku dan disana ada semua karyaku❤️


Follow juga Author di Instagram @annishaafriani


Terima kasih banyak semua, salam cinta dari author untuk kalian para kekasih hati yang setia. Luff❤️

__ADS_1


__ADS_2