Pewaris Tahta

Pewaris Tahta
Rangga Handika Pratama


__ADS_3

Beberapa Minggu sekolah,Radit sudah sedikit akrab dengan Rangga.Rangga selalu menemani nya membaca di taman.Ia memang tak begitu kenal bagaimana Rangga,ia juga tak pernah membahas tentang kepribadian nya.Radit sering duduk di taman pojok sekolah,ia suka membaca di tempat yang sepi.Makanya yang sering ia temui hanya Rangga di situ.


"Dit,gue bawain minum buat loe",ucap Rangga sambil berjalan ke arah Radit.Radit hanya tersenyum melihat ke arah Rangga.


"Makasih",balas Radit mengambil minum di tangan Rangga.


"Ouh ya,tumben bahasa nya loe gue.??",sambung Radit.


Rangga menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.


"Sebenarnya itu asli bahasa gue,kalo dari awal gue ngomong bahasa begituan mungkin loe gak bakalan mau temenan sama gue",jelas Rangga sambil melirik Radit.


"Gak lah,teman ya tetap teman..",ucap Radit tersenyum.


...


"Duluan ya Ga..",ucap Radit sambil berjalan ke arah jalan pulang."Tungguin,gue anterin loe",balas Rangga mengejar Radit dengan motor bututnya."Ayo naik",sambung Rangga."Gak ngerepotin?", ucap Radit.Rangga hanya membalas dengan jempol.

__ADS_1


Sebenarnya rumah Radit tidak terlalu jauh dari sekolah,sekitaran 15 menit kalau berjalan kaki.Radit agak malu di anterin Rangga,karena selama ia berteman tak ada yang pernah ia bawa ke rumah."Tinggal di rumah yang sangat kecil.Apa Rangga masih mau berteman dengan nya",guman Radit saat perjalanan pulang.


"Sampai sini aja Ga",ucap Radit sambil memegang bahu Rangga."Ouh,udah sampai ya?",tanya Rangga."Belum,tapi harus masuk gang sempit",balas Radit.Rangga sedang memantau gang yang ada di depan nya,apa bisa di masukin kalau pake motor."Ya udah kita jalan kaki aja",ucap Rangga melihat ke arah Radit.Radit diam tak ada jawaban."Kenapa?,tenang.Gue udah biasa masuk gang begituan,kita sama kehidupan nya",sambung Rangga meyakinkan Radit.


...


Sesampai di rumah Radit menyuruh Rangga istirahat,Rangga seperti kelelahan terlihat dari muka nya.Radit masuk dan mengganti pakaian nya.Sambil keluar ia membawakan segelas air putih untuk Rangga.


"Nih,minum dulu",ucap Radit."Gak usah repot-repot",ucap Rangga.Ia minum dengan terburu-buru,sangking hausnya.Radit yang melihat teman nya itu,tersenyum lebar."Kenapa?",tanya Rangga."Gak.Kata nya gak usah repot-repot",ejek Radit.Mereka sama-sama tertawa.


...


Sampai di pasar Radit langsung mengangkat barang-barang yang memang sudah menjadi jatah nya.


"Hari ini kok telat Dit?".tanya Bapak yang punya toko.


"Telat pulang sekolah tadi Pak",ucap Radit sambil mengangkat barang.Setelah berbincang-bincang sedikit dengan Radit,Bapak itu pergi masuk ke dalam toko.Hanya Radit yang tinggal di luar yang sedang bekerja.

__ADS_1


Semua barang sudah ia masukkan ke dalam toko.Radit yang lelah beristirahat sejenak,ia memulihkan tenaganya untuk pulang.Hari sudah mulai gelap,ia pulang berjalan kaki sendirian.Menendang-nendang botol kosong yang berceceran di jalanan,dan memperhatikan jalan sekitar.Tiba-tiba ia mempercepat jalan nya,perasaannya seperti ada yang mengikuti nya dari belakang.Ia agak mulai takut,karena jalanan sudah sepi.


"Radit", panggilan di belakang nya dengan suara yang halus.Bulu nya mulai merinding,ia semakin mempercepat jalan nya.Semakin cepat ia berjalan suara itu makin dekat dengan nya.Ia mengumpulkan keberaniannya untuk melihat ke belakang,mungkin yang ia dengar tadi salah.Saat ia mencoba menoleh.


"Baaaaa...".Suara yang mengejutkan Radit.


"Hahahahhaa",tertawa senang.


"Apaan sih Ga.Bikin orang kaget aja",ucap Radit memukul Rangga.


"Lagian loe ngapain di jalanan sendirian", ucap Rangga tersenyum.


"Baru dari pasar", jawabnya singkat.


"Eu,Ya udah.Yok pulang bareng",ucap Rangga.


"Tu,udah sampai",ucap Radit menunjuk ke arah gang masuk rumahnya.

__ADS_1


"Oke deh,sampai ketemu di sekolah besok",balas Rangga sambil menghidupkan motor nya."Semangat banget kerja tadi ya",sambung nya lagi saat sudah jauh tiga langkah dari Radit.


Mendengar ucapan nya Rangga,Radit mematung.


__ADS_2