
Suasana rumah Clara masih sunyi,padahal matahari sudah meninggi.Begitulah keadaan rumahnya jika hari libur,semua malas untuk ia kerjakan.
Matanya menatap langit kamarnya,ia bosan kalau tiap hari minggu tidak ada yang dilakukan.
"Berfikir,berfikir..."ucapnya sambil memegang dahi.
"Aaahhh...sumbat ni kepala kalo belum mandi"katanya sambil beranjak bangun.
...
Di tempat lain, orang-orang sibuk dengan kerjaannya masing-masing.Apa lagi suasana pasar,super padat karena banyaknya penjual atau pembeli.Disitu Radit menghabiskan waktu liburnya.
"Ehhh Dit.Sampean masih kerja di pasar?"tanya seorang bapak yang lewat.
"Kan sudah sekolah,fokus sama pendidikan dulu"lanjut bapak itu.
"Masih lah Pak,kan ini libur.Lagian kalo saya tidak kerja,saya mau dapat uang dari mana"ucap Radit ramah.
"Ooh yaa,Wes-wes kalo begitu.Semangat ya"ucap bapak itu sambil menepuk pundak Radit dan pergi.
Radit berjanji pada dirinya ia akan berusaha untuk membanggakan ibunya,walaupun harus menempuh jalan yang sulit.
...
Tok tok tok ...
Suara dibaling pintu kamar Clara,Ia tak merespon asal suara itu.Mungkin saja ulah pembantunya yang suka usil kalau melihatnya tidak bangun-bangun.
"Bangun dong Non,udah jam segini masak masih mageran"suara di balik pintu.
"Emang Mbak lagi ngapain di bawah?"tanya Clara.
"Temenin mbak kepasar yok"balas si Mbak.
__ADS_1
Clara yang mendengar kata si Mbak mulai berfikir.
"Bener juga,mending gue jalan-jalan liat pasar aja"fikir Clara.
"Oke Mbak,tunggu ya",teriaknya sambil siap-siap.
...
Berjalan pelan mengikuti si Mbak.Meskipun baru kerja di rumahnya, Clara sudah akrab dengan si mbak.Memasuki gang pasar yang agak sempit bukan hal yang di permasalahkan bagi Clara,karena ia suka dengan yang beda-beda.
"Non,jangan jauh-jauh dari mbak ya"ucap si mbak melihat ke belakang.
Clara hanya mengangguk paham sambil melihat sekitar.
Suasana pasar sangat ramai, orang-orang berdesakan.Suara penjual yang menawarkan barangnya,di tambah dengan pembeli yang berantrian.Clara bingung dengan semua ini,ia tak pernah melihat suasana yang beginian.
"Mbak,kita mau beli apa aja?"tanya Clara ke mbak yang sibuk melihat sayur.
"Beli bahan buat makan nanti malam,selebihnya mbak beli lain kali soalnya gak sempat"balas si Mbak sambil memasukkan barang.
Beberapa menit menunggu mbak memilih barang,ia terfokus pada seorang anak kecil.Anak kecil itu menangis di pojok toko dekat ia berbelanja,sontak ia menghampirinya.
"Adek kok nangis?"tanya Clara sambil jongkok.
"Mamanya dimana sayang?"lanjutnya lagi.
Anak kecil itu hanya menunjuk ke satu arah.
"Ayok kakak anterin"ajak Clara sambil memegang tangan anak itu.
Melewati keramaian yang cukup padat,membuat Clara sedikit pusing.Tapi saat ia melihat seorang ibu seperti panik mencari anaknya,ia langsung bisa menebak pasti itu ibu dari anak kecil yang sedang bersamanya.
"Itu Mamanya ya?"tanya Clara sambil menunjuk ke arah ibu itu.
__ADS_1
"Iya"balas anak itu singkat.
Anak kecil itu langsung berlari ke arah ibunya.
"Mami......",teriak anak itu sambil berlari.
"Alisya...",balas ibu itu sambil menghampiri anaknya.
Clara hanya melihat suasana yang begitu mengharukan,ia melihat seorang ibu yang sangat takut kehilangan anaknya.
"Kakak itu yang nolongin adek,Mi"ucap Alisya menunjuk ke arah Clara.
Keduanya menghampiri Clara.
"Terima kasih ya nak,udah nolongin Tante.Kalo gak ada kamu Tante gak tau harus bagaimana",ucap Mamanya Alisya.
"Sama-sama Tante.Lagian tadi juga gak sengaja liat adeknya nangis,makanya saya samperin"balas Clara ramah.
"Apa yang bisa Tante kasih atas bantuan adek?"tanya Ibu itu.
"Oh,gak usah.Ini cuma kebetulan kok "balas Clara.
"Kalo gitu sekali lagi makasih ya.Oh ya ini kartu nama Tante,kalo ada yang di butuh boleh hubungin Tante."ucap ibu itu ramah sambil memeluk Clara.
"Iya Tante,pasti di hubungin kok",balas Clara tersenyum.
...
Di tempat lain,mbak Imah sibuk mencari Clara.Menanyakan ke orang,ia khawatir karena ini pertama kali Clara ke pasar.
"Kalo Non Clara ilang,saya bakal di omelin bapak"ucap mbak khawatir sambil berjalan.
Tiap ada yang lewat pasti ia bertanya,namun tidak ada yang mengenal Clara.
__ADS_1
Begitupun dengan Clara,ia juga bingung harus pulang lewat mana.ia mulai lelah dan beristirahat di samping warung orang.