
Semenjak Radit sudah mulai mengajak Rangga ke rumahnya,mereka sudah sedikit lebih akrab.Sering kali mereka pergi sekolah bareng dan pulang bareng.Ya meskipun Radit tak pernah ke rumah Rangga,tapi tak jadi masalah.Entah kenapa?Setiap Radit membahas tentang kehidupan Rangga,ia selalu memutar pembicaraan.
"Hari ini gue nemenin loe kerja ya", ucap Rangga yang duduk di sebelah Radit.
"Gak usah,kamu langsung pulang aja",balas Radit sambil melanjutkan membacanya.
"Oke,tapi lain kali gue ikut", ucap Rangga dengan muka berharap.
Radit hanya tersenyum melihat tingkahnya Rangga.
Pulang sekolah mereka masing-masing berjalan ke arah rumah nya.Radit pulang nyeker sampai rumahnya,Rangga seperti biasa dengan motor nya.
Sampai rumah Radit mandi dan bersiap pergi kerja,ia hari ini tidak boleh telat lagi.
...
"Dit,hari ini kayaknya lembur lagi.Banyak banget barang yang baru sampai", ucap seorang pekerja.
__ADS_1
Radit hanya mengangguk."Bakalan telat pulang lagi nih",gumam Radit dalam hati.
Radit bekerja di cepat,agar bisa pulang lebih awal.Ia tak memperdulikan orang di sekitar nya.Dengan sigap ia mengangkat satu persatu barang di depan nya.
Dari kejauhan terlihat seperti orang yang memperhatikan nya,cowok itu seumuran dengannya.Ia juga memfotonya,entah apa alasan nya.
"Dit,tadi ada yang merhatiin loe",ucap seorang pekerja.
"Dimana??",tanya Radit melihat ke arah jalan."Gak ada,salah orang kali",sambungnya.
"Tadi itu orang berdiri disitu,fotoin loe lagi",ucap pekerja itu sambil menunjuk ke arah jalan.
Setelah semua selesai,ia langsung pulang.Perasaan nya tidak enak,seperti ada yang mengikuti nya."Apa itu Rangga",gumam nya sambil berjalan.Jalanan begitu sepi,membuatnya berpikir yang aneh.Kaki nya mulai gemetar,mata nya memantau kanan kiri.
"Bu...bukain pintu",ucap Radit sambil mengetuk pintu rumahnya.
"Kenapa buru-buru gitu??",tanya Bu Wulan melihat Radit.
__ADS_1
"Gak kok Bu, perasaan Ibu kali",balasnya sambil senyum.
Radit mencoba menenangkan ibunya,seolah-olah tidak terjadi apa-apa.Ia masuk ke kamarnya dan melihat orang yang mengikuti nya lewat jendela.Rumahnya yang sempit membuat nya kepanasan akibat berjalan terburu-buru tadi.Saat ingin tidur ia teringat orang yang mengikuti nya.Apa tujuan orang itu mengikutinya?.
...
Pagi,seperti biasa Radit sedikit lebih awal berangkat sekolah karena ia harus berjalan kaki.Hari ini ia tidak di jemput Rangga,kalau pun di jemput pasti sudah di beri tau lebih awal.Radit cowok yang rapi,pakaian nya selalu bersih,gaya nya juga tak kalah dengan murid-murid yang lain.
Sampai di sekolah ia langsung menuju kelas nya.Hari ini ia tidak duduk di taman dulu,karena biasanya kalau baru sampai ia sering istirahat sebentar.
Di kelas ia sering diam,tak terlalu bergabung dengan teman sekelasnya kecuali kerja kelompok.Hanya dia yang sering sendiri,yang lain punya kelompok nya masing-masing.Tak ingin ikut campur dengan urusan mereka,ia hanya bisa melihat kelakuan-kelakuan teman sekelasnya.
"Semua,dengerin..",teriak seorang cowok di depan kelas.
Semua mata tertuju pada nya termasuk Radit.
"Ada satu murid di sekolah ini bekerja sebagai buruh", lanjut nya.
__ADS_1
Radit memandang cowok itu dan ia berpikir.Apa yang akan terjadi selanjutnya?.Semua murid berbisik-bisik sesama teman nya,memandang satu sama lain.
"Seorang buruh gak pantas sekolah di sini,sekolah ini cuma buat orang yang mampu aja",sambung teman di sebelahnya.