Pewaris Tahta

Pewaris Tahta
Eps 92


__ADS_3

Namun seketika Rachel mulai menyadari jika Arsen nampaknya begitu kesal pada Antony bukan hanya karena ia kalah, melainkan ada hal lain yang menambah kekesalannya.


"Tunggu, dia nampaknya begitu kesal. Emm dia seperti ini karena kalah bertanding atau karena sedang cemburu?" Gumam Rachel dalam hati yang kembali melirik ke arah Arsen sembari mulai menahan senyumnya.


"Ah hanya ada satu cara untuk mengetahuinya, yaitu dengan menyetujui permintaan Antony. Emm baiklah kalau begitu, nampaknya aku memang harus makan malam dengan Antony, aku ingin melihat bagaimana reaksi Arsen saat mengetahui hal itu." Tambah Rachel lagi sembari mulai tersenyum.


"Hei, ada apa denganmu ha? Kenapa malah senyum-senyum sendiri begitu? Oh astaga, atau jangan-jangan kamu sungguh menyukai lelaki itu ya?" Tanya Arsen sembari mulai mengecakkan kedua tangannya ke pinggang.


"Tidak bukan itu, hanya saja aku sedang berfikir, kira-kira ke restoran mana nanti malam Antony akan mengajakku makan malam ya." Jawab Rachel seolah seperti sedang berfikir sembari sesekali melirik ke arah Arsen untuk melihat reaksinya.


Dan benar saja, mendengar hal itu membuat Arsen Lim seketika mendengus kesal dan memutarkan bola matanya. Membuat Rachel semakin tertawa dalam hatinya saat melihat ekspresi Arsen.


Tak lama Antony pun kembali menghampiri mereka berdua dengan sikap tenangnya.


"Bagaimana Bella, kamu setuju kan untuk makan malam denganku nanti malam?" Tanya Antony sembari tersenyum menatap Rachel.


"Baiklah, aku setuju." Rachel pun tersenyum tipis.


Saat itu Arsen yang berdiri di tengah-tengah mereka hanya bisa terdiam sembari memandangi Rachel dan Antony secara bergantian dengan tatapan datarnya.


"Baiklah, nanti malam akan aku jemput di apartement mu ya."


"Oh ok." Rachel pun mengangguk dan kembali tersenyum.


Arsen yang semakin tak tahan melihat tatapan Antony terhadap Rachel akhirnya kembali menarik tangan Rachel.


"Sudah lah, hari sudah sore. Ayo ku antar pulang." Ucap Arsen datar dan mulai melangkah pergi dengan membawa Rachel bersamanya.


"Bella, bagaimana kalau aku saja yang mengantarmu pulang?" Tanya Antony yang seketika kembali membuat langkah Arsen terhenti.


Arsen lalu kembali menoleh ke arah Antony sembari memancarkan senyuman sinisnya.


"Maaf Antony Yue, tapi Bella datang kesini bersamaku, jadi sudah semestinya dia pulang juga harus denganku." Jawab Arsen yang mencoba bersikap tenang di hadapan Antony.


"Oh begitu rupanya, sungguh sebuah prinsip yang sangat menarik. Baiklah kalau begitu tidak masalah, yang jelas nanti malam aku dan Bella akan makan malam bersama." Antony pun ikut tersenyum tipis.


"Masalah makan malam tentu bukan jadi urusanku lagi." Ketus Arsen kemudian.

__ADS_1


Akhirnya Arsen pun kembali menarik tangan Rachel dan membawanya pergi. Di sepanjang langkahnya ia pun terus bergumam meluapkan kekesalannya pada Antony.


"Andai aku belum menanda tangani kontrak kerja sama itu, mungkin sudah aku patahkan leher lelaki itu. Benar-benar menyebalkan!" Ketus Arsen yang merasa sangat kesal.


Rachel hanya diam sembari terus menahan senyumannya melihat tingkah Arsen yang benar-benar terlihat tak karuan kala itu.


Arsen pun masuk ke mobilnya dengan di susul oleh Rachel, kini mobil sport itu pun melesat cepat untuk mengantar Rachel pulang ke apartementnya. Hingga dalam waktu hitungan beberapa menit saja, mobil Arsen pun telah terhenti sempurna di depan loby apartement.


"Terima kasih sudah mengantarku." Ucap Rachel sembari mulai membuka pintu mobil Arsen.


"Tunggu."


"Ada apa?" Tanya Rachel yang kembali menatap Arsen.


"Apa kamu sungguh menyetujui permintaan Antony?"


"Permintaannya yang mana?"


"Ya permintaannya yang ingin makan malam denganmu nanti malam."


"Oh itu, emm sepertinya begitu, lagi pula aku sudah mengatakan jika aku setuju pada Antony. Memangnya kenapa?" Tanya Rachel lagi.


"Oh begitu, emm baiklah." Rachel pun segera turun dari mobil Arsen.


Begitu Rachel turun dan menutup kembali pintu mobilnya, tanpa berkata apapun lagi, Arsen pun seketika langsung melajukan mobilnya dan pergi meninggalkan area apartement itu begitu saja. Membuat Rachel yang masih berdiri disana menjadi tercengang sembari memandangi kepergian mobil yang begitu melaju cepat.


"Hah, ada apa dengan lelaki itu? Apa sekesal itu dia saat tau aku akan makan malam dengan lelaki lain?" Tanya Rachel seorang diri.


Rachel pun akhirnya kembali tersenyum, lalu mulai melangkah masuk ke apartementnya.


Beberapa jam pun berlalu, tanpa terasa malam pun tiba. Sesuai dengan kesepakatan sebelumnya, kini mobil Antony telah terparkir dengan sempurna di depan gedung apartemen Rachel. Antony turun dari mobilnya dan mulai berjalan santai memasuki gedung apartement itu untuk menjemput Rachel.


Ting tong...


Suara bel pun berbunyi, Rachel yang memang sudah siap pun dengan sigap membuka pintu.


"Hai, selamat malam." Sapa Antony.

__ADS_1


"Malam." Jawab Rachel sembari tersenyum tipis.


"You look so beautiful tonight." Ucap Antony yang ikut tersenyum sembari memandangi Rachel dari ujung kaki hingga rambut.


Malam itu Rachel memanglah terlihat sangat anggun dengan balutan dress berwarna maroon dengan panjang di atas lutut berlengan sesiku dan berkerah V. Rambutnya yang sedikit bergelombang pun dibiarkan tergerai hingga menambah elok penampilannya kala itu.


"Terima kasih." Ucap Rachel lagi yang terlihat sedikit canggung.


Sebenarnya jauh dari dalam lubuk hati Rachel, ia sama sekali tak menginginkan makan malam bersama Antony. Namun di satu sisi, ia perlu meyakinkan dirinya, ia perlu tau bagaimana perasaan Arsen saat itu terhadapnya. Itulah sebabnya Rachel terpaksa menyetujui makan malam itu untuk melihat bagaimana reaksi Arsen Lim akan hal itu.


"Kita pergi sekarang?" Tanya Antony.


"Ok,"


Akhirnya Rachel dan Antony pun mulai berjalan berdampingan untuk kembali ke lantai dasar, begitu tiba di depan Loby, tanpa sengaja mata Rachel melihat di sebrang jalan sudah berhenti mobil yang begitu tak asing baginya.


"Mobil itu, bukankah itu mobil Arsen Lim?" Tanya Rachel dalam hati.


Dan benarnya saja, ternyata tanpa sepengetahuan Antony dan Rachel sebelumnya, Arsen secara diam-diam ingin membuntuti mereka.


"Tidak salah lagi, itu memang benar mobil Arsen Lim. Aaaa apa dia benar-benar cemburu dan ingin membuntuti aku dan Antony?" Rachel pun akhirnya kembali senyum-senyum sendiri.


Antony yang menyadari hal itu pun sontak langsung mengernyitkan dahinya menatap Rachel.


"Bella, ada apa denganmu? Kenapa senyum-senyum sendiri? Sedang melihati apa?" Tanya Antony sembari ingin menoleh ke arah dimana tatapan Rachel tertuju.


Namun dengan cepat Rachel langsung mengalihkan pandangan Antony agar ia tak melihat ke arah mobil Arsen.


"Ah tidak, aku tidak melihati siapa-siapa, emm aku, aku hanya sedikit gugup saja hehe." Jawab Rachel yang sedikit gelagapan.


"Kamu yakin?"


"Iya tentu saja." Jawab Rachel yang langsung tersenyum.


"Emm baiklah, ayo, mobilku sebelah sana." Ucap Antony sembari menunjuk ke arah mobilnya.


"Oh iya iya, ayo."

__ADS_1


Akhirnya mereka pun masuk ke mobil dan siap untuk pergi menuju ke sebuah restaurant yang sudah di booking oleh Antony. Sementara Arsen, menyadari mobil Antony mulai berjalan, membuatnya pun ikut menjalankan mobilnya dan terus mengikut mobil mereka dari belakang.


...Bersambung......


__ADS_2