
Saat itu perasaan gugup pun kembali melanda Rachel, ia hanya bisa terdiam dan sesekali melirik ke arah Arsen Lim yang tetap terlihat begitu tenang. Saat itu Arsen justru malah tak terlalu memperdulikannya, meski hanya mereka berdua yang kini ada di dalam ruangan VVIP, namun Arsen malah memilih memainkan ponselnya sembari menunggu Benzie dan Alex.
"Maaf kami sedikit lama." Ucap Alex yang baru saja memasuki ruangan itu.
"Tidak apa tuan." Jawab Rachel sembari tersenyum.
Arsen pun langsung melirik ke arah mereka, lalu ia langsung meletakkan ponselnya begitu saja di atas meja. Saat itu mata Rachel pun tak sengaja melirik ke arah ponsel yang masih menyala itu, sebuah foto yang menunjukkan kemesraan Arsen dengan Laura pun terlihat jelas sebagai wallpaper di ponselnya.
Hal itu pun berhasil membuat hati Rachel kembali tergores, ada sedikit rasa kecewa dan sedih yang ia rasakan. Bibirnya seketika manyun dan mulai tertunduk seolah nafsu makannya telah hilang.
"Secinta itukah dia dengan wanita itu? Emm mungkinkah perjuanganku akan sia-sia?" Gumam Rachel dalam hati.
Saat itu Benzie dan Alex pun langsung duduk, Benzie duduk tepat di hadapan Rachel, hingga ia dengan cepat dapat menangkap raut wajah yang murung dari Rachel.
"Bella, apa kamu baik-baik saja?" Tanya Benzie.
Rachel yang awalnya mulai melamun pun akhirnya kembali tersentak, ia langsung cengengesan sembari menjawab pertanyaan dari Benzie.
"Oh iya tuan, saya, saya baik-baik saja hehehe."
"Lalu kenapa wajahmu seperti itu?" Tanya Benzie lagi sembari mulai meletakkan ponselnya di atas meja.
Mata Rachel pun dengan refleks memandang ke arah ponsel itu, ternyata sama halnya dengan Arsen, di ponsel seorang Benzie Lim pun tertera dengan jelas wallpapernya yang sedang memeluk hangat Yuna dari belakang.
"Wallpaper paman Ben pun sama, dia memajang fotonya dan bibi Yuna, dan aku tau jika dia begitu mencintai bibi Yuna. Berarti Arsen pun begitu." Ungkap Rachel lagi.
"Bella, hei kenapa kamu terus melamun." Tambah Alex yang juga merasa heran sembari melambaikan tangannya di depan Rachel.
__ADS_1
"Oh tidak tuan, saya hanya sedikit gugup saja, di hari pertama saya bekerja, namun sudah di ajak makan siang bersama dengan para bos besar hehehe." Jawab Rachel berbohong.
"Oh hahaha begitu rupanya, tenang lah, di kantor kami memang bos mu, tapi jika sedang tidak dalam jam kerja, kamu bisa menganggap kami sebagai uncle mu, hahaha bukan begitu Ben?" Alex pun menyikut pelan lengan Benzie.
Mendengar hal itu membuat Arsen yang baru saja meneguk minumannya menjadi terbatuk-batuk.
"Ada apa denganmu Arsen?" Tanya Alex.
Namun tidak langsung menjawab, Arsen terus saja terbatuk-batuk, hingga membuat Rachel dengan refleks memberikan selembar tisu padanya, lalu mulai menepuk-nepuk pelan pundaknya.
"Apa anda tidak apa tuan muda?" Tanya Rachel yang nampak sedikit cemas.
Arsen pun meraih tisu itu lalu mengusapkannya ke ujung bibirnya, menyadari sikap Rachel yang begitu perhatian, ia pun mulai menatapnya sedikit lekat.
"Bagaimana? Apa sudah mendingan?" Tanya Rachel lagi sembari mengernyitkan dahinya.
Namun Arsen masih terdiam dengan matanya yang terus menatap Rachel, di satu sisi, Arsen sedikit merasa terkejut dan sedikit kesal saat sekretaris barunya begitu berani melakukan hal itu padanya seolah mereka sudah begitu akrab, namun disisi lain, ia merasa perlakuan Rachel itu begitu membuatnya nyaman, ia merasa seolah begitu diperhatikan yang bahkan seorang Laura pun belum pernah melakukan hal itu padanya.
Hal itu sontak membuat Benzie Lim melirik tajam pada Alex,
"Kenapa kau mengganggu moment mereka?!" Ketus Benzie dengan berbisik.
"Hehehe maaf Ben, aku tidak sengaja hehehe." Jawab Alex sembari cengengesan.
Benzie pun hanya bisa menggeram tanpa bisa melakukan apapun pada Alex yang dirasanya begitu menyebalkan.
"Aku tidak apa, terima kasih!" Jawab Arsen kemudian dengan nada datar.
__ADS_1
"Ya sudah ayo kita lanjut makan saja, aku sudah lapar." Ucap Alex sembari tersenyum.
"Iya, begitu lebih baik." Jawab Arsen.
Benzie dengan diamnya pun mulai tersenyum menatap Rachel, begitu pula sebaliknya Rachel yang akhirnya ikut memancarkan senyuman tipisnya, saat itu Rachel sedikit malu pada Benzie dan Alex karena kejadian barusan.
Mereka pun akhirnya mulai menyantap makan siang hari itu, dengan tenang, dan tentunya di barengi dengan sedikit percakapan seputar usaha mereka. Saat itu Arsen banyak diam, sesekali ia melirik ke arah Rachel yang terlihat begitu menikmati makan siangnya hari itu.
Arsen mulai merasakan sesuatu yang aneh, sangat aneh baginya ketika ia merasa nyaman saat Rachel menepuk-nepuk pelan punggungnya tadi.
"Baru sehari bekerja tapi kenapa dia sudah berani melakukan hal itu? Dia masih ku anggap orang asing, namun kenapa perlakuannya tadi terasa begitu akrab?" Gumam Arsen dalam hati.
"Oh ya Bella, sekarang ceritakan, bagaimana pengalamanmu waktu kuliah di Paris? Dan bagaimana kehidupanmu saat disana?" Tanya Alex kemudian.
Rachel pun dengan penuh semangat menceritakan berbagai pengalaman unik dan menarik yang pernah ia alami selama di Paris, tak ketinggalan pula beberapa hal lucu pun ia ceritakan hingga membuat Alex dan Benzie begitu tertawa mendengar ceritanya.
Namun berbeda halnya dengan Arsen yang kala itu hanya tersenyum tipis dan terus memandangi Rachel yang begitu semangat dan menggebu-gebu saat bercerita pada papa dan unclenya.
"Bahkan dalam waktu singkat ia mampu membuat papa dan uncle begitu terlihat menikmati ceritanya. Bukankah hal ini benar-benar sedikit aneh?" Gumam Arsen lagi.
"Hahahaha itu benar-benar konyol, aku saja tidak pernah seperti itu hahahaha." Alex terlihat begitu tertawa sembari terus memukul-mukul pelan meja yang ada di hadapannya.
"Hei, pelankan suara tertawa mu." Ucap Benzie sembari menyenggol lengan Alex.
"Hahaha iya iya, tapi bukankah itu sangat lucu?" Alex pun mulai memelankan suaranya namun ia masih tak bisa menghentikan tawanya saat mendengar cerita Rachel yang di anggapnya begitu lucu.
"Hehehe, aku senang jika ceritaku bisa membuat tuan-tuan merasa terhibur, terkadang dalam hidup kita memang butuh hiburan kan, tidak melulu harus bersikap datar dan tegang, itu bisa memicu stress, apalagi untuk orang-orang yang kerja di dunia perkantoran." Ungkap Rachel sembari melirik ke arah Arsen yang tidak terdengar suara tawanya sejak tadi.
__ADS_1
"Hahaha iya iya kamu benar, pekerjaan sudah cukup menguras energi dan pikiran, jadi kita memang perlu hiburan untuk merilekskan pikiran dan tubuh kita. Lihat lah seorang Benzie Lim yang sekarang, sekarang dia menjadi terlihat lebih berkharisma dan awet muda kan? Itu karena sekarang ia mulai menikmati hidupnya." Jelas Alex.
...Bersambung......