
Hendri yang masih berdiri mematung memikirkan omongan Baron,ia bingung tentang bos yang di maksud nya.Siapa bos nya mereka,apa itu Radit?.Tanpa berpikir lama ia langsung melajukan motornya ke arah rumah Radit,ia harus memastikan hari ini juga.
Radit yang duduk di teras rumah nya sambil memperhatikan anak kecil bermain-main,ia terkejut dengan kedatangan Hendri yang tiba-tiba sudah di depan rumah nya.
"Loe kan yang ngirim orang buat ngehadang gue tadi?",ucap Hendri serius.
Radit bingung dengan ucapannya Hendri,ia tak paham apa yang di tanyanya.
"Loe gak usah pura-pura gak ngerti,gue tau ini pasti akalan loe buat balas gue",lanjut Hendri.
"Loe ngomong apa sih Hen,gue gak ngerti.Siapa yang hadang loe,gue aja dari tadi di rumah", ucap Radit bingung.
"Loe kan bos yang di maksud itu?",ucap Hendri menatap Radit dengan tajam.
"Ini lagi,bos apaan?",tanya Radit makin bingung.
Hendri yang mendengar jawaban Radit terdiam sejenak dan langsung pergi sambil melototin Radit.
"Aneh tu orang", gumam Radit.
...
Seperti biasa,Radit sudah ada jemputan kalau ke sekolah.Dari kejauhan Rangga melambaikan tangan ke arah nya.Berjalan dengan pelan Radit menghampiri Rangga.
"Gimana kakinya?",tanya Rangga sambil memberi helm ke Radit.
__ADS_1
"Udah hampir membaik",balas Radit.
Di perjalanan Radit menceritakan tentang Hendri kemaren.Rangga hanya mendengar tak menjawab apa-apa,ia mencoba mengganti pembicaraan agar Radit tak memperpanjang urusan itu.
"Dit",panggil Rangga memotong ucapannya Radit.
"Ya",balasnya Radit sambil melihat ke muka Rangga.Ia sama sekali tak masalah meskipun pembicaraannya di potong.
"Berarti loe nanti udah bisa kerja lagi ya",lanjut Rangga tersenyum.
"Iya Ga,baru gue pengen bilang.Tapi,loe nganterin gue ya,biar cepet nyampek ke pasarnya",ucap Radit memohon.
"Santai",balas Rangga sambil ketawa.
...
Sampai di sekolah mereka masuk ke kelas masing-masing.Di sepanjang lorong sekolah Radit melihat ada yang aneh,semua murid memperhatikannya.Ia berjalan seperti biasanya, pura-pura tak peduli kepada mereka.
Sesampai di kelas lebih aneh lagi,saat ia masuk semua orang terdiam dan menatap nya.Ia semakin bingung dengan semua orang,mereka menatap Radit dengan serius.
"Apa ada yang salah sama gue hari ini", batinnya.
...
Guru sudah masuk ke kelas masing-masing.Kelas Radit jam pertama di mulai dengan pelajaran jasmani yaitu olahraga.Mereka semua berkumpul di lapangan lengkap dengan seragam olahraga,dan di beri beberapa arahan.Mereka akan di tes bermain futsal,dan di bagi menjadi dua tim.
__ADS_1
"Saya tim mana pak?",tanya Radit melihat tim yang sedang di bagi.
"Kamu tim ini aja",jawab Pak Erik.
Semua menatap Radit yang sedang berjalan menuju tim.Radit merasakan perbedaan di kelasnya.
...
"Ga,sini",panggil Radit tersenyum ke arah Rangga.
"Iya bentar,gue beli minum dulu",ucap Rangga berjalan ke arah kantin.
Radit kembali fokus dengan buku di tangannya.
"Gue cerita gak ya sama Rangga,kalau gue cerita sangkanya kayak anak kecil.Mending gak usah di bahas aja deh",ucap Radit dengan dirinya sendiri.
Ia tak menyadari ada orang dibelakangnya dan mendengar ucapannya tadi.Cowok itu berdiri dengan santai dengan botol air mineral di tangannya.
"Sama gue masak di tutupin",ucap cowok itu.
Radit menoleh ke belakang dengan heran,ia sedikit terkejut mendengar ada suara di belakangnya.
"Sejak kapan loe di situ?",ucap Radit senyum pasrah.
Rangga menaikan dua alisnya ke arah Radit.
__ADS_1